Langsung ke konten utama

Maha Pengampun



Ada 99 nama Allah yang baik yang wajib kita ketahui,  dan ada lebih banyak lagi nama Allah yang terkadang tidak kita sadari.  Dia Sang Maha Pencipta,  Sang Maha Pengasih,  Maha Penyayang,  Maha Esa,  dan berbagai sebutan lain baginya yang terlampau indah.


Saya telah beberapa kali menuliskan esensi nama-nama Allah di blog ini,  misalnya saja tulisan saya tentang Allah yang Maha Mendengar  atau Maha Adil.  Tapi semua tulisan itu sama,  tentang keagungan,  tentang kekaguman,  dab tentang hal yang sering kita dapati,  dan selalu,  saya ambil dari sisi positif yang terjadi di kehidupan saya.

Sore tadi,  saya mengikuti sebuah pengajian yang benar-benar menyentuh hati saya.  Sebuah ayat yang kemudian diterjemahkan lalu dijadikan dasar nasihat kedalam kehidupan.
Saya terpana,  terpaku, hingga merasa berdosa.  Saya merenungi banyak hal yang telah saya lakukan,  banyaknya dosa,  maksiat,  lahan,  dan beragam tindak tanduk saya yang memungkinkan saya untuk masuk ke dalam neraka.  Naudzubillahi min dzalik~

Kita tersadar,  bahwa setiap tindakan kita diawasi oleh Allah.  Kita berbuat hal ini dan itu,  melakukan ibadah hingga melakukan dosa dalam pengawasan-Nya.  Kita adalah makhluk yang berbuat kerusakan,  dan kita sering kali berbuat aniaya pada diri kita sendiri,  dengan apa?  Dengan cara terus berbuat dosa padahal kita tersadar itu adalah DOSA
Nasehat yang saya dapat kali ini,  berasal dari sebuah ayat dalam Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:
وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا 
wastaghfirillaah, innalloha kaana ghofuuror rohiimaa
"dan mohonkanlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 106)
Dan nasehat yang saya dengar adalah
"Jangan karena Allah itu penyayang dan pengampun,  lalu kita jadikan itu hujjah untuk terus berbuat dosa"
"Namun sekalipun kamu berbuat dosa,  tetap perbanyaklah untuk meminta ampunan nyaBaik untuk dosa yang kita sengaja maupun dosa yang kita tidak sadaritetaplah meminta ampun kepada-Nya"

Dilanjutkan dengan ayat lain yang masih berasal dari Surat yang sama,  nasehat itu disambung dengan...
"Orang-orang tidak tau dosamu,  tidak tau apa yang kamu perbuatTapi Allah tau.  Dan semua perbuatanmu akan diperlihatkan di hari kiamat tanpa terlewat satu bagianpun"


Sungguh,  tulisan ini untuk menasehati diri saya sendiri,  tidak ada maksud untuk menyindir atau menyakiti orang lain.  Sungguh,  kita harus banyak mengingat mati dan adanya hari pembalasan.
*Inspired by.  Ust.  Maulana Malik Ibrahim

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.