Langsung ke konten utama

Cinta Sejati


Tulisan ini terinspirasi dari film yang saya tonton tadi sore. Sebuah film sederhana yang mampu menggugah hati saya,  tidak lebay,  tidak sedih,  tapi pesannya mengena. Ah saya jadi langsung rindu seseorang dan langsung ingin mendengar suaranya ketika selesai menonton film ini.

Film berjudul me vs mami yang diperankan oleh Cut Mini sebagai mami maudy dan Irish Bella sebagai mira (anak maudy)  ini bisa dibilang sukses menyentuh hati saya. Fyi,  saya bukan tipe yang mudah tersentuh kalau nonton film,  tapi yang ini cukup membuat saya jadi langsung ingin telpon mamak. Ceritanya santai namun erat dengan kehidupan sehari-hari. Bercertia tentang single parent yang merawat anaknya karena perceraian dengan suaminya yang selingkuh (ewh, cowok mah gitu). Lalu kemudian sering cekcok dengan anaknya karena si anak (mira)  berpikir papi dan maminya cerai karena maminya sibuk mengejar karir. Padahal?  Mami papi nya bercerai karena papinya selingkuh dan meninggalkan mereka untuk bersama dengan wanita lain.

Dalam film ini juga ada sosok Dimas Aditya sebagai Rio yang di tengah film berperan sebagai penengah sekaligus penyelesai keributan ibu dan anak ini. Yaa walaupun mungkin pada awalnya Rio hanyalah suruhan papanya mira,  namun tetap saja. Kehadiran Rio dalam film ini cukup berkesan. Rio yang awalnya hanya mengikuti perintah,  kemudian berempati untuk membantu ibu dan anak ini agar kembali rukun dan saling mengerti. Yep!  Kadang kita sebagai anak suka banget nentang orang tua, tak terkecuali diri saya sendiri.

Saya yang anak rantau jadi langsung pengen telpon orang tua,  tapi urung karena hari sudah sore dan saya harus mandi. Hihi.  Tapi apa mau dikata,  ditengah saya yang bergelut handuk di leher (ala anak kosan mau mandi)  hp saya tiba-tiba berbunyi. Dan boom!  My mommy called me. Hehe. Ikatan kami begitu kuat ya. Iya,  sangat kuat. Apalagi ketika saya sakit,  dan sore ini saya juga sedikit demam,  yaah biasa.  Syndrome ujian saya selalu kambuh,  jadi anget-anget dikit udah biasa buat saya.

Denger suaranya saya jadi kangen rumah,  tapi malangnya.. Koneksi sore tadi kurang baik. Jadi putus-putus dan kami akhirnya menghentikan telpon, ah saya benci situasi ini. Saya ingin lari, pulang,  dan sekedar tidur di ketiak mamak. Saya ingin kembali jadi anak kecil yang senang mencium keringat ibunya lalu tertidur. Saya ingin jadi anak yang ketika saya tidak bisa tidur,  ada seseorang yang dengan lembut mengelus punggung saya.  Saya ingin jadi anak yang ditanya hasil ujiannya setiap kali pulang. Yaa terbebani memang,  karena harus selalu menunjukkan yang terbaik. Tapi bukankah kita memang tercipta untuk selalu menyenangkan hati mereka? Yakan?

Saya jadi melirik lagi jadwal semester ini,  dan hampir tidak ada space untuk pulang. Rasanya kian tinggi semester kian sulit perjalannya, dan saya?  Hanya harus terus melanjutkan ini sampai selesai. Kadang,  ketika saya mulai lelah.. Saya hanya mengucapkan mantra andalan "it just 2 years left, it just 2 years left".  Dan rasanya,  saya bisa sabar untuk menunggu dua tahun itu selesai. Yahh semoga selesai,  saya ingin mempersembahkan semuanya untuk mereka. Dan memang hanya untuk menyenangkan hati mereka :). Semoga Allah mempermudah jalan saya memenuhi keinginan mereka, Aamiin ^. ^

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.