Langsung ke konten utama

Story Of Lingsuh Town : Jiwa-Jiwa Tenang


Malam ini,  saya baru selesai melakukan suatu aktivitas harian seperti biasa.
Yaa biasa,  saking biasanya saya jadi gak menyebutkan apa itu. Hehe
Hari ini saya mengamati tokoh-tokoh baru lagi, kalau sebelumnya saya menyebutkan orang-orang baik. Kali ini saya akan menyebutkan jiwa-jiwa tenang dan menenangkan.  Ea

Mulai dari pengajar malam ini yang saya rasanya baru kali ini saya ajar,  sosok beristri ini begitu tenang.  Kegiatannya setiap pagi dia mengambil air untuk kebutuhan harian rumah tangga nya. Mulai dari ambil di masjid,  ambil di rumah ibu kost saya,  sampai ke mana pun asal mampu memenuhi kebutuhan airnya.  Suami istri ini sosok keluarga kecil bahagia yang keduanya berwajah meneduhkan,  ahh saya mau nih membangun keluarga menenangkan begini.  Dengan orang yang melihat wajahnya saja menenangkan. Haha One day ya,  one day! 

Beralih ke keluarga selanjutnya, saya mau bahas Rajino's family.  Keluarga yang hangat ini cukup tenang untuk menjadi percontohan. Setiap kesulitan yang di hadapi rasanya tertutupi oleh kebahagiaan dan kehangatan yang selalu tersaji di keluarga ini.

Lanjut ke teman curhat saya yang saya kagumi ketenangan jiwa nya. Saya yang jumpalitan ini sering gupek gak jelas karena hal-hal kecil.  Dan orang ini,  hampir selalu ngetawain saya tiap kali saya gupek. Dia adalah orang yang menenangkan saya,  atau setidaknya bercanda untuk membuat saya tetap tenang. Saya the mostly gupek women,  akhirnya sedikit terbantu dengan ketenangan ini.  Gomawo... :)

Lalu ada lagi,  orang yang hidupnya penuh dengan kegiatan.  Yeps,  sama kaya saya. Bedanya dia lebih tenang dan ngga keliatan gupek sama sekali.  Mungkin sesekali saya harus tanya resep tenangnya.  Atau gimana kalau kamu tutorialin saya hidup tenang dan practice seumur hidup. Hahaha

Dan terakhir adalah salah satu jajaran guru saya. Orang ini lebih pantas disebut sabar daripada tenang.  Tapi yaa..  Ketenangan hidup setelah badai nya itu membuat saya berpikir,  dia tegar. Eh tenang maksudnya.

Semoga kita,  utamanya saya mampu meneladani sifat tenang mereka.  Terlepas dari alasan bersyukurnya,  alasan penerimaan qodar,  atau alasan karena nggak mau mikir berat-berat nanti stress haha..  Intinya,  ketenangan jiwa adalah hal penting dari hidup kita yang harus kita miliki agar hidup lebih bisa dinikmati.  Ea

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.