Langsung ke konten utama

Kekuatan Takdir

Pinterest.com



Semalam, seorang sahabat saya menasehati saya tentang suatu hal yang saat ini sedang hangat-hangatnya kami bicarakan. Sesuatu yang dengan hal tersebut membuat kami seringkali mengalami perbedaan pendapat. Kami melakukan perdebatan yang alot sebagai mana biasanya. Saya yang memang tidak bisa langsung mengiyakan perkataan (re:ngeyel) dan dia yang juga berdiri tegar pada pendiriannya. Yaa.. kami terlalu sering berdiskusi, atau lebih lazim disebut sebagai debat.


Perdebatan ini dimulai ketika saya tetap berpegang teguh pada prinsip 
Apa-apa yang menjadi milik saya akan tetap jadi milik saya, tidak peduli apakah saya jungkir balik.. atau saya biasa saja, itu akan tetap jadi milik saya.

Dan dia yang terus mengatakan bahwa saya harus berdiri, berjuang, menjaga, dan terus berupaya untuk sesuatu yang saya inginkan. Atau dalam artian: berusaha sekeras mungkin, Doa sehebat mungkin.

Saya mengiyakan pendapat ini, Hanya saja.. Saya mungkin masih sedikit kecewa dengan beberapa kenyataan yang membuat saya jatuh bangun, namun tetap tidak bisa saya dapatkan. Ini selalu menyakiti saya setiap kali saya mengingatnya. Hmm ada bagian diri yang menolak untuk mengikhlaskannya, I wish i could do this soon.

Perihal cita-cita saya misalnya, Waktu 6 tahun saya memimpikannya, mengupayakannya, berkorban waktu,tenaga, pikiran bahkan materi. Namun, Saat hari perang akan tiba, saya justru memilih mundur karena saya melihat ada pilihan lain, Yaa.. Ini bisa saya katakan kegagalan saya yang paling menyakitkan.

Saya mungkin terlanjur terlena pada hal-hal biasa yang saya lakukan, namun memberikan efek yang luar biasa. Misalnya saja, saya bisa mewujudkan impian naik pesawat gratis hanya dengan mengumpulkan beberapa berkas, yaa.. Kadang takdir selucu itu.

Kita mungkin harus berupaya keras, berdoa sehebat mungkin, namun keputusan terakhir hanyalah milik-Nya semata. Kita bisa saja, menggantungkan harap pada manusia, tapi tentu hal tersebut bukanlah hal yang baik. sebab satu-satunya tempat berharap adalah Pada-Nya.

Di dunia ini, takdir tetap memegang peranan penting. Tidak peduli kamu sekuat apa mengupayakan, kalau itu bukan milikmu... Kamu tidak akan mendapatkannya. Dan tidak peduli seacuh apapun kamu, jika itu milikmu, maka akan menjadi milikmu tidak peduli bagaimana halangannya.
Tapi ingatlah, Bahwa
Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali dia mau berupaya untuk berubah, 
Sebab itu berupayalah...
Dan kamu harus ingat
Satu-satu nya yang bisa merubah takdir adalah Doa
Sebab itu, memohonlah dengan sebaik-baiknya doa.
Tidak ada makhluk yang kecewa karena menggantungkan harap pada Tuhannya, sebab Dia Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang.
Lalu cinta siapa lagi yang akan kita cari:)




Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.