Langsung ke konten utama

Whatever you get, Just still Grateful

google.co.id
Menatap sisi balik
Menatap kertas penuh nilai itu
Muncullah angka-angka penantian
Then you see..

Good, but not great.
But yes, You should still grateful (bersyukur)

Yeah.. i know.
Saya tau
Bahkan benar-benar tau..
Itu tidak membuatmu puas.

Tapi bukankah kepuasan itu relatif
Kepuasan tidak mutlak bukan?
Jadi bagaimana?

Apakah target tidak tercapai itu kesalahan.
Bukankah yang penting adalah proses dan hasil adalah hadiahnya.
Kamu lupa? bahwa setiap hasil adalah hasil dari persetujuan-Nya
Dan hadiah dari upaya dan doamu memang seperti itu

Bersyukurlah..

Kenapa selalu menengok keatas?
kenapa selalu menginginkan sama dengan mereka
Sedang usahamu tidak sama tingginya
Sedang solatmu, ibadahmu, mungkin tak sebanding dengan mereka

Bukankah semua tentang takdir?
Setelah usaha dan doa yang mati-matian
Bukankah harusnya kita menyerahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa...

Jadi masih mau berontak dan terpuruk?

Sudahi dulu menengok keatas
Tengok yang dibawah..
Lalu rasakanlah nikmatnya bersyukur :)

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.