Langsung ke konten utama

I'm Not The Only One

source: pinterest.com
You say,I'm crazy
Cause you don't think I know what you've done
But when you call me baby,
I know I'm not the only one..

Most of us, pasti pernah kan ngerasain masa dimana kita bukan satu-satunya. Ngerasain kita jadi nomor dua, nomor tiga, atau bahkan ngga adda di list sama sekali (yang terakhir kok ngenes banget ya). Perasaan baper yang udah kita tumpuk rasanya berubah jadi
kesedihan yang tiada terkira. Yaa memang akan ada masa seperti itu kan di dunia ini? gak mungkin kita terus memaksa orang lain menomorsatukan kita, meminta kita menjadikan kita prioritasnya di dunia ini. Pun saya, saya juga seperti kebanyakan orang yang bisa di posisi ini, dan FYI : saya gak papa kok. Nyatanya kondisi ini ngga menyedihkan hati saya sedikitpun. 

Saya tau, bukan.. tepatnya mencari tau hehe. Lalu saya menyesal kenapa saya harus tau, Tapi kemudian saya jadi semakin pengen tau. Ah oke saya labil. Yep, gimana yaa. Saya jadi berasa kaya Aisyah RA yang selalu cemburu sama Khadijah, kemudian realise, first place ga akan ke ganti. Dan pastinya lagi, saya ngga sebaik istri-istri Rasul itu. Hm, mungkin analoginya salah.  Saya kan makhluk kekinian penuh dosa:( *but please to understand that I'm feeling this, little..

Banyak orang berada di posisi ini "Kerasa spesial padahal dia bukan siapa-siapa". Dan parahnya, karena cewek biasanya baper jadi ngga mencari tau kalau mereka sebenarnya ngga sepenting itu,Tapi saya beda. Saya tau, tapi saya gak bermasalah dengan hal itu. Saya jadi gak masalah bahkan gak peduli saya di nomor berapa, saya gak peduli apakah saya dalam listnya atau enggak. Yang saya tau, selagi dia ada buat saya, saya juga bakal ada buat dia. Semacam, persahabatan dua negara gitu kali ya? (re:diplomatik).

Orang-orang bilang kami dekat, beberapa bilang cocok, sampe ada juga yang bilang pengen liat kami bersama. Saya? saya cuma senyum, enggeh-enggeh (bahasa jawa) , mengangguk seolah semua asumsi mereka bener. Ada juga yang kontra, yang bilang sebenernya saya harus sama A, B, atau C. Saya? lagi-lagi saya cuma senyum-senyum. Ah.. Saya jadi ngga mengungkapkan yang sebenarnya ya. 


Saya cukup bahagia jadi orang ke-sekian, entah karena saya tidak perasa atau saya yang tidak punya rasa. Rasanya, saya cuma gak mau menjatuhkan hal yang berharga pada sesuatu yang saya belum tau jelas dimana akan berlabuh. Saya rasanya senang memainkan semuanya dalam putaran Qodar. Membiarkan semuanya dibawa arus kehidupan. Saya yang totally planner, jadi ga punya rencana apa-apa dalam hal ini. Saya yang visioner, jadi takut membayangkan apa-apa tentang ini. Saya hanya senang di posisi ini. Tanpa melibatkan banyak pikiran, tanpa mencampuri banyak perasaan, Intinya Saya tenang, dan ini lebih dari cukup.

Saya juga ga perlu takut kehilangan, lha wong saya juga tau kok ngga bakal jadi punya saya. Saya gak perlu posesif kaya saya biasanya, lha saya aja gak pernah ada dalam listnya. Tapi saya juga gak perlu kerasa sendirian, yep karena konsep saling bantu kami. 
Whenever you need help, i'll be there.
Pertanyaan juga sering muncul mungkin semacam 'bagaimana perasaan saya?' 'Bagaimana dia ke saya?' ah. I think i'm not the only one, and I don't want my heart feeling unnecessary thing. Ah iya. saya jahat ya. Iya.. tapi setidaknya saya sadar. Ada posisi-posisi yang ngga bakal tergantikan. 
Bukan karena kamu kalah. Tapi karena value of time itu jauh diatas segalanya. hehe
Kalau saya boleh berhayal, gimana kalau kamu menenangkan seumur hidup saya? Misalnya dari kekhawatiran belanja bulanan, bayar biaya sekolah, atau menenangkan saya waktu tantrum saya kumat, becanda waktu saya ngambek, ngingetin saya makan, menambah dan mengecek hapalan saya atau.. menidurkan saya waktu insomnia, ..

Ahh, I'm not the only one, dan saya berusaha tenang. Tidak takut kehilangan, tidak takut di tinggalkan. Saya cuma perlu orang semacam ini dan mau menjadikan satu-satunya
Pasti masih ada di bumi Allah yang luas ini, dan Allah yang Maha Baik pasti kirim satu untuk saya, Amiin. 


*P.S Tulisan ini sedikit kacau, se kacau saya yang mencoba menerangkan semuanya. Haha
Terinspirasi dari mba dian tentang tulisan I think not just me di www.dianpalupi.com 


Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Bicaralah, mungkin orang lain mengerti

Siang hari, 15 Agustus 2017

Siang ini saya baru saja menyelesaikan ujian susulan matek, yahh.. Matematika ekonomi. Ujian susulan karena kasus yang bener-bener memalukan kemaren. Di post sebelumnya saya udah ceritain kasusnya (kalo udah baca).