Langsung ke konten utama

The Special One

What kinda cake is it? wkwk


Teringat akan masa laluYang kita lewatiTerasa indahSejuk meresap di dalam sanubariWalau luka sempat singgahHadapi bersamaBahagia slalu di hatiku
ASAP-Ingatkah Kamu





Kemarin, aku pergi ke
kosan lama ku. Tepatnya kosanku yang penuh kenangan. Aku kesana bukan dengan maksud yang kosong, aku pergi kesana sebab ingin menemui salah satu temanku, dia Charisatus Sidqotie. Aku memang biasanya merutinkan berkunjung kesana, untuk curhat, untuk makan, atau bahkan untuk sekedar tidur bersama dia. Namun yang ku temui malah membuatku sedih. Dia kutemukan dalam keadaan yang sungguh tidak baik. Sekilas, kalian akan melihat kalo dia terlihat baik-baik saja seperti biasanya, tapi aku tau dengan pasti dia remuk redam mempertahankan dirinya agar terus terlihat baik.

Dia flu, juga sedikit demam, namun tetap terus mengerjakan tugas kuliahnya. Yaa,, ku akui, jurusan yang dia ambil memang berat, dan jika kamu tau pun kamu pasti akan meng-iya-kan perkataanku ini. Kamarnya sedikit kacau, tak seperti biasanya. Beberapa kertas ada dilantai, bukti kalau dia benar-benar sedang belajar. 

Aku, yang memang tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan selalu gupek dan bingung tiap kali melihat orang terdekatku sakit, aku kerap kali lambat berpikir apa yang harus kulakukan, apa yang harus ku berikan, hingga tindakan asal pun sering ku lakukan. Tapi aku juga tau, Otie (begitu dia sering disapa) tau betapa aku sering melakukan hal-hal konyol yang menunjukkan kalau aku benar-benar gupek. Aku pun bertanya telah berapa lama dia sakit, dia berkata sudah lama. Dan sontak hal ini benar-benar membuatku geram dan menyesal karena terlambat mengetahuinya..

Ku lakukan apa yang bisa kulakukan, dan aku tidak bisa memberikan makanan apapun  mengingat dia berpuasa. Lalu aku menenangkan diri untuk bisa berpikir apa yang harus kulakukan selanjutnya.
Ku mulai bercerita ini itu, menanyakan banyak hal kepadanya, masalah-masalah hidup ku dan menanyakan apa yang terjadi belakangan ini padanya. Dan yaa,, kami selalu sepeti ini. 

Tiiiq, Did you ever know? setiap kali aku merasa kuliahku berat, permasalahanku rumit, dan banyak orang yang jahat kepadaku, aku akan selalu mengingat betapa kamu "fight" untuk melawan semua hal yang lebih dari hal yang aku rasakan. Aku selalu bercerita hal-hal remeh di kehidupanku, hingga akhirnya kamu memberikan saran dan cerita-cerita yang membuat pola pikirku berubah. Kita yang biasa-biasa ini selalu tertawa mengingat kita berada pada tempat yang benar-benar "wah" namun kitalah yang terlihat (sensor).

Aku suka tiap bahasan lucu kita tik, tertawa membicarakan si A, B, C, hingga Z. Aku benar-benar suka bagaimana kamu merubah banyak aspek dalam hidup ini, Aku benar-benar takjub tentang caramu merubah mindset ku yang bahkan lebih keras dari batu.

Tiiqq, aku merindukan masa-masa kita. Merindukan masa setiap pagi kamu mengomeli penampilanku yang kurang sopan, kurang menutup aurat, atau bahkan kamu tidak segan memintaku mengganti kerudung yang kupakai karena kau anggap terlalu terbuka. Aku sering meminjam jilbab mu yang lebih lebar untuk kupakai. Hingga akhirnya, semua celana jeans ku berganti dengan rok, semua jilbab tipis ku berganti jadi yang lebih tebal, bahkan jilbab langsungan untuk keluar kosanpun sekarang menjadi lebih lebar tikk. Bahkan dengan level sabarmu yang diatas rata-rata itu tiq, kamu sanggup merubah mindsetku tentang lawan jenis. Bagaimana kamu bisa mengatasi aku yang penuh dosa ini tiq?

Aku merindukan masa aku bisa mengirim pesan untuk menitip makanan. Aku juga kadang menginginkan malam yang penuh tugas kita diisi dengan perut lapar, lalu kita akan memasak mie instan di magic com. Aku juga merindukan saat malam hari kita duduk diatas loteng, menceritakan berbagai kepenatan hari itu. Mengomel sana sini untuk meluapkan setiap emosi
Hingga akhirnya merencanakan masa depan. 
Tiiq, i really miss our silly conversation.... 

Terimakasih, dokterku, perawatku, psikologku, mamaku, mbakku, teman, sahabat, saudara, semuanya. Aku benar-benar masih menangisi setiap perbedaan yang membuat kita terpisah jarak, aku selalu kesulitan tiap kali sakit, aku bahkan sering kelaparan karena lupa makan dan nyatanya hari sudah larut, aku juga sering menangis kala hidupku benar-benar tak bisa dijelaskan. 

Tiqq...
Jika nyatanya hidup harus membuat kita berjauhan, maka biarkan aku Bersyukur sedalam-dalamnya pada Yang Maha Kuasa karena telah memberikan aku seseorang sebaik kamu, yang mampu mengubahku tanpa menyakiti hati, yang mampu menyayangiku tanpa pernah pamrih, yang denganmu aku mengerti setiap perubahan menuju baik itu baik. Semoga impian kita sama-sama tercapai yaa tiqqq..
Semangat untuk hidup kita :)


Sejujurnya, kita ngga punya foto berdua. Ini juga gapapa ya? :)

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.