Langsung ke konten utama

Melarutkan seluruh penat dalam air



Pagi ini,  saya bersama mba dian melakukan suatu kegiatan positif selain mangkulan dan nonton film bersama.  Tapi..  Berolahraga bersama (re: berenang).
Kami mulai merencanakan kegiatan ini di malam hari sebelumnya tepatnya selesai ngaji.  Saya pikir paginya bakalan pance seperti sebelumnya.  Tetapi ternyata tidak (haha tumben). Kami tetap berangkat jam 7 pagi ke kolam renang Unila (kampus tercinta ehe).
Kami tiba disana pukul 7 lewat,  dan kami masih harus menunggu  karena tukang jaga loket belum buka.  Ah menyebalkan sekali:(

Kami baru mulai renang 7. 45 dan selesai pukul 9. 00 dan melanjutkan makan di warung bu rajino (belakang pertanakan unila) . Selagi berenang,  kami bercertita banyak sekali.  Mulai dari kehidupan,  agama,  sampai penilaian pada beberapa laki-laki,  ah..  Oke.  Kami normal dan masih membicarakan laki-laki hahaha.  What a silly confirmation ^.^
Saya mungkin akan mengklarifikasi beberapa hal disini.  Beberapa hari yang lalu,  someone told me that,  why you are becoming change when talking about marriage?  I think you're someone that rejected about young marriage.  
Dan yess,  saya akan klarifikasi ini.  Tepatnya,  saya dan mba dian. 

Saya dan mba dian,  sering bertukar pikiran tentang banyak hal.  Dari mulai hal-hal konyol cerita masa jahiliah kami,  sampai dengan cerita berprospek seperti masa depan,  bahkan hal mengerikan tentang siksa akhirat (ah saya merinding mengetik ini).  

Oke lanjut, 
Dari berbagai percakapan kami,  kami mulai menemukan titik-titik terang.  Nasehat yang mulai masuk satu persatu membawa kami pada perbaikan-perbaikan diri.  Kami,  yang mungkin pada awalnya terlihat anti dengan nikah muda,  kini mulai membawa asumsi kebenaran dalam tindakan itu.  Dan yaa,  walaupun kami tetap saja tidak siap kalau ditawari nikah muda :( hehe

Dari sekian banyak percakapan,  kami seringkali mencontoh beberapa kejadian (atau biasa disebut pengalaman)  milik orang lain.  Mba dian juga kadang mencontohkan beberapa kisah di zaman Rasulullah atau kami sekedar bertukar pengetahuan agama,  pokoknya kami membawa percakapan ke arah positif.  Saya, juga kerap kali membawa asumsi orang-orang yang lebih tua,  sebut saja ibu saya dan beberapa wanita yang lebih tua dari kami. 

Kami mulai sedikit demi sedikit paham bahwa perjalanan hidup ini suatu saat harus berhenti karena memilih orang lain,  suatu saat harus berhenti berjalan sendirian karena menemukan pendamping yang tepat,  suatu hari akan ada teman berbagi kami setelah penatnya kegiatan harian,  dan hari itu... Adalah sepersekian cerita bahagia yang pasti di atur oleh kuasa-Nya. 

Saya dan mba dian,  telah melalui banyak sekali metamorfosa pemikiran.  Polemik,  perang batin,  dan penolakan pemikiran dari pendapat orang sekitar tentang pernikahan sudah kami lalui.  Jadi kalau ada yang bertanya kenapa kami berubah pikiran?  Maka jawabannya adalah...  Ini tidak terjadi dalam satu malam.  Ada proses,  ada perdebatan,  ada banyak pengalaman yang kami jadikan contoh,  sebab itu.  Kami berubah pikiran.  Syukur lah,  Allah membawa kami pada pemikiran yang lebih baik:) 


Dan ini adalah mba dian yang saya ceritakan :).  Nanti kalau ada yang penting lagi akan saya ceritakan.  Sebab kalau semua tentang kami saya ceritakan,  kamu mungkin akan bosan.  Sebab banyak ketidak pentingan dalam hidup kami.  Haha
Finally,  we have some berfaedah thing to share:)  :)


Komentar

  1. "perjalanan hidup ini suatu saat harus berhenti karena memilih orang lain" :') nice post! Niatnya mampir aja diblogmu malah terharu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Innamal a'malu binniat haha

      Hapus
    2. Uhuk.... Mbak Dian sama Aini obrolannya :p *semacem reuni #accountingsisterhood di blog Aini nggak sih ini

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Sebuah Tujuan: Almost End

Assalamualaikum

Ku tulis ini di kamar Asih, seorang teman setengah perjalanan ku yang akan jadi teman berjalan selanjutnya. Kutulis di kamarnya karena secara resmi aku sudah tidak punya kosan lagi terhitung sudah sepuluh hari, Fufufuuuu. Ku tulis ini dengan radang, batuk, pilek, dan asam lambung ku yang baru saja naik tadi pagi. Kesemuanya akhirnya menyerangku di waktu yang sangat krusial. Tapi tidak apa-apa, ini sudah sangat cukup baik ketika virus-virus ini hanya menyerang sekarang dan cukup diam selama dua bulan terakhir, Alhamdulillah. . .

Ku tulis ini pasca debut ku semalam, debut untuk bisa tertulis di jadwal semalam. Hehe, berasa artis koriya aja ya pake debut segala.

Di penghujung bulan ini, aku telah melalui banyak hal. Melewati berbagai proses yang tidak bisa dibilang mudah. Menjalani 2 minggu saringan sendirian, dan dua minggu yang juga kadang sendirian. Melewati kesulitan, kesusahan, kebodohan, dan berbagai hal lain yang harus kuiringi dengan air mata. Bagiku, ini adalah …

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Sebuah Tujuan: Maafkan aku

Kutulis ini untuk aku, diriku sendiri
Sebuah jiwa yang nampaknya mulai lelah
Maaf ya, kali ini perjalanan menyeret kita pada kesulitan yang bertubi-tubi