Langsung ke konten utama

Berharap pada Manusia


Beberapa hari ini saya lebih gampang kecewa.  Hati saya lebih sering diam ketimbang membantah.  Saya lebih suka mengangguk daripada berargumen.  Saya jadi lebih menerima hal-hal buruk yang mungkin akan menimpa.  Dan saya tau,  ini semua kesalahan saya.
Sejak saya tau bahwa hati kami mulai berharap, saya menyadari bahwa ini adalah kesalahan. Saya mulai berandai-andai beragam ketidakmungkinan.  Saya mulai memikirkan seandainya Allah meng-iya-kan permintaan kami.  Saya jadi menganalogikan beragam kecocokan hingga ketidakcocokan yang bisa saya tolerir.

Hingga akhirnya,  Allah menarik saya kembali. Saya akhirnya tertampar kenyataan bahwa mengharap pada manusia adalah sebuah perbuatan yabg fatal.  Saya mengerti bahwa ada hal-hal yang harusnya cukup saya diamkan dan melihat bagaimana kekuatan takdir menyatukan.  Dan yaa..  Kami (perempuan) mungkin harus menyadari bahwa ini semua tetap saja ketidakmungkinan sampai Dia benar-benar membuatnya jadi kenyataan.

Biar semuanya menjadi khayalan,  biar semuanya jadi ketidakmungkinan,  biar semuanya disimpan,  biar semuanya hanya di doakan. Tanpa terselip harapan,  tanpa menggantungkan kepercayaan,  tanpa mengabaikan beragam kemungkinan. Saya ingin kembali,  pada apa-apa yang Allah janjikan.
Saya akan terus percaya bahwa Dia tidak akan salah menentukan.  Dia akan membimbing saya.  Dia mengetahui segala nya sedang saya tidak.  Dan saya akan memilih berpasrah daripada berharap. Oh Allah,  guides me to your way:) 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Teruntuk seseorang yang namanya Tertulis di lauhil mahfuz

Ku tulis ini di Metro, Rumah sahabat ku yang kini sedang tertidur di sampingku. Sembari memeluk guling -seperti yang selalu ku lakukan, aku ingin menuliskan apa yang telah mengganggu ku belakang ini.

Garisan Qodar

Tulisan ini aku buat untuk diriku sendiri dimasa depan. Takut kalau suatu hari nanti aku patah. Takut kalau suatu hari nanti ekspektasi ku justru membuahkan masalah karena berbanding terbalik dengan realita.

Kuatlah, Wahai Diri

Assalamualaikum, Aku

Sebuah jiwa yang diombang-ambing godaan syetan. Sebuah jiwa yang terbolak-balik hatinya. Sebuah jiwa yang naik-turun semangat nya.

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).