Langsung ke konten utama

maaf dan terima kasih, untukmu


bukankah menjaga diri sendiri saja sulit (?)
Teruntuk kamu yang kesulitan menjaga cinta dalam diam
Teruntuk kamu yang punya berjuta masa lalu yang tidak manis
Juga teruntuk kamu yang mendambakan masa depan yang manis juga dengan orang yang parasnya manis J

Sebelumnya aku ucapkan terimakasih untukmu yang menjaga perasaan mu selama ini
Juga berjuta terimakasih ku untuk setiap bagian kebaikanmu yang tak terhitung banyaknya
Terimakasih karena berusaha memendam dengan segenap kekuatan dan tetap bertahan dengan semua kebaikan…
Sebuah rasa syukur yang tak terhingga mungkin harus aku ucapkan, 
karena sampai hari ini Allah masih mengizinkan ku bertemu denganmu
Orang yang tak pernah aku duga sebelumnya.
Orang baik yang selalu bersedia membantu semua kesulitan yang aku alami

bahkan ketika aku ditengah semua himpitan badai yang menyesakkan kala itu
Ditengah banyaknya tekanan yang harus ku hadapi kala itu, dan kamu tetap ada J
 terima kasih yang tak terhingga akan selalu aku ucapkan untuk orang luar biasa sepertimu..

Aku mengerti betul bagaimana dunia ini membentukmu,
Bagaimana masalalu mu benar-benar berperan banyak hingga sekarang
Aku mencoba merangkai setiap cerita dan menyambungnya menjadi satu benang merah
Menarik satu kesimpulan dari setiap kepingan cerita yang kau ungkapkan selama ini

Tentang apa penilaian ku kepadamu
Tentang bagaimana kesimpulan yang aku ambil dari mu
Itu bukan satu poin yang penting saat ini
Bukan hal yang ingin aku bahas disini
Dan bahkan, aku tidak akan membahasnya dimanapun
Sampai tulisan ini diterbitkan sekalipun, dan sampai jutaan pasang mata mungkin membacanya
Aku tidak akan menuliskan seperti apa benang merah yang aku ambil

Kamu,
Yang sejauh ini bersusah payah melakukan semuanya J
Yang selama ini telah berjuang banyak J J
Yang selama ini merubah diri bahkan demi orang yang tidak penting sepertiku L
teruslah menjadi orang baik
tetaplah melakukan setiap kebaikan hati yang tidak terlihat itu
tetaplah seperti ini, pun mungkin bukan untukku

Aku ingin menyampaikan jutaan permintaan maafku
Atas apa-apa yang aku lakukan
Atas setiap tindakan dan sikap ku yang keterlaluan
Juga mungkin setiap paksaan perubahan yang mungkin kamu rasakan berat.

Maafkan aku,
Mungkin kita harus berhenti.
Bukan sejenak, tapi untuk waktu yang lebih lama
Untuk waktu yang tidak ditentukan kapan berhenti
Karena kamu harusnya tau,
Memperbaiki perak, harusnya tidak merusak kebaikan mutiara
karena kamu juga harus mengerti,
janji Allah tidak ada yang palsu
Setiap yang baik, akan dipertemukan dengan yang baik :)  




Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.