Langsung ke konten utama

Untuk-ku yang akan tiba dimasa ini

.Thank you for this picture.


Taqobbalallahu minna wa minkuummmm…
Mohon maaf lahir dan batin semua. Selamat hari raya idul fitri 1438 H

Well ngga kerasa ya, Ramadhan yang selama satu bulan, yakni 29 hari terlewati. Setelah melewati bangun sahur yang terkaantuk-kantuk, godaan es teh dan mie instan yang tiba-tiba menyiksa, juga dengan hawa nafsu akan makanan saat berbuka. Suasana solat tarawih yang selalu dilakukan di Ramadhan pun terlewati, kelipatan pahala yang semilir bak angin pun kini telah lalu.

Tibalah kita di 1 Syawal. Dan itu artinya? Lebarann!!! Yeeee finally kita lebaran. Adaa yang senang karena tidak lagi harus berpuasa, ada yang senang karena bertemu sanak family yang jarang ditemui, ada pula yang senang karena itu artinya pundi-pundi keuangannya akan terisi secara baik, I mean THR :D

Silaturahmi yang selalu dilaksanakan di Indonesia ini membawa banyak keberkahan. Baik dari sisi
melunturkan dosa-dosa karena saling memaafkan, juga dapat menyambung tali silaturahmi yang sebelumnya terputus, dan juga dari adanya THR (Tunjangan Hari Ray).  Aaa berkah sekali yaa.. FYI: I’m stiil get THR even my age was 20. Haha Thanks God was give me a young face :)
*Saya sengaja memperjelas THR yang saya maksudkan apa, karena dimasa ini banyak yang menafsirkan THR bermacam-macam. Mulai dari Tugas Hari Raya hingga Ta’aruf Hari Raya.

Well, karakter orang Indonesia yang ramah, selalu ingin tau, dan selalu peduli pada orang lain, kadangkala membawa efek yang tidak menyenangkan loh. Walaupun tidak selalu menyebalkan, namun kepeduliaan di waktu dan di urusan yang tidak tepat nyatanya membawa banyak masalah. Dengan tanpa maksud menyinggung, dan menyakiti budaya bangsa, saya disini akan memberikan sedikit percontohan.

Ini adalah kisah yang saya alami sendiri. Ralat, maksud saya, saya mendampingi teman saya mengalami ini. Teman yang sudah lumayan ber-umur hahaha. Jangan tanyakan berapa umurnya yaa. Karena saya tidak akan membeberkan detailnya.

Di hari raya kemarin, seperti biasa. Kami berkeliling sekitar rumah kami untuk bersilaturahmi dan meminta maaf kepada semua yang mungkin saja telah kami sakiti hatinya. Satu persatu rumah kami masuki dengan wajah riang dan gembira. Semuanya berlangsung baik-baik saja. Sampai pada akhirnya, pertanyaan yang lumayan ‘abstrak’ pun menghampiri teman saya. And you know what question is it? I’ll give you know. The question is…. “Kapan Nikah?”
Bagi saya yang masih terbilang muda, mungkin tidak akan menanggapi pertanyaan seaneh ini. Karena yaa… semua orang tau saya masih terlalu muda untuk menikah. Selain itu orang-orang pun tau saya masih menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi. Namun, saya menyaksikan sendiri betapa menyiksa pertanyaan semacam ini bagi teman saya (FYI : dia lebih tua dari saya, saya biasa memanggil dia kakak). Dia hanya menanggapi dengan tawaan renyah yang saya tau betul di dalam hatinya tak serenyah itu. Sebagai temannya yang cukup dekat, saya tau betul bagaimana perasaannya walaupun tanpa diungkapkan.

Saya berpikir, kenapa harus bertanya demikian? Yaa walaupun pertanyaan itu hanya candaan, namun apabila yang bertanya banyak orang? Did you still thinking that is just joke?
Saya merefleksikan diri sejenak kemudian terfikirkan untuk menulis ini. Mungkin saja suatu saat nanti saya ditanyai pertanyaan yang sama. Dan saya akan membuka tulisan ini. Hahahahah (preventif mode on).
Tulisan ini untukmu, yang berumur. Juga untukku suatu saat nanti yang akan menjadi berumur.

Tuhan tau, tapi Tuhan ingin kamu menunggu
Bukan doamu yang tidak di dengar-Nya
Bukan pula karena kamu terlambat hingga teman-temanmu terkesan mendahuluimu
Percayalah semua berjalan di rutenya masing-masing.
Pernikahan memang menyempurnakan iman, tapi jangan karena terburu-buru mencari imam kamu lupa hakikat sejati imam adalah yang mampu membimbing
Jangan menggantung harapan pada dia yang bisa berhianat kapan saja
Karena seburuk-buruknya pengharapan adalah berharap pada manusia.

Tetap berdoa, tetap meminta pada-Nya
Mintalah yang terbaik, yang mampu membimbing
Yang menyayangi mu, seperti harapanmu
Jangan lelah berdoa, jangan putus harapan..
Karena dia yang telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan
Karena dia yang telah menulis qodar manusia bahkan 500 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan.
Kamu, tidak mungkin selamanya sendirian.
Kamu masih kuat menjalani ini.
Dan kamu memang mampu untuk ini.
Percayalah, kamu kuat untuk bisa selalu menunggu

Selalu ingat bukan hanya kamu yang diuji
Coba ingat lagi berapa patah hati tersulit yang kamu alami
Berapa banyak kesulitan hidup yang sudah kamu lewati
Hal-hal sulit selama ini, yang sakitnya melebihi patah hati.
Allah benar, dia tidak akan menguji melewati batas kemampuan manusia
Ini mungkin sulit bagi wanita sekuat kamu, yang hanya bisa menunggu
Tapi kumohon, bersabarlah..

Perbaiki dirimu selagi menunggu, bahagiakan jiwa dan alihkan pikiran pada objek lain
Sayangi sekitar dan bahagiakan mereka yang selama ini ada disekitarmu
Jangan menyalahkan siapapun, apalagi menyalahkan Sang Khalik
Ini bukanlah ketidak-adilan Tuhan
Bukan,, sama sekali bukan..
Juga jangan salahkan dirimu sendiri
Ini bukan salah siapapun..

Aku yakin kamu telah berupaya, tapi jika dia belum juga datang
Percayalah, Tuhan hanya memintamu untuk sedikit menunggu
Dia sedang menyiapkan skenario terbaik untukmu

Percayalah, Dia Maha Tau, Maha Baik, Maha Mendengar, Maha Melihat, dan semua yang terbaik ada pada-Nya



Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…