Langsung ke konten utama

Story Of Lingsuh Town : Belajar Empati


Hidup bertetangga memang bukanlah hal yang mudah. Bertemu dan bertegur sapa membuat kita mengenal satu sama lain lebih jauh.  Mulai dari sifat-sifat baik, sifat konyol,  bahkan sampai pada sifat-sifat tersembunyi.  Saya misalnya,  yang bisa rapih dan (sedikit) 
cantik ketika kuliah dan kerja,  jadi menunjukkan wajah ambburadul baru bangun tidur saya kepada tetangga-tetangga saya.  Dan ini,  terjadi hampir setiap hari dalam satu tahun terakhir. Hue hue,  if you wanna see how bad my face. Just being my neighbour.


Tidak ada lagi jaim,  tidak ada lagi fake,   tidak ada lagi yang menutupi dan ditutupi.  Karena yaaa,  setiap orang sudah besar dan masing-masing memegang opininya.  Saya misalnya,  melihat beberapa orang yang sabarnya bisa dikatakan luar biasa.  Namun kemudian,  saya melihat dia marah ketika sebuah masalah menumpuk dalam hidupnya.  Saya jujur,  ini membuat saya menurunkan tingkat respect saya...  Atau seseorang yang saya pikir hidupnya keras dan santai,  namun ternyata..  Dia juga penyabar. Dan yaa,  kamu tidak perlu bertanya. Tentu poinnya meningkat seiring waktu.


Kebersamaan nyatanya tidak menyatukan kita dalam istilah 'berat sama dipikul,  ringan sama di jinjing'.  Dalam acara kemarin misalnya,  beberapa orang sibuk.  Sedangkan yang lain masih bisa santai.  Beberapa orang panik,  dan yang lain masih menikmati hidup santainya.  Dan yang paling membuat saya kecewa adalah,  beberapa orang menangis..  Namun masih ada yang bis tertawa bahkan bisa bergroufiee ria.  Ahh,  iya,  saya yang panik kehilangan kunci juga nyatanya masih bisa jadi bahan ketawaan. Lucu ya:)

Setiap orang semakin menunjukkan empati masing-masing.  Beberapa hanyut dalam opini orang lain untuk menilai yang lain.  Mem-beo dan menilai orang lain tanpa pernah mengenali lebih dalam. Oh yaa..  Kita bahkan lebih mudah mendengar dan menelan bulat-bulat tanpa harus menyaring. Yaa..  Mungkin menganalisis rasanya lebih sulit:)

Tapi bagi saya,  saya butuh sedikit diam. Mengamati,  menilai,  dan mengkonfirmasi setiap pernyataan yang beredar. Tentang kamu yang katanya bla bla bla,  tentang dia yang katanya nanana  tentang dia dan si dia yang katanya dududu. Ahh bukankah melelahkan mendengarkan kabar burung. Bukankah lebih baik ber tabayyun?
Lalu, bukankah lebih baik kenal saya secara personal.  Dan bukan kata orang.
Sebab saya,  mengenal kamu bukan dari kata orang.  Dan oh..  I told you..  Saya tidak mudah percaya 'kata orang'  sebab saya lebih memilih untuk mencari tau:)

Yuk belajar empati,  belajar untuk menyayangi orang lain dengan tulus.  Atau jika sulit,  kamu boleh pura-pura empati (re:simpati).  Pura-pura lah kamu merasa sedih saat temanmu sedih,  pura-pura senang ketika temanmu senang.  Sedikit kepura-puraanmu akan menjadikanmu lebih baik.  Tapi tetap,  diniati karena Allah,  karena kita bersaudara.  Bukan pura-pura baik,  biar dilirik doi yang diam-diam menarik.  Ahh..  Basi yekan? 
Yuk saling menyayangi,  mengasihi,  dan menghargai. Untuk apa?  Untuk kehidupam dunia dan akhirat.  Semoga kita bisa reuni di surga-Nya dengan kenangan indah yang membekas,  bukan rasa sakit yang pernah terkelupas.  Hehe

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.