Langsung ke konten utama

Apa arti mantan (pacar)?

Am just loving myself more than anyone, and its enough.

Tulisan ini saya tulis langsung ketika saya benar-benar terusik untuk membahasnya. Karena hal ini berhari-hari bergelayut dalam pikiran. Sebuah pertanyaan menohok yang membuat saya terus-terusan berpikir dan akhirnya terbawa menjadi mimpi buruk dalam tidur.



Mantan, satu makhluk yang selalu
dihindari banyak kalangan. Mahluk yang dibenci, dijauhi, dan dianggap tidak ada dalam kehidupan. Namun, saya tidak berpikiran hal yang sama, pun tidak sependapat dengan semua perdebatan dan ejekan mengenai mantan. Karena bagaimanapun juga dia tetap seseorang yang pernah kita sayangi seutuhnya. Terlepas dari kenyataan bahwa saya telah mengikhlaskan semua yang terjadi, saya tetap tidak bisa mengelak bahwa sosok ini adalah salah satu yang paling bersejarah dalam kehidupan.

Disini saya tidak akan menjelaskan deskripsi mantan (read: satu-satunya yang pernah saya sebut pacar). Juga tidak akan bernostalgia cerita kami, atau curhat panjang lebar mengenai alasan kami berpisah. Bukan.. bukan itu.

Cerita ini saya tuliskan karena sebuah kejadian menggelikan terjadi dalam percakapan kami via chat beberapa waktu lalu. Saya yang memang terbiasa atau tepatnya membiasakan diri untuk biasa saja (apasihhh -_-) sesekali membalas chatnya mengingat saya telah mengikhlaskan dan memaafkan semua yang terjadi pada kami di masa lampau.

Untuk memudahkan, biar saya beri inisial dia M untuk Mantan. Dan B untuk Bidadari (re: saya sendiri) hahahaha

* Chat sebelumnya rahasia perusahaan*

B : Pelit kok gak ilang-ilang.
M : Masih dikata pelit, nanti kalau udah punya duit sendiri, kamu tak traktir.
B : Nah, Real kok. Haha dan pada saat itu, situ udah punya istri.
M : Masih lama, 10 tahun lagi. Doain aja tahun depan udah kerja (FYI: dia mahasiswa tingkat akhir)
B : Ehh buset, keburu gue yang nikah.
M: yaa cewe kan gak masalah nikah cepet juga. Emang siapa yang mau nikah sama kamu? 

*hening dengan soundtrack galau*

Tulisan yang saya block diatas benar-benar mengusik saya, bukan hanya karena isinya yang menohok, tapi juga tentang siapa yang mengucapkannya. yaa walaupun saya tau ini hanyalah candaan belaka. Mantan, faktanya adalah orang yang pernah bersama kamu dan mengerti dengan semua tingkah baik-burukmu. Bisa saya katakan, dia adalah orang yang pernah benar-benar memahami baik dan buruknya saya. Hal ini karena saya tidak pernah berpura-pura untuk orang terdekat. 

Saya berpikir, seburuk itukah saya? tidak pantaskah saya mendapat yang terbaik suatu saat nanti? hingga pertanyaan-pertanyaan negatif lain menggaung dalam pikiran. 

Saya merefleksikan diri sejenak, berpikir dan terus mencari jawaban terbaik. Hingga akhirnya saya sampai pada kesimpulan....

Saya akan mencintai diri saya sendiri, tidak peduli akan ada atau tidak orang spesial itu dalam kehidupan. Saya akan terus membahagiakan diri tanpa merepotkan dan bergantung pada orang lain. Saya akan terus mengejar mimpi-mimpi dan impian saya. Mengejar setiap ambisi dalam kehidupan, dan tak lupa akan selalu berusaha memperbaiki hubungan dengan Sang Khalik. 

Saya sepenuhnya percaya, bahwa Allah sudah menuliskan takdir yang benar-benar indah. Semua cerita pahit di masa lalu, kejadian sulit di masa sekarang, dan semua yang terjadi adalah dalam kehendak-Nya. Karena.... 
Setiap sakit hati akan memberikan kekuatan
Setiap kesalahan akan memberikan pelajaran
Setiap kerja keras akan berbuah manis
dan Siapa yang terus berjalan di jalannya, dia akan menemukan impiannya.

Harusnya setiap diri kita memahami, masalalu bukanlah sesuatu yang harus di benci, Bukan pula sesuatu yang harus terus dan terus dipaksa lupa. Setiap kesalahan bisa di perbaiki. Setiap dosa bisa diampuni, dan setiap kita adalah manusia biasa. Jadi? haruskah berlaku tidak adil pada dia yang pernah mengisi hati?

Jalanmu, Jalannya, mungkin sudah jauh berbeda sekarang.
pernah berjalan di jalan yang sama, Namun terpisah di persimpangan lain. 
atau salah satu berhenti saat yang lain masih ingin terus berjalan. 

Perpisahan mungkin akan jadi hal terburuk dalam hidup, tapi ingat itu bukan yang paling buruk.
Dan perlu diingat.
Masih sendiri, bukan berarti tidak bisa melupakan
Masih menghubungi, bukan berarti mengharap balikan. 

Juga ada yang harus mengerti, 
Bahwa ketulusan tertinggi berada ketika kamu mampu memaafkan dan mengikhlaskan semuanya
Bahwa tidak bersama adalah sebuah takdir yang tidak bisa di elakkan.
Bahwa takdir yang digariskan Tuhan, adalah yang paling baik.

Untukmu, seseorang yang pernah mendorong dan menemani hingga aku berada di titik ini
aku bersyukur bahwa kekhilafanku adalah padamu.
bahwa cintaku pernah berlabuh disana walaupun akhirnya tidak selalu bersama
- Terimakasih -


#BukanEndorse


Suatu hari nanti, reuni indah yang diciptakan-Nya akan mempertemukan kita. Entah dengan masih sama-sama sendiri. Sama-sama berpasangan. atau bahkan sama-sama bergandengan tangan. hhhhh... pilihan terakhir jangan dimasukan dalam list :D
Sampai jumpa dipuncak mimpi masing-masing. semoga aku, kamu, dan kita semua selalu bahagia meski tidak bersama. Eaaaaaa :D :D :D

Selalu ingat cintai dirimu sendiri, bahagiakan diri sendiri, jangan dengarkan semua komentar negatif yang tidak benar adanya. terlepas dari siapun yang mengatakannya, (apalagi itu dari mantanmu, yang sudah kehilangan update tentang dirimu) :D . Sayangi mereka yang di sekelilingmu. Mencintailah sewajarnya, Membenci secukupnya, dan ingat Tuhan sebanyak-banyaknya.




Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.