Langsung ke konten utama

Postingan

Unemployed : Menikmati waktu di rumah

Beberapa hari ini pikiran penuh. Sesak, dan rasanya terhimpit disana sini. Semakin menjadi ketika aku tau aku telah banyak tertinggal dengan teman-teman angkatanku. Tapi juga aku tau, aku tidak tertinggal, aku hanya berjalan kearah lain, dan itu bukan ide yang buruk.
Postingan terbaru

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Sebuah Tujuan: Almost End

Assalamualaikum

Ku tulis ini di kamar Asih, seorang teman setengah perjalanan ku yang akan jadi teman berjalan selanjutnya. Kutulis di kamarnya karena secara resmi aku sudah tidak punya kosan lagi terhitung sudah sepuluh hari, Fufufuuuu. Ku tulis ini dengan radang, batuk, pilek, dan asam lambung ku yang baru saja naik tadi pagi. Kesemuanya akhirnya menyerangku di waktu yang sangat krusial. Tapi tidak apa-apa, ini sudah sangat cukup baik ketika virus-virus ini hanya menyerang sekarang dan cukup diam selama dua bulan terakhir, Alhamdulillah. . .

Ku tulis ini pasca debut ku semalam, debut untuk bisa tertulis di jadwal semalam. Hehe, berasa artis koriya aja ya pake debut segala.

Di penghujung bulan ini, aku telah melalui banyak hal. Melewati berbagai proses yang tidak bisa dibilang mudah. Menjalani 2 minggu saringan sendirian, dan dua minggu yang juga kadang sendirian. Melewati kesulitan, kesusahan, kebodohan, dan berbagai hal lain yang harus kuiringi dengan air mata. Bagiku, ini adalah …

#7 Clara's Diary : Thirteen Days Left

Hari Minggu,
Delapan Belas Agustus Dua Ribu Sembilan Belas

Hari ini, tepat 13 hari sebelum keputusan finalku dibuat. Hari ini juga aku memantapkan diriku untuk tidak melanjutkan apa yang kumulai disini. Terlepas dari apapun yang akan terjadi tigabelashari kedepan.

Sudah enam bulan, sejak aku terakhir kali menulis hari-hariku. Dan menceritakannya pada kalian semua, Mungkin kalian penasaran bagaimana kabarku, mungkin juga tidak peduli. Tapi, biarkan aku kali ini berbagi sekali lagi. hehe

Enam bulan ini kurasakan sibuk sekali, aku sibuk mengurusi perpindahanku kepergianku. Hehe
Keinginan yang lama muncul ini kini semakin mencapai klimaks setelah banyaknya bolak-baliknya hati. Dan kini aku mantap, untuk tidak menetap.

Diantara banyak hal yang ingin kuceritakan, hal yang paling ingin kugarisbawahi disini adalah kisah asmaraku yang tidak kunjung menemukan akhir yang bahagia, huhuhu. Hubungan dengan Mr. Sparkling Eye harus kuakhiri karena aku tersadar dia hanyalah sebatas bintang berkilau d…

Sebuah Tujuan: Maafkan aku

Kutulis ini untuk aku, diriku sendiri
Sebuah jiwa yang nampaknya mulai lelah
Maaf ya, kali ini perjalanan menyeret kita pada kesulitan yang bertubi-tubi

Sebuah Tujuan: Keraguan

Assalamualaikum

Siang ini, ku ketik tulisan ini beserta sebuah perasaan yang akhir-akhir ini kerap menghampiri. Sebuah perasaan ragu-ragu. Perasaan untuk takut tidak memanfaatkan waktu. Takut kalau ternyata aku salah melangkah, Takut jikalau aku mengecewakan.

Kutulis ini di kantor, sembari menunggu berkas fotokopi yang sedang diambilkan oleh dua partner ku; calvin dan glady. dua remaja SMA yang menjadi partnerku beberapa minggu ini di kantor. Oh iya, Ini adalah tempat ketiga yang kusebut kantor setelah sebelumnya kantor selalu berarti Campang, Base kami para WB* yang kantor itu telah memberhentikanku. Dan kantor kedua, yang paling aku suka, Kantor B* cabang provinsi lampung. Kantor yang aman dan nyaman, hmm. walaupun aku kesana hanya beberapa kali, hihi. Dan, here I'am, Kantor Jasa Akuntansi, sebuah kantor milik dosenku sendiri. Dengan aku yang bisa mengetik ini sembari nyantai. Ahehe

Tadi pagi, aku bertemu Bu Asih, Ibu dari Ami, seorang anak lucu yang merupakan keponakan dari ib…