Langsung ke konten utama

Teruntuk Kamu di Masa Depan


Aku tau mengenalmu nyatanya akan jadi hal yang paling aku nantikan. Aku tau menunggumu dalam diam adalah sebuah kesalahan. Aku tau tulisan ini akan jadi sangat membosankan untukmu. Tapi ketahuilah, aku disini menunggu dengan bahagia. Dengan ketekunan untuk menjadi pantas buatmu. Tentu bukan hanya karena kamu, ini karena diriku sendiri.


Jodohku, aku ingin bertanya. Maka sudikah kamu menjawabnya
Jodohku, aku ingin bercerita, Maukah kamu mendengarkan dan memberikan bahu kokohmu

Jodohku, jika aku kesal.. apa yang akan kamu lakukan
Jodohku, jika aku diam, bagaimana reaksimu..

Aku berfikir tentang tempat seperti apa yang akan selalu kita kenang. Tempat apa yang menjadi awal mula pertemuan kita. Titik nol mana di bumi Allah ini yang akan kita pijaki bersama. Tempat mana yang akan membuatku tersenyum kala mengingatnya.

Pakaian seperti apa yang akan mempertemukanku denganmu. Berwarna apa? Apakah itu pink, biru, atau bahkan hitam. Dan apakah busanaku yang menarikmu, atau parasku?
Atau.. kamu telah ratusan hari melihatku dengan beragam pakaian yang berbeda, hingga kamu bingung pakaian mana yang membuatmu akhirnya jatuh padaku.

Haii..
Apakah kita sering berjumpa?
Apakah kita sering terlibat percakapan?
Apakah menurutmu aku menyenangkan?
Atau pada awalnya kita hanyalah refleksi tom and jerry di dunia nyata??




Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.