Langsung ke konten utama

Another story from Medan

Thanks, Garuda Indonesia~

Horas bah!!
Well finally saya kembali menginjakkan kaki di Lampung. Kali ini saya mau ceritain kegiatan saya selama 7 hari di Kota Medan.
Sangat bersyukur bisa menginjakkan kaki di kota besar itu. I'll start it from megahnya Bandara Internasional Kuala Namu, Mewahnya Sun Plaza, sampe tenangnnya Hotel Danau Toba Intermasional. (bilingual mode on)

Mimpi kesini aja ngga pernah, tapi Allah bener-bener Maha Baik
Taken by: temen sekamar
Well, saya disana ngikutin kegiatan workshop penulisan skenario yang dibikin sama pusbang film kemdikbud. Acara yang seru yaa walaupun cape banged karena istirahat yang minim. Saya ngga mau nyeritain bagian-bagian menyedihkan, karena kenangan harusnya berisi banyak keindahan. Saya mau cerita bagian-bagian seru aja yaa.
1.


Ini teman-teman kelas saya mulai dari ujung aceh sampe lampung hihi. Saya bener-bener terpana sama gaya ngomong mereka yang khas. Kak luky dan kak ona dari aceh yang khas melayu bangettt. kak Fajar dan kak clara dari palembang yang gaya becuko becuko nya khas. Kak haqy dan kak jeje yang dari medan tentu khas banget sama bataknya, juga kelompok padang squad yang suka bikin geleng-geleng kepala karena saya ngga ngerti mereka ngomong apa. haha

Mereka semua ini asli seru-seru banget, saya juga mencicipi makanan khas daerah mereka masing-masing yang nyatanya enak-enak. Mereka juga baik dan kompak. Kadang kalo kami stres, kita suka duduk di pojokan terus main kartu bareng kak abi, yes.. kak abi yang dewasa ini malah ngajakin kita mainan kartu yang saya bahkan lupa kartu apa itu, yang jelas kekeluargaan kami benar-benar tumbuh dalam waktu yang sangat singkat.

2. 

Ini 2 dari 3 tutor saya. Yang pake baju item biasa kami panngil kak pidi. yang pake baju kotak-kotak kita biasa panggil mas damas. dan ada satu lagi tutor kita yang namanya kak abi. Ketiganya seru banget loh. Dan sebagai pengajar mereka punya ciri khas masing-masing. 

Kak pidi misalnya, kalo telat satu menit aja kita bakal disuruh beli makanan sekelas. Saya pernah telat lalu iuran beli bolu meranti sama temen-temen lain yang juga telat yaa pada akhirnya dimakan bareng sii. Kalo mas damas, dia suka ngasih contoh-contoh gitu yang gampang diterapin. Terus dia bisa menyimpulkan kalo kelas kita banyak sastrawannya bukan penulis skenario, haha
Kalo kak abi (rahabi mandra) dia teliti banget, ada 2/3 typo aja di skrip, dia langsung move ke anak lain untuk di koreksi, hal ini bikin kita gemez karena typo kadang lebih dari itu saat skrip kita masih dibaca sedikit.
Dan walaupun gitu, ilmunya mereka luar biasa dalem. so gratefull to meet them.

3. 

Ini satu tempat bagus banget di Medan. Si bolang namanya. Tempat makan duren yang ciamik banget. Dan fyi, kami kesana jam 11 malem naik go car dan pulang tengah malem dengan jalan kaki rame-rame. Seru banget karena kami bisa nikmatin kota medan di tengah malam yang lumayan horor. 
berita sedihnya adalah, Saya disana cuma ke sun plaza, ke bolang duren, dan ke tempat bolu meranti, bika ambon zulaikha itu juga buat beli oleh-oleh. Pokoknya superr padet.

4.

Ini temen kamar saya selama seminggu. Namanya kak Ayu. Orang medan yang juga jadi peserta terbaik pertama acara kemarin. Kak ayu ini hampir mirip dengan saya. kita sampe kompak nyumputin Teh,gula, juga peralatan mandi kamar cuma buat dibawa pulang wkwk. kita juga sering kesiangan dan ngga kebagian sarapan di hotel :( pokoknya kak ayu daaa bestt :* semoga kita ketemu lagi yaa kak dilain kesempatan.


Satu minggu saya disana menjadi pengalaman yang berkesan. Terlepas dari ilmu yang saya dapat sangat banyak, saya juga jadi kenal orang lebih banyak. Disana saya bukan cuma belajar tentang cara nulis skenario yang baik, tapi juga belajar memahami betapa hebatnya skenario Allah buat saya bisa sampe ke tempat ini.

Oh allah, Alhamdulillah....

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Bicaralah, mungkin orang lain mengerti

Siang hari, 15 Agustus 2017

Siang ini saya baru saja menyelesaikan ujian susulan matek, yahh.. Matematika ekonomi. Ujian susulan karena kasus yang bener-bener memalukan kemaren. Di post sebelumnya saya udah ceritain kasusnya (kalo udah baca).