Langsung ke konten utama

Libur (tak) tenang

Pantai Ketang Kalianda
Hallo,  yang besok mulai UAS tapi belum belajar.
Hallo,  mahasiswa semester lima yang lagi jenuh belajar.
Hallo,  penerima beasiswa yang menyia-nyiaka  waktunya.
Hallo,  diri saya sendiri...


Malam ini saya pengen cerita soal libur saya yang judulnya libur tenang tapi sama sekali engga tenang. Yep!  Kalau teman-teman saya yang lain bisa pulang kampung,  bisa kumpul sama keluarga,  bisa nikmatin libur di kampung halaman..  Saya justru cuma dapet beberapa hari libur di rumah itupun karena nyelip-nyelipin jadwal huhuhu..

Cerita libur tenang saya di isi mulai dari asrama Al-Quran. Iya,  sebagai mahasiswa yang tinggal di PPM, kami harus terbiasa setiap akhir semester mengadakan asrama Al-Quran.  Hal ini untuk memenuhi target materi yang harus kami capai,  dan juga untuk mencari pahala Allah yaa pastinya.  Asrama kami dimulai dari jum'at -  minggu (22-24) Desember 2017. Dengan beragam materi dari juz 6-7 yang menggojlok hati kita. Acara ini seperti biasa,  selalu bermanfaat dan menenangkan jiwa.


Lanjut di hari minggu,  adik saya datang dari rumah khusus untuk jalan-jalan di Bandar Lampung dan juga untuk menagih janji saya kalau dia masuk 3 besar kelasnya.  Selamat yaa dekQ,  semoga bisa masuk smp favorit untuk menagih janji selanjutnya. Hahaha.
Kami main di transmart,  makan,  keliling mall,  dan juga keliling kampus.  Katanya,  dia suka ngeliat rusa di kampus saya.  Ahh padahal saya sih biasa aja.
Adik saya kembali di pulangkan pada hari senin nya,  i told you..  He take a lot of money. Hmm but it's okay. Sharing to your only one sibling is necessary thing.

Bodyguard on beach
Liburan dilanjut dengan bermalas-malasan di rumah sembari menjalin silaturahim dengan para fans dan seperti biasa pergi ke pantai untuk mengunjungi para mermaids kesayangan (padahal saya disana sendirian) haha.  Yaps,  walaupun tidak lama dan masih terus kurang setidaknya menghilangkan jejak rindu di hati sudah cukup kan?  Ahaha i need more injury time~ tapi tidak bisa karena saya harus pergi ke Tanggamus untuk melaksanakan pra-KKN,  ituloh.. Sebuah ritual peninjauan lokasi KKN agar tau program apa yang akan di buat. Berangkat bersama 6 mahasiswa lain ke sana dan menikmati bagaiman tempat KKN saya hanya seperti duplilasi rumah. Huhuhuu, semoga saya nyaman dan mampu berguna bagi masyarakat, nusa, dan bangsa. Eaa
Teba Bunuk Squad

Pulang ke Bandarlampung dan bersiap untuk satu event PPM lagi,  dan yep..  Ini jadi pr khusus karena semua orang pulang kampung,  so we should doing something more.
Beberapa hari di Bandarlampung,  saya harus kembali menghadiri acara lamaran teman saya.  Yaa senang sekali rasanya melihat orang lain akhirnya 1/2 perjalanan menuju halal. Hihihi nih lengkapnya Cerita lamaran teman

Akhir tahun pun tiba,  kita sebagai muslim tidak boleh ikut-ikutan merayakan tahun baru. Jadi kami mengadakan sebuah acara untuk antisipasi tahun baru.  Tidak mewah sih,  hanya acara berbuansa agama dan kekeluargaan. Setidaknya lebih baik ketimbang kita merayakan tahun baru. Huhuhu.  Salah satunya di isi dengan penampilan dari para krucils ku yang menggemaskan nun tuwir. Hehe.

Di acara ini saya dan mba dian juga dapat award 'ter-soulmate'  loh hahaha. Padahal yang vote cuma gak tau aja kalau kami suka berdebat hihihi.  Nih awardnya


Itu tadi cerita liburan saya yang padat,  bahkan lebih padat dari kuliah. Yaa semoga semuanya bermanfaat. Karena kalau kita menyediakan waktu luang terlalu banyak tanpa di isi kegiatan positif,  maka pasti kegiatan negatif akan mengisinya. Sebab itu..  Bersibuk-sibuklah :)
*post ini berbonus foto boyband Lingsuh Town. Mungkin harus ada post tentang merek yang aneh suatu hari nanti. Haha semoga ada ya:)

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Sebuah Tujuan: Almost End

Assalamualaikum

Ku tulis ini di kamar Asih, seorang teman setengah perjalanan ku yang akan jadi teman berjalan selanjutnya. Kutulis di kamarnya karena secara resmi aku sudah tidak punya kosan lagi terhitung sudah sepuluh hari, Fufufuuuu. Ku tulis ini dengan radang, batuk, pilek, dan asam lambung ku yang baru saja naik tadi pagi. Kesemuanya akhirnya menyerangku di waktu yang sangat krusial. Tapi tidak apa-apa, ini sudah sangat cukup baik ketika virus-virus ini hanya menyerang sekarang dan cukup diam selama dua bulan terakhir, Alhamdulillah. . .

Ku tulis ini pasca debut ku semalam, debut untuk bisa tertulis di jadwal semalam. Hehe, berasa artis koriya aja ya pake debut segala.

Di penghujung bulan ini, aku telah melalui banyak hal. Melewati berbagai proses yang tidak bisa dibilang mudah. Menjalani 2 minggu saringan sendirian, dan dua minggu yang juga kadang sendirian. Melewati kesulitan, kesusahan, kebodohan, dan berbagai hal lain yang harus kuiringi dengan air mata. Bagiku, ini adalah …

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Sebuah Tujuan: Maafkan aku

Kutulis ini untuk aku, diriku sendiri
Sebuah jiwa yang nampaknya mulai lelah
Maaf ya, kali ini perjalanan menyeret kita pada kesulitan yang bertubi-tubi