Langsung ke konten utama

Postingan

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.
Postingan terbaru

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

#6 Clara's Diary : Where are you?

Hari ini spesial sekali. Benar-benar spesial karena namaku dan namanya ternyata diumumkan menjadi salah satu pemenang dalam lomba penelitian biologi itu. Usaha kami yang lalu tidak sia-sia rupanya. Meskipun kami tidak jadi juara pertama dan gagal mewakili sekolah ke level yang lebih tinggi, setidaknya kami masuk tiga besar dan itu sudah patut disyukuri. Kulihat wajah teduhnya begitu menyenangkan bagai gemuruh ombak syahdu yang diiringi angin sepoi-sepoi di pinggir pantai, teduh sekaligus mendebarkan.

Semua adalah pemberian dari-Nya

Tulisan ini akan disponsori oleh saya yang baru saja selesai bikin desain undangan. Undangan apa? Cie, haha. Bukan, ini undangan untuk acara di pondok saya. Pondok Pesantren Mahasiswa Baitusshodiq.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.