Langsung ke konten utama

Kisah Lama


Tulisan ini terinspirasi dari kejadian tadi sore yang sedikit engga jelas. Semoga tulisan ini tidak menyakiti siapapun karena memang dibuat hanya untuk diambil pelajaran bukan untuk menyakiti orang lain.

Tadi sore,  saya berpapasan dengan seseorang dari masa lalu,  ceile.. Udah kaya serial drama korea aja ya. Haha tapi serius saya ketemu sama orang yang saya klaim sebagai cinta pertama saya. Ah, cinta hehe. Dia adalah orang yang saya akui kegantengannya bahkan saat saya masih bingung kriteria ganteng seperti apa. Orang yang saya sukai bahkan ketika saya masih suka mengikat rambut ke belakang ala thinkerbell (btw ini kartun favorit saya). Orang yang saya sukai dengan diam-diam tanpa satu pun teman saya tau. Bahkan saya di gosipin suka sama orang lain kala itu. Ah saya masih kecil sekali masa itu.

Saya papasan di sebuah perkampungan dekat kampus,  terus saya cuma berbisik ke teman saya 'eh itu dulu cinta pertama aku tau'  dan udah. Rasanya gak kaya dulu lagi, rasanya gak berdebar lagi,  rasanya ngga kepo pengen tau dia ngapain disini, padahal saya tau persis dia nggak lagi kuliah di Lampung. Hehe. Saya cuma tau, pacarnya kuliah di kampus yang sama kaya saya. Saya mbatin,  wah dia kok baik banget yaa dateng kesini terus nengokin pacarnya (saya tau karena pacarnya dulu temen saya dan sering liat mereka berdua di instagram).

Setelah nyeletuk ke temen saya,  saya jadi semakin terheran-heran. Kenapa jantung saya tidak berdetak sekencang dulu.  Tidak sampai mengepal tangan sekeras mungkin karena berpikir ini mimpi.  Kenapa saya tidak bisa bersemu merah seperti dulu.  Ahh yaa,  saya tau.  Rasanya sudah pudar. Pudar dimakan waktu, pudar dihantam kenyataan.

Saya kemudian mikir,  oh iya..  Jantung saya sudah lama sekali ngga berdebar semacam itu. Mata saya sudah tidak pernah berbinar lagi melihat orang lain. Dan saya juga jadi semakin santai soal ini. Apa hati saya udah mati rasa? Yaa memang sih,  akhir-akhir ini saya jadi sering bersyukur sama apa yang terjadi di masa lampau, tapi apa itu penyebabnya? Ahh entahlah. 


Anggaplah iya,  kalau iya saya bersyukur. Karena saya berarti bisa memaafkan cerita menyakitkan saya yang lain.Cerita saya yang hancur pun bahkan sudah bisa perlahan terlupa. Dan rasanya,  jadi biasa aja. Walaupun mungkin terasa sedikit menyakitkan buat saya ketika saya membangun impian dengan orang lain tapi dalam sekejap,  boom!  Dihancurkan karena sebuah penghianatan.  Dulu sih saya nangis,  galau berhari-hari sampai berbulan-bulan, nyesek setiap kali liat tempat yang sama.  Sekarang?  Saya udah biasa aja. Bahkan tempat itu jadi tempat favorit saya sekarang tiap pulang. Ahh hati saya sudah membaik lagi:)

Saya udah ikhlas,  bahkan ketika kemarin terjadi sedikit cekcok. Saya ikhlas. Saya bahkan ngerasa jadi orang yang beda. Kalau dulu saya rasanya mau meledak tiap dimaki orang lain,  kali ini saya bisa merendah. Entah sih,  karena saya memang berubah atau karena saya memang sudah tidak tertarik lagi dengan kisah lama ini. Entah. Hati saya rasanya hanya bisa menerima,  hati saya membaik,  hati saya cuma berkata. Oh Allah,  Engkau Maha Baik.

Sisi lain dari cerita ini adalah masih tersisa ketakutan saya. Saya takut lagi untuk memulai. Saya takut lagi untuk berharap. Saya bahkan pernah berpikir bahwa semua laki-laki sama (kecuali Rasulullah dan bapak ya). Saya jadi takut untuk setiap kemungkinan yang sama dengan masa lalu. Saya jadi orang yang benar-benar tidak punya visi untuk hal semacam ini.
Jadi ketika ada orang yang bertanya,  target nikah umur berapa?  Saya cuma jadi orang yang kehilangan selera. Bukan,  bukan saya tidak ingin menikah. Saya hanya takut untuk bermimpi yang melibatkan orang lain. Takut tidak kesampaian,  takut malah di hancurkan. Yaah,  semoga Allah mengirim saya orang baik yang mengajarkan kebaikan. Dan saya rasa, meninggalkan orang lain bukan kebaikan kan? He.

Komentar

  1. Aahh terharu.. Pernah merasa hal yang sama. Pernah sebegitu sukanya di masa SMA:(

    BalasHapus
  2. Tolong ya Umar sama Ali Bin Abi Tholib hrs km masukin sbg laki2 yg tdk sama juga dong ❤️
    Kalian kok akhir2 ini ky lg masuk fase banyak merenung ya. 😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.