Langsung ke konten utama

Balada Cinta 20an


C I N T A
Siapa yang tidak kenal? Siapa yang tidak pernah merasakan? Bahkan bayi baru lahirpun bisa langsung merasakan cinta, yaps dari kedua orang tuanya. Bahkan sebelum lahirpun, kita sudah merasakan cinta, Yaps cinta Sang Khaliq....


Berbicara cinta akan memakan waktu yang lumayan panjang, bahkan mungkin teramat panjang untuk dijelaskan dan terlalu rumit untuk menjabarkan definisi secara tepatnya. Setelah kemarin saya bahas tentang perasaan yang biasa merasuk ketika 20an, kali ini saya akan membahas tentang Balada cinta 20an.

Tidak seperti teenagers (remaja), yang cintanya penuh dengan perasaan berbunga, perasaan untuk berpikir kebahagiaan selalu dan selalu, perasaan tentatif yang penuh dengan kelabilan, penuh dengan kesenangan-kesenangan semu, Cinta di usia 20an adalah hal-hal yang mulai memasuki keseriusan.

Di usia belasan, kita akan mudah jatuh cinta secara fisik, cakep dikit gebet, kaya dikit gebet, keren dikit gebet, dan semua hal berbau material dan terlihat oleh mata akan menjadi pertimbangan serius. Perdebatan-perdebatan kecil karena cemburu, tidak ada kabar, dan beragam remeh temeh tidak penting akan membuat cinta di usia belasan terasa main-main. Walaupun tidak sedikit remaja yang berpikir kedewasaan, pada umumnya cinta diusia belasan sangatlah rentan dengan hal-hal semu.

Bergerak ke Usia 20an, Cinta menjadi hal yang bukan main-main. Jatuh cinta pun terasa lebih sulit, tolak ukur kebahagiaan bukan lagi tentang wajah, status, apalagi materi (Walaupun tidak dapat dipungkiri, hal-hal ini masih dipertimbangkan sebagian orang).

Cinta 20an jadi lebih sulit, mencari orang yang tepat, mencari teman hidup, mencari orang yang akan selalu menemani kita. Tidak harus wajahnya seganteng justin bieber, tidak peduli warna kulitnya seperti apa, cinta 20an lebih mempertimbangkan banyak hal.

Keluarganya, Agamanya, Masa depannya kadang jadi tolak ukur yang lebih serius. Kadang kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit yang membuat kita sangat tertarik dengan seseorang, namun alasan agama jadi dinding besar yang menghalangi, Kadang kita telah menemukan yang kriterianya sangat pas di hati, namun keluarga tidak menyetujui, kadang tidak ada masalah keluarga, tidak juga agama, tapi ternyata waktu jatuh cinta tidaklah tepat. Ahh, ini rumit sekali.

Kadang, masa lalu datang menyapa. Mencoba menyentuh dengan kenangan masa lalu, bukannya menyembuhkan, kedatangannya malah menyulut luka yang telah lama damai. Kadang, kehidupan membuat kita iri pada sebagian orang, melihat mereka yang bahagia tanpa terlihat saling luka. Kadang kehidupan juga menghadirkan tangis di wajah orang lain, untuk membuat kita bersyukur akan kesendirian.

Cinta di 20an, mengajarkan kita banyak poin penting. Pemilihan yang penting, dengan berbagai pertimbangan yang rumit. Memilih orang yang tepat juga di waktu yang tepat. Semoga kita bisa menemukannya:)

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Diarra Queen SPA : SPA dengan konsep alam yang menenangkan

Kegiatan sehari-hari aku sebagai mahasiswa itu benar-benar padat. Belajar di kelas, ngerjain tugas, belajar kelompok, organisasi, dan beragam urusan lainnya masuk dalam rutinitas sehari-hari. Badan dan wajah kadang udah gak tau lagi deh bentuknya gimana. Minyak dimana-mana, bibit-bibit jerawat, komodo komedo udah menempel khas di wajah. Selain karena faktor polusi, ini juga karena hormon yang timbul karena stres. Apalagi di musim-musim Ujian Akhir Semester, masalahnya jadi tambah satu lagi, Mata Panda! Ewh!

Kuatlah, Wahai Diri

Assalamualaikum, Aku

Sebuah jiwa yang diombang-ambing godaan syetan. Sebuah jiwa yang terbolak-balik hatinya. Sebuah jiwa yang naik-turun semangat nya.

Memanfaatkan Momentum 11 November Untuk Self Reward

Sebagai makhluk hidup, terkadang kita bosan sama hidup yang gini-gini aja. Ngerasa gak ada perubahan atau bahkan stagnan di satu step yang membosankan. Jenuh, bosan, dan bahkan stres bisa melanda kita kapan saja. Yah, wajar dong. Kehidupan memang kadang menyeret kita ke hal-hal yang sulit. Itulah kenapa kita harus sayang sama diri kita sendiri, contohnya dengan sering memberi self reward pada diri kita ini.

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…