Langsung ke konten utama

Ajari aku kebaikan hatimu

pinterest.com

Pada hati yang aku kagumi kebaikannya
Pada jiwa yang aku impikan keindahannya
Pada aku yang kesuilatn memperbaiki diri
Padamu yang penuh cahaya


Rembulan dan matahari
Silih berganti menerangi bumi
Sang matahari bersinar dengan terangnya
Menunjukkan kegagahan kala fajar
Meninggalkan keindahan saat senja datang

Sang bulan,
Bersinar ditempatnya.
Tidak gagah, hanya sedikit indah..
Menerangi seperlunya, Bersinar sewajarnya

Aku rasa, Tuhan telah menciptakan tiga bulan
Satu di langit, yang bersinar kala malam datang
Dan sisanya bersemayam di matamu
Teduh..

Beritahu aku,
Bagaimana caramu meneduhkan mata itu
Bagaimana ia memancarkan keseluruhan hatimu..

Beri aku pantulan cahaya seindah cahayamu
Beri aku keindahan, yang serupa dengan milikmu..

Ajari aku kelembutan
Tunjukan padaku caranya mengajari diri yang tertatih
Lelah dengan hiruk pikuk kejahatan dunia
Ajari aku kebaikan hatimu
Yang meneduhkan seluruh dunia

Duniaku_

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.