Langsung ke konten utama

Unspeakable Love


To my beloved friend...
Ari....


I wanna talk a lot about us, but i need you to believe this first. I want you to hear what my deep heart voice, Just trust me. I LOVE YOU, just the way you are...

Mari kita mulai ini semua dari 17 Agustus 2015, saat pertama kali aku harus bertemu dengan orang sepertimu, Orang yang aku kenal lewat sebuah jejaring sosial bernama facebook. Hallo Ari, orang yang pertama kali menegurku di facebook ketika tahu kalau kita berada di jurusan yang sama.
Jujur ku akui, aku bukanlah orang yang suka memulai percakapan. Walaupun pada kenyataannya, seiring berjalan waktu aku adalah orang yang lebih banyak bicara. Terimakasih, sudah menegurku pertama kali waktu itu, Sekali lagi, aku menyayangimu.

Rii... aku tidak bisa mengatakan ini di dunia nyata, tidak juga di depan matamu. Bukan karena semua perasaan ini adalah setingan, tapi karena aku adalah orang yang tak pandai mengungkapkan perasaan melalui lisan.

Rii.. Did you remember our 'norak' time? Having lunch in kfc, fyi: you are the first person that teach me about everything. About lifestyle, exactly..

Saat pertama dulu, semua orang hampir bilang kita kembar, karena kemana-mana selalu berdua. Dan hampir tidak punya sekat sedikitpun. Walaupun dalam beberapa kuliah harus dipisah kelas, kebahagiaan kita nyatanya tetap mampu menyatukan.

Terimakasih ya ri, sudah mengajari saya untuk hidup bergaya ke-kini-an. Jauh dari kesan norak dan ndeso ala anak kampung. Makasih untuk membuat saya merasakan dinginnya bioskop, privatnya room karaoke, juga untuk setiap perjalan luar biasa kita. Thats unforgettable ever!!!

Tapi rii, tahukah kamu...
Aku tidak bisa tidur memikirkan kita yang dalam keadaan diam ini. Memikirkan masalah yang rasanya hanya terbatas karena kita tidak memulai bicara. Tidak mencoba menyelesaikan bahkan membiarkannya. Seolah waktu bersedia membantu kita yang membeku dalam diam.

Aku kasar, Yaa, Aku sarkas? Yaaa. Aku tidak mengerti perasaan orang lain, bahkan tak jarang aku juga egois. Tapi coba dipikir lagi, semua yang kulakukan nyatanya hanya bentuk dari rasa sayang yang tak tersampaikan. Iyaa,, aku minta maaf karena telah menyakiti hati lembut itu. Tapi percaya padaku, seorang teman yang baik tidak akan rela membiarkan mu jatuh ke jurang. Dunia ini keras rii, kamu harus berubah!!!

Maaf karena aku lupa menyebutkan di awal pertemuan, bahwa titik sayangku pada setiap orang akan berada di level tertinggi ketika aku selalu mengoreksi kesalahannya (yaa walaupun caraku tidak halus). Tapi percayalah, diamku adalah tanda bahwa aku tidak peduli. Dan aku, tidak bisa berhenti peduli padamu.

Rii..
Kamu kesulitan ya? Aku ingin bantu. Tapi apa? dinding sakit hatimu nyatanya lebih keras dari usahaku.
Rii.
Coba ingat sekali saja, dimasa sulit mana aku tidak berdiri untukmu, kapan?
Bukan mengungkit ri, aku hanya ingin kamu tau, aku adalah orang yang akan selalu berdiri bersamamu tanpa pernah bertanya apakah kamu ingin ditemani atau tidak. Tanpa pernah peduli jika hanya aku yang ada menemanimu.

Tapi jika nyatanya kehidupan ini tidak mengizinkanku untuk berdiri di sisi itu, jika Tuhan tak mengizinkanku untuk mengajakmu berubah, maka biarkan semua ini tetap tak tersampaikan.

With love,
September 2017

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.