Langsung ke konten utama

Story Of Lingsuh Town : Orang-orang baik

  • Malam ini saya melting sejadi-jadinya.  Tadi,  waktu saya pulang dari pengajian. Ada sebuah kresek menggantung di pintu kamar saya.  Saya yang bingung merasa tidak menjanji apa-apa pun dengan penasaran melirik kresek putih itu.  Tapi ada yang membuat wajah saya benar-benar mengembang,  terlepas dari isinya apa..  Haha karena ada sebuah

surat kecil yang menurut saya benar-benar manis.  Suratnya begini

Surat Cinta untuk Aini

Jadi Mba Vida ini adalah tetangga kosan saya.  Kamarnya tepat di sebelah kanan kamar saya.  Pintu kamar kami bahkan hanya berjarak 2 langkah,  terbayangkan sedekat apa. Mba vida ini adalah saksi hidup untuk segala bentuk ke-stress-an saya. Mulai dari nyanyi ala-ala karaoke,  nangis,  jerit,  atau beragam hal konyol ala abege jaman old.  Yaaa bisa dibilang dia tau banyak bad habit saya lah. Dia bekerja di sebuah universitas swasta kesehatan swasta di Bandar Lampung.  Dan FYI,  saya memang sering dibawain makanan acara kampus dia. Mulai dari nasi bungkus,  snack  sampai nasi bakar yang lezatnya aduhai kaya malam ini.  Hehe

Mba Vida mesti sabar sekali punya tetangga se-tidak kalem saya.  Pasti terganggu waktu tidurnya dengan saya yang selalu begadang dan bikin suara, dengan saya yang tiba-tiba meledak entah karena apa,  dengan saya yang selalu ribut tanpa tau tujuan.  Yaahh,  semoga dia masih sabar dan kuat menahan beragam gangguan dari saya :')

Orang baik kedua yang saya ingin ceritakan adalah Ayuk,  dia yang notabenenya sama kaya saya ini membuat kami sering berdebat. Diem-dieman,  bodoamatan,  juga sayang-sayangan haha. Pokoknya cerita kami bener-bener nano nano. Mulai dari kami yang pengangguran tanpa uang,  sukanya nongkrong di tempat gratisan,  sekarang jadi pekerja sibuk yang punya beberapa helai uang,  tapi tidak punya waktu.  Yaaa..  Mungkin waktu adalah uang itu benar..

Saya dan ayuk saling menjaga satu sama lain. Kalaupun kami lagi sibuk masing-masing,  itu bukan karena kami tidak peduli.  Tapi karena kami tau,  kami butuh waktu sendiri. Yaa walaupun kami juga tetap butuh percakapan untuk sekedar memecah keheningan.  Saya mungkin berharap ayuk segera punya pendamping,  bukan karena saya lelah menemani dia.  Tapi karena saya begitu yakin,  dia butuh orang lain yang lebih kuat dari saya. (kalo kamu baca ini,  tolong bilang Amiin yaa)


Orang baik ketiga adalah kk nya Arin,  Thanks to U.  Even though saya sering meledak,  marah-marah,  minta ini itu,  ngambek, nyuruh ini itu.  But still,  you're ready whenever I need. I couldn't write longer than this. Just,  Thanks a lot. Thanks for always being there. Jazakaullahu khoiro untuk setiap bantuan tanpa keluhannya, maaf yaa kalau saya merepotkan. Kalau kamu mulai lelah, tinggalin aja aku. Aku emang ngerepotin kokkk :)

Ada juga sista ku,  dia adalah calon adik ipar yang baik. Yang konon katanya antrean kk iparnya buanyak.  Heu heu. Sista ini termasuk yang appreciate sama orang lain. Yang hal ini,  agak jarang ditemui disini.  Tapi sista ini beda. Saya mungkin mikir,  orang ini punya bakat psikologi, tinggal asah dikit neh. Dia juga punya daya khayal fiksi yang baik,  terbukti di blognya ada cerpen-cerpen yang dia buat. Dan ini menurut saya potensi,  harus digali terus yaa sista!

Yang paling utama adalah saudari Dian,  orang sabar yang baik yang betah sama saya hahaha. Orang yang melihat saya dari sisi yang tidak dilihat orang lain. Dia yang lemah tapi selalu berusaha mendukung orang lain.  Dia yang amburadul,  dan saya yang jarang bersih-bersih. Sama dia,  hal-hal konyol aja bisa jadi candaan. Saya gatau deh kok ada orang hidupnya begini.

Saya yang terstruktur jadi bisa nerima ke-berantak-an nya hidup dia. Saya yang terencana jadi tolerir sifat mendadak dia, saya yang serba efektif jadi bisa menyesuaikan ritme dia supaya dia jadi lebih efektif.  Yep,  saya masih tahap coba-coba.  Semoga kami bisa saling menularkan energi positif dan saling berkembang lebih baik.  Karena sesungguhnya kami bosen jadi hina gini :(

Kita harus cepet lulus yaa mba dian,  limitnya Juli 2019. Beasiswa saya habis di masa itu,  dan Mba Dian harus lulus kalau enggak bakal di DO.  Yaahh kami masih berusaha.  Dia kuliah sambil kerja,  yep saya juga (tapi saya freelance)  hehe. Kami yang carut marut harus mikir dan achieve banyak hal dalam satu waktu,  ah such an hectic lyfe~
Kalau kamu baca ini,  tolong doakan kami bisa mencapai impian kami yang se-abrek itu.  Semoga kami lulus tepat waktu,  juga bisa lulus CUMLAUDE.  Oh..  Aamiiin

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.