Langsung ke konten utama

Most Acceptable Person

seems like?

Terkadang aku malu ketika aku terlalu meledak, tapi kamu juga tidak pernah mengeluh soal itu dihadapanku. 
Kamu ingat pertama kita kenal? aku tidak. Tapi yang jelas diawal-awal perkenalan, kamu mengacuhkan aku, seolah aku menggangu ketenangan hidupmu. Tapi sekarang, kamu memasukan sedikit demi sedikit ketenangan dalam hidupku.

Malam ini saya baru pulang dari suatu kegiatan rutin yang selalu saya jalani. Yaa... sesuatu yang tidak perlu saya sebutkan apa. Harusnya setelah pulang, saya menyelesaikan menonton film Reply 1988 yang di rekomendasikan mba iim dan mba upi, tapi saya malah menulis ini (saya takut lupa, hehe). Atau saya juga seharusnya menulis lanjutan clue 'is it you part 2'. Tapi kejadian tadi magrib sepertinya mengilhami tulisan ini.

Sudah lama tepatnya, sudah sangat lama saya ingin menulis tentang kamu di blog ini, hanya saja saya masih sering bingung apa yang harus saya tulis tentang kamu sedang saya tidak tau banyak hal tentang kamu. Saya akui memang, kalau kita sering bercengkrama dalam keseharian, tapi percakapan kita tidak lebih dari bahasan curhat saya (yang tidak penting) atau tak jarang kita hanya bercanda tanpa arah yang jelas. Saya sulit mengingat kapan kamu yang bercerita tentang harimu yang berat, tentang mata kuliahmu yang menyiksa, atau tentang katingmu yang senior itu, ahhh nyatanya saya tidak tau apa-apa tentang kamu.

Kamu, iyaa kamu. Ahh.. bukan. kali ini aku bukan lagi bercanda seperti kita biasanya. Aku juga menulis ini karena aku yakin kamu tidak pernah membaca blogku kan? haha isinya memang tidak menarik ko, kamu tidak perlu baca. Lagipula kamu bisa tau "my new day" ku yang sebenarnya, karena aku selalu meledakkan semua bom atomku kepadamu, 
*maaf ya.. kamu jadi semakin kerepotan karena aku yang terlalu sering mengusikmu untuk hanya sekedar mendengar ceritaku.

Well, kata yang paling ingin ku ucapkan padamu selalu berbunyi terimakasih. Aku tidak tau berapa banyak kamu menolongku (setidaknya dalam beberapa bulan terakhir). Berapa kali aku yang tidak tau diri ini meminta kamu jemput tengah malam, memintamu untuk membelikan makan, atau bahkan membuatmu harus tidur larut karena curhatku tak kunjung usai. Kamu juga pasti sering kerepotan karena aku sering meminta nasihat, dan letak repotnya adalah kamu harus memilih kata yang benar-benar lembut untuk tidak menyakitiku. 

Aku meledak-ledak, sering marah karena alasan simple, menangis karena berbagai beban hidup yang harus kutanggung sendiri. Dan kamu, adalah orang santai tersantai yang pernah aku kenal. Kamu juga begitu damai ketika menanggung beragam beban. Katingmu pasti benar-benar galak kan? bahkan aku rasa satu kampus tau kalau jurusanmu sungguh berat. Aku juga yakin tekanan hidupmu sangat banyak lebih banyak dari yang aku pikir. Yaa walaupun aku tidak tau seberapa banyak karena kamu tidak pernah bercerita. 
*Aku juga tidak menginginkan kamu bercerita kok, karena bagiku... ketenangan dan ketegaranmu benar-benar membuatku kagum terpesona.

Aku jadi ingat sesuatu. Pernah satu kali, kamu tertimpa suatu masalah yang menurutku benar-benar berat, tapi kamu tetap bisa tertawa seolah tidak ada apa-apa. Orang-orang menghiburmu, menguatkanmu, dan mendekat padamu untuk meyakinkan kamu baik-baik saja. Bahkan semakin keras orang berusaha menghiburmu, kamu justru semakin menunjukan kamu baik-baik saja. Kamu tau? aku merasa benar-benar butuh penenang semacam ini. 

Benar yang mba iim bilang "kamu adalah orang yang mampu membuatku tenang".

Aku sering sekali  mengingat bagaimana kamu memberi nasihat yang tidak sedikitpun menyakitiku, meladeniku seperti orang tersabar di dunia, menenagkan tanpa pernah berkata kasar, dan lagi ajaibnya kamu bisa menebak semua bantahan yang akan aku keluarkan (aku benar-benar malu). Di depanmu, aku terang-teranngan mengakui kebodohanku dalam berbagai hal, aneh memang mengingat aku selalu menunjukan yang terbaik terlebih pada lawan jenis. Mungkin usia kita yang tak terpaut jauh membuatku merasa kita benar-benar bisa berteman. Bahkan secara bulan, aku lebih tua 4 bulan darimu. 

Aku pernah berterimakasih padamu kan? alasanku adalah karena kamu kembali membuatku percaya pada laki-laki. Tapi sebenarnya bukan itu. Alasanku jauh lebih rumit dari apa yang aku utarakan. Aku berterimakasih karena dengamu philofobia ku sedikit berkurang (aku berharap bisa sembuh). Bertahun-tahun aku mengalami ketakutan untuk jatuh cinta pada orang lain karena takut ditinggalkan. Hal ini membuatku menjauhi seseorang ketika aku mulai merasa dekat dan bersahabat dengan lawan jenis. Tapi bertemu kamu, aku jadi diriku lagi, tertawa sekeras dulu, bahagia seperti dulu, dan merasakan lega untuk setiap masalah yang aku pikul, kamuu benar-benar menyembuhkan. Denganmu aku bisa tertawa, bercerita ini itu sampai hal-hal tidak penting. Denganmu aku berbagi keseharianku yang sungguh tidak penting ini. Tapi kamu lagi dan lagi, mendengar tanpa mengeluh, menasehati tanpa menyakiti. Untuk itu aku beritahu: aku benar-benar tenang mengenalmu.

Aku tenang tanpa takut kehilangan. Karena memilikimu juga rasanya ketidakmungkinan, aku tau kamu adalah makhluk yang didambakan orang lain. Aku? adalah orang yang mendekatimu dalam maya, juga dunia nyata. Menyentuhmu dalam doa pun aku tak sanggup, ini bukan aku meremehkan kuasa Allah, hanya saja. aku tidak akan kuasa jika aku berharap lebih padamu. Dia... jelaslah orang yang tepat untukmu. bukan aku yang meledak-ledak ini. 
Tapi bagiku, selama kamu masih disini untuk membantuku, aku pun ada disana untuk membantumu. 

Dan baru-baru ini aku tau, kamu ternyata ngga bisa disogok yah? haha. Kemarin kamu ngambek dan kita berdiam hampir 2 minggu. Dan ternyata sogokan makanan tidak lantas membuatmu mereda. Hahaha..  ternyata Kamu lucu! Ini tidak adil, bagaimana kamu bisa nampak terlihat 'love-able' di mata semua orang. Bagaimana mungkin aku bisa tertawa dengan riangnya bahkan hanya dengan  melihat foto-foto mu yang konyol namun tetap 'sangar'. Ahh.. ini benar-benar curang.

Sebanyak apapun yang kuberikan, rasanya tidak akan mampu membuatku cukup berterimakasih karena membantuku menyembuhkan fobia mengerikan ini. Tapi aku tidak akan bosan untuk selalu berkata 
-TERIMAKASIH-

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…