Langsung ke konten utama

Is It You?

Tidak mampu dikatakan dengan kata, tidak pula dengan hati.

won't you be my BFF and ever?
won't you be my partner after this world?
Raef - You are the one

Malam ini, malam sebelumnya, atau bahkan selanjutnya diratusan malam lain. Aku berpikir tentang sesuatu yang tidak bisa kupikirkan. Kesalnya, hal ini justru jadi sesuatu yang selalu aku rasakan. Tentang aku yang kelelahan mengejar semuanya, tentang aku yang terseok-seok menggapai impian, atau bahkan justru karena aku yang terlalu tinggi menetapkan target?

Selagi menulis ini, aku bahkan
kebingungan. Kata apa yang harus ku gunakan untuk menjelaskan. Huruf apa yang akan memulai kata itu, hingga bahkan jika ditanya berapa banyak komposisi huruf yang kuperlukan, aku mungkin tidak mampu menyebutkannya. Aku berjalan dalam kebingungan panjang, mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang seringkali mengusik pikiran. Aku bertahan dalam kesendirian yang sedikit menyiksa. Beberapa pertanyaan mengaung di udara tanpa pernah bertanya apa aku bersedia menjawab. Bahkan rasanya, untuk mendengarkan saja aku tidak bisa karena semua terlalu memusingkan.

Tapi, ku temukan jawabannya. Sialnya, iya datang dalam bentuk sebuah pertanyaan lagi. 
Bagaimana cara menggapaimu? 
Muncul lalu menguap dan membunuh asa. Aku berpikir sebuah cara yang diluar nalar. Hingga aku sadar tak mungkin ku gapai karena kau diatas awan dan aku hanyalah ulat yang menggeliat karena panasnya mentari.

Apakah aku hanya bisa seperti ini? pantaskah? 
bisakah kubilang kamu dalam hitungan angka? Jika iya, maka aku akan menjelaskan berapa poin ku dan berapa milkmu.
Dalam skala 1-10. Aku akan berkata, kamu +5 dan aku -2. 

Jadi? mungkinkah aku menyusul ketertinggalan ini? sedang kita dalam jarak yang terbilang jauh. 
Jangankan mengukur jengkal jarak, sekedar berkata "hai" dalam dunia nyata pun aku harus mengumpulkan banyak adrenalin. 
Tahukah? bahwa aku memandang dalam jarak, bahwa aku berdoa dalam diam, bahwa aku terjebak dalam rasa yang tak bisa ku ungkapkan. 

Tapi, itukah kamu? 
atau aku harus bercermin ribuan kali dan berkata "inilah aku"

Pertanyaan demi pertanyaan muncul, sebagai retoris juga sebagai essai yang harus dijawab. Inginku berkata tidak mungkin lalu menyerah. tapi apakah itu mungkin? sedang menghilangkan kamu berarti menghilangkan sosok penyemangat. Lalu bagaimana? sedang memilikimu menjadi ketidakmungkinan yang hakiki. 
Tidak bisakah kamu sedikit turun? atau mengurangi langkah? agar kita bisa sedikit seimbang. Agar aku bisa berlari tanpa menyiksa terlalu banyak. 

Bisa?

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…