Langsung ke konten utama

Postingan

#7 Clara's Diary : Thirteen Days Left

Hari Minggu,
Delapan Belas Agustus Dua Ribu Sembilan Belas

Hari ini, tepat 13 hari sebelum keputusan finalku dibuat. Hari ini juga aku memantapkan diriku untuk tidak melanjutkan apa yang kumulai disini. Terlepas dari apapun yang akan terjadi tigabelashari kedepan.

Sudah enam bulan, sejak aku terakhir kali menulis hari-hariku. Dan menceritakannya pada kalian semua, Mungkin kalian penasaran bagaimana kabarku, mungkin juga tidak peduli. Tapi, biarkan aku kali ini berbagi sekali lagi. hehe

Enam bulan ini kurasakan sibuk sekali, aku sibuk mengurusi perpindahanku kepergianku. Hehe
Keinginan yang lama muncul ini kini semakin mencapai klimaks setelah banyaknya bolak-baliknya hati. Dan kini aku mantap, untuk tidak menetap.

Diantara banyak hal yang ingin kuceritakan, hal yang paling ingin kugarisbawahi disini adalah kisah asmaraku yang tidak kunjung menemukan akhir yang bahagia, huhuhu. Hubungan dengan Mr. Sparkling Eye harus kuakhiri karena aku tersadar dia hanyalah sebatas bintang berkilau d…
Postingan terbaru

Sebuah Tujuan: Maafkan aku

Kutulis ini untuk aku, diriku sendiri
Sebuah jiwa yang nampaknya mulai lelah
Maaf ya, kali ini perjalanan menyeret kita pada kesulitan yang bertubi-tubi

Sebuah Tujuan: Keraguan

Assalamualaikum

Siang ini, ku ketik tulisan ini beserta sebuah perasaan yang akhir-akhir ini kerap menghampiri. Sebuah perasaan ragu-ragu. Perasaan untuk takut tidak memanfaatkan waktu. Takut kalau ternyata aku salah melangkah, Takut jikalau aku mengecewakan.

Kutulis ini di kantor, sembari menunggu berkas fotokopi yang sedang diambilkan oleh dua partner ku; calvin dan glady. dua remaja SMA yang menjadi partnerku beberapa minggu ini di kantor. Oh iya, Ini adalah tempat ketiga yang kusebut kantor setelah sebelumnya kantor selalu berarti Campang, Base kami para WB* yang kantor itu telah memberhentikanku. Dan kantor kedua, yang paling aku suka, Kantor B* cabang provinsi lampung. Kantor yang aman dan nyaman, hmm. walaupun aku kesana hanya beberapa kali, hihi. Dan, here I'am, Kantor Jasa Akuntansi, sebuah kantor milik dosenku sendiri. Dengan aku yang bisa mengetik ini sembari nyantai. Ahehe

Tadi pagi, aku bertemu Bu Asih, Ibu dari Ami, seorang anak lucu yang merupakan keponakan dari ib…

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Jadilah Versi Terbaik dari Diri Sendiri

Tulisan pagi ini terilhami dari seorang rekan kuliah saya yang saat ini sedang mengadu perantauan di ibukota. Seperti biasa, selalu chat haha hihi untuk penghibur hati. Dan ya, beginilah isi chatnya


Kadang dalam hidup, melihat rumput tetangga memang selalu lebih hijau. Kehidupan orang lain selalu identik dengan lebih bahagia, lebih enak, lebih menyenangkan dan lebih lebih lebih. Dan perasaan ini terkadang lebih dari kadang. Perasaan ini hampir saja selalu menghampiri kita. Untuk lupa bersyukur, untuk menelisik kehidupan kita yang mungkin lebih makmur.

Pernah suatu masa, rasanya begitu menjemukkan dengan kehidupan sendiri. Padahal, bisa saja saya lebih bahagia. Padahal, saya mengukur air di gelas kecil yang penuh milik orang lain, dan menangisi gelas saya yang hanya berisi setengah dimana ternyata gelas saya berukuran jauh lebih besar dari gelas orang lain. Ternyata, saya salah memandang perspektif.

Kadang, zona waktu juga menyakiti kita dengan berbagai alasan yang membuat kita kufur …

Aku sedang jatuh cinta

This is the best ever feeling ever.

Assalamualaikum,
Semoga pagimu cerah dan hari-hari kita semua menyenangkan serta penuh kebarokahan dariNya. Dari Allah yang Maha Baik.

Aku tidak tau bagian mana yang harus kutulis sebab ini berupa perasaan, tidak bisa dijelaskan dengan gamblang. Tapi aku akan mencoba untuk menulisnya, untuk catatan dimasa depan, kalau kalau hatiku tiba-tiba berbelok.

Oh Allah, sungguh indah perasaan ini.
Perasaan untuk ikhlas pasa qodarmu, perasaan untuk tenang karena takdirmu, perasaan untuk berpasrah pada tiap-tiap jengkal kemungkinan baik dan buruk, Oh Allah, you're truly Kindest.

Aku benci diriku, terlebih aku benci pada kenyataan bahwa dimasa lalu aku bukan orang suci.
Aku tidak menyenangi keadaan bahwa aku punya waktu-waktu bersalah yang justru aku nikmati.
Aku melihat diriku dimasa lalu, kemudian ingin kukatakan padanya disana: Hay! Do you think you just too stupid? Ha?
Oh Allah, Lemme hate my life before, Lemme do this life with your guide, Oh Allah, te…

Love Hate myself

Ketika hidup mulai terasa menjengahkan, impian membuatmu lebih hidup.