Langsung ke konten utama

Berharap pada Manusia


Beberapa hari ini saya lebih gampang kecewa.  Hati saya lebih sering diam ketimbang membantah.  Saya lebih suka mengangguk daripada berargumen.  Saya jadi lebih menerima hal-hal buruk yang mungkin akan menimpa.  Dan saya tau,  ini semua kesalahan saya.
Sejak saya tau bahwa hati kami mulai berharap, saya menyadari bahwa ini adalah kesalahan. Saya mulai berandai-andai beragam ketidakmungkinan.  Saya mulai memikirkan seandainya Allah meng-iya-kan permintaan kami.  Saya jadi menganalogikan beragam kecocokan hingga ketidakcocokan yang bisa saya tolerir.

Hingga akhirnya,  Allah menarik saya kembali. Saya akhirnya tertampar kenyataan bahwa mengharap pada manusia adalah sebuah perbuatan yabg fatal.  Saya mengerti bahwa ada hal-hal yang harusnya cukup saya diamkan dan melihat bagaimana kekuatan takdir menyatukan.  Dan yaa..  Kami (perempuan) mungkin harus menyadari bahwa ini semua tetap saja ketidakmungkinan sampai Dia benar-benar membuatnya jadi kenyataan.

Biar semuanya menjadi khayalan,  biar semuanya jadi ketidakmungkinan,  biar semuanya disimpan,  biar semuanya hanya di doakan. Tanpa terselip harapan,  tanpa menggantungkan kepercayaan,  tanpa mengabaikan beragam kemungkinan. Saya ingin kembali,  pada apa-apa yang Allah janjikan.
Saya akan terus percaya bahwa Dia tidak akan salah menentukan.  Dia akan membimbing saya.  Dia mengetahui segala nya sedang saya tidak.  Dan saya akan memilih berpasrah daripada berharap. Oh Allah,  guides me to your way:) 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.