Langsung ke konten utama

Postingan

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.
Postingan terbaru

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

Catatan Kecil Untuk Calon Dosen

Assalamualaikum
Hari ini adalah satu dari banyaknya hari setelah wisuda. Kerja, begitu aku menyebutnya. Aku yang biasanya pergi ke pasar untuk survei lalu melanjutkan pekerjaan ke kantor, hari ini berganti profesi. Mencicipi profesi lain, menjadi pengawas ujian. Alhamdulillah, sebuah kesempatan baru bagi lulusan baru seperti saya hehe

My Undergraduate Story : Perjuangan Akhir

Assalamualaikum,
Ku tulis ini di kantor yang lagi sepi. Biasa, akhir bulan dan ini musim tutup buku. Jadi kami yang biasanya kerja keras akhir-akhir ini sudah tidak punya kerjaan lagi. Atau biasa disebut gabut. Segelas teh hangat juga kini telah menemaniku. Tumben, hehe. Biasanya aku tidak punya waktu untuk santai karena selalu terkejar deadline. Alhamdulillah. ada hari sesantai ini yang bisa ku nikmati. Tapi di post ini, aku mungkin tidak akan menjelaskan detail pekerjaanku. Kali ini aku akan melunasi hutang ceritaku, soal pergulatanku ketika masih mahasiswa, hehe.

Maha Benar Allah, dengan segala firman-Nya

Kutulis ini diatas atap, hehe iya. Atap rumah orang tua ku. Sangking bahagia nya, sangking bersyukur nya, sangking tidak bisa lagi berkata-kata. Tidak menyangka bisa duduk diatas, melihat atap rumah orang dengan perasaan aman, karena rumah diatas. MasyaAllah . .

My Undergraduate Story : Sanwacana Online

Tulisan ini ditulis dari aku yang baru numpang makan di rumah keluarga Pak Rajino, seperti biasa. Kalau rindu rumah, atau stres, atau apapun yang terjadi.  Rumah ini rasanya seperti rumah yang jadi tempat singgah untuk mengisi kembali pundi-pundi semangat. Juga aku yang baru saja melihat mu melintas, is that you? Hehe