Langsung ke konten utama

Aku hanya perempuan yang menunggu

Pernahkah kamu membayangkan, seseorang datang dengan gagah berani mengetuk pintu rumahmu. Menyalami orang yang membuka pintu, seseorang yang keduanya adalah pria tersayangmu, yang keduanya nampak begitu menawan seperti awan putih dan bulan yang beradu di indahnya langit malam. Pernahkah kamu, berpikir bahwa wajahmu akan memerah seketika ketika melihat dia membawa serta kedua orang tua nya dibaling pundak kokohnya. Jika iya, maka kita mungkin orang yang sama.


Lalu pernahkah kamu menangis sejadi-jadinya, tiba-tiba dadamu sesak, semua bayangan menjadi kelam, sekejap ketika melihat hal yang paling kamu senangi berbalik menjadi hal yang paling kamu benci. Kamu ingin marah, berteriak, memukul, menendang atau melakukan apa saja untuk melampiaskan amarahmu. Tapi nyatanya, kamu hanya bisa terpuruk lemah pada keadaan. Jika iya, maka kita menemukan kesamaan yang kedua.

Aku pernah berada pada dua bayangan ini, kenyataan yang aku bayangkan tidak sejalan dengan realita yang terlihat. Keberadaan yang aku harapkan justru nyatanya menyakitiku dengan pilihan lain yang nyatanya menyakitkan. Tapi setidaknya, aku pernah mencoba bertahan dalam kesalahpahaman. Salah bahwa aku menilai dia akan bertahan selamanya, padahal tidak sama sekali:)

Maka ketika aku melihat temanku satu-persatu mulai bahagia dengan pilihan mereka, aku adalah orang yang bahagia. Menyaksikan mereka telah menemukan tambatan hatinya. Sekaligus bertanya dalam hati, bagaimana mungkin dia bisa menentukan pilihan nya untuk bersama orang itu sedangkan kita tidak tau apakah ini hanya sebuah hubungan temporer atau hubungan yang permanen, but who knows?

Aku bukan perempuan yang bertanya, kapan giliranku.. bukan pula orang yang merutuki takdir buruk yang menimpa, juga bukan wanita yang minta di segerakan kebahagiaannya. Aku hanya perempuan yang menunggu,.
Iya, menunggu

Tidak peduli seberapa lama giliranku akan datang, tidak peduli seberapa hebat nanti aku telah dibentuk masa, atau kamu yang terlihat tidak sepadan, sungguh.. aku tidak akan peduli.
yang kamu harus tau adalah, aku telah berupaya menunggu. Hal yang sangat sulit ku lakukan. Bahkan mungkin hal yang sangat tidak aku senangi. Tapi percayalah, ini semua demi aku dan kamu yang akan bertemu dalam satu ruang masa yang sempurna.


Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.