Langsung ke konten utama

Bicaralah, mungkin orang lain mengerti

Yah.. harus keliatan terus bahagia :)

Siang hari, 15 Agustus 2017

Siang ini saya baru saja menyelesaikan ujian susulan matek, yahh.. Matematika ekonomi. Ujian susulan karena kasus yang bener-bener memalukan kemaren. Di post sebelumnya saya udah ceritain kasusnya (kalo udah baca).



Di kasus sebelumnya saya merutuki diri sendiri karena bener-bener bodoh dengan tindakan saya. Bahkan saat itu saya sempet meragukan kuasa Allah. Ahh saya bodoh berkali-kali..

Demi menunjukkan kalo saya gak bodoh dan gak salah. Saya belajar sampai larut. Ahelah lebayy.. mulai belajar aja emang malem (biar dramatis). Saya bener-bener prepare well, ngulang materi sampe paham, bahkan belajar materi lain yang mungkin keluar. Kali aja dosen bales dendam karena waktu itu saya berlaku curang. Astaghfirullah saya soudzon kann --____--

Paginya, saya harus pake drama males kuliah. Bener-bener males karena ujian ini bentuk kebodohan saya dalam ujian. Saya bahkan santai-santai seolah ngga ada ujian hari ini. Susah payah tertatih bangun dari kasur yang nampaknya semakin possesif (astagaaaa)

Langsung ke ujian, yes.. saya bisa Alhamdulillah. of course semua karena pertolongan Allah.
Dan dengan skenario-Nya juga saya terakhir ngumpul. Saya menatap dosen dengan malas tapi dia menyebut nama saya.. OMG, saya bingung kala itu.
Akhirnya dosen saya yang terbilang muda dan sedikit ganteng *ehm* nanya alasan kenapa saya bekerjasama pada ujian sebelumnya. Dan tanpa ragu apalagi boong (well, saya emang ngga jago boong) saya memilih jujur untuk menjelaskan kejadian sebenarnya di lapangan kelas.

Saya awalnya berpikir doi ehm, maksudnya dosen gak bakal ngerti sama apa yang bakal saya bilang. Dan ternyata dia lebih merhatiin diluar ekspektasin saya. Dia bahkan lebih toleran dari yang saya kira, ahh saya benar-benar berdosa karena udah negative thinking sama dia. Yaa gimana ngga nethink, saya diusir dari kelas saat saya ngerasa saya ngga salah sama sekali (saya kan cuma membantu orang lain) hahaha *ego ego ego

Dari ngulang ujian ini, saya bukan cuma ngerasa lebih paham sama materi. Saya malah dapet tambahan pelajaran kehidupan. What is that?

Kita perlu bicara, perlu menjelaskan ke orang lain. Karena mungkin dia bisa ngerti dan bisa bantu masalah kita.

Yaps.. ini iya banget banget banget, Selama ini saya berfikir bahwa sangat penting untuk terlihat kuat, sangat penting untuk menutup rapat masalah kita, sangat penting untuk terlihat baik-baik aja di depan semua orang. Dan saya salah, 1000 persen salah...

Saya selalu berpikir untuk jadi misterius, sampe ngga pernah cerita masalah sebenernya. Saya rela disalahkan untuk hal-hal penting, walaupun saya tau saya bisa dibenarkan kalo aja saya mau cerita. Tapi yaa.. saya lebih seneng nutup masalah dan ngubur sendiri. Bahkan kadang saya simpan sendiri sampai lupa, atau bahkan diam-diam nangis di kamar sangking udah gak tahan lagi. Atau saya tulis di blog atau diary, dengan keyakinan bakal sedikit banget orang yang tau maksud sebenernya.

Yahh. ternyata saya salah.. Bahkan berdosa
Dari mulai saya ngga yakin Kuasa Allah bisa menyelesaikan semuanya, Saya nethink sama dosen yang ngasih saya ilmu, dan saya kehilangan percaya diri. Ah.. so stupid i am..
Tapi saya bersyukur, ujian kali ini bukan ujian materi perkuliahan.. tapi juga ujian kehidupan untuk rubah persepsi. Untuk jadi lebih terbuka :D

Thanks God..
Please Forgive me :(

Komentar

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…