Langsung ke konten utama

Tentang Mata Teduh Yang Menyilaukan

Source: pinterest.com
Hallo,
Kamu yang matanya teduh penuh ketenangan
Assalamualaikum
Wahai makhluk Tuhan yang senyum manisnya menyilaukan
Boleh kah aku menatapmu? Barang satu atau dua detik hanya untuk merasakan degup jantungku tiba-tiba berhenti.
Itu kah kamu?  Wajah teduh yang manis dan menyenangkan?
Itukah kamu,  yang sanggup menopang dagu sedemikian manisnya
Membuatku ingin,  menopang kehidupan bersama.  
Kamu bertopang dagu,  aku bersandar pundak kokohmu.
Ah,  malu ya
Bukankah anganku terlalu tinggi. 
Bagaimana bisa bersandar,  sedang menatapmu saja aku tidak mampu.

Aku heran,  bagaimana Tuhan menitipkan semua kesempurnaan itu pada sosok sebaik kamu.
Hati yang baik,  fisik yang baik,  juga pemikiran dan sikap yang luar biasa baik.  Aku tidak bisa membedakan apakah ini hanya kekaguman,  atau hatiku yang mulai jatuh padamu?
Sedang mataku rasanya tak mampu menelisik kedalaman hatimu,  ah bukan..  Aku bahkan tidak bisa menatap matamu lebih dari satu detik. 
Aku pemalu ya,  hm iya. 

Tapi sayangnya itu hanya berlaku di depanmu. 
Aku sanggup berjungkat jungkit di depan orang lain,  sedang di depanmu..  Bernafas saja rasanya harus berhati-hati. Takut-takut poinku berkurang di depanmu.  Yaahh. Aku takut nilai minus ku semakin terus bertambah. Sedang kamu terus menumpuk poin plus. Aahh kenapa aku terlalu minus dan kamu terlalu plus?


Hallo,  mata teduh yang menyilaukan. Sampai kapan jantungku berpacu tiap kali pupil matamu yang melebar menatapku.  Sampai kapan aku menahan nafas.  Sampai kapan aku harus terus diam-diam menatapmu?
Ah. Retorika ini seolah terus berjalan dan berulang.  Tidak berhenti,  tidak berkurang,  bahkan terus bertambah.
Aku?  Tetap saja seorang yang diam. Diam-diam mengharapkan. Diam-diam membutuhkan.  Diam-diam memperhatikan... 
Cause Your eyes are where i'm lost in~

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.