Langsung ke konten utama

Story Of Lingsuh Town : Negeri tanpa pura-pura

Masjid Baitusshodiq Rajabasa
Tulisan malam ini di sponsori oleh Namira yang tiba-tiba ngomong "mbak,  mbak cantikan ngga pake lipstik tau,karena bla bla bla". Well,  saya yang tadinya mau biasa aja jadi tertegun dalam hati. Oh God,  i think she don't know my name. Tapi ternyata bahkan anak sekecil itu merhatiin saya. Dia bahkan tau detail kalo saya jarang pake lipstik hihi.
Ini sedikit berbanding terbalik sama pernyataan Asna, tutor baca Qur'an saya yang bilang "mbak kok gak pernah pake lipstik si" dan saya cuma ber-hehe ria.

Ada banyak cerita di Lingsuh, mulai dari cerita yang senang, ketawa, sedih, haru, bangga, dan masih banyak lagi. Cerita nggak enak semacam berantem, saingan, juga hal-hal normal lainnya juga pernah terjadi. Dan yaa, saya mau sedikit mengulas beberapa hal aja disini. Kalau mau banyak, gabung aja sama kami. Jadi warga Lingsuh. Hehe.

Dimulai dari cerita para cewek,  cowok dan warga sekitar udah tau mana yang rajin masak, mana yang doyan dandan, dan mana yang amburadul kaya saya ga punya kelebihan apa-apa (haha). Tapi saya ga perlu khawatir,  walaupun saya ga punya kelebihan saya tetap diterima dengan baik kok:). Para cowok disini juga very nice person. Yaa walaupun suka bikez. Dan saya juga sering bikezin para cewe yang suka sama si A, B, atau Z. But i told you gurls, i'm also getting nervous when i'm near someone whose i love. Hehe.  So stop getting jealous cause i'm just an ordinary girl like you. 

Dari sisi cewe,  kita bisa tau semua cowo disini.  Mulai dari yang suka bangun kesiangan sampe yang makannya banyak. Yang doyan pedes, yang sabar, yang bawel,  yang kalem,  dan masih banyak lagi. Dan yep, kesemuanya tanpa ada pura-pura. Tanpa ada yang bertopeng. Ada sih beberapa oknum yang kaya gitu,  tapi waktu seolah menyingkap semuanya. Tanpa tabir tanpa bohong-bohongan. Kaya tulisan diatas, bahkan namira yang masih anak kecil aja tau kalau saya jarang pake lipstik. I mean,  kebiasaan kamu pun di hapal sama yang lain. Keren kan? (kalo biasa aja menurut kamu, mungkin kamu perlu pindah kesini. Hehe).
Tim bawah tekanan
Welcome to Lingsuh,  tempat dimana kamu cuma jadi diri kamu dan singkirin semua topeng yang biasa dipake. Karena hal-hal kaya gitu gak pernah ngefek disini. Yaa memang,  sementara sihir itu mampu nipu orang lain, tapi di jangka panjang yang terus memanjang. Hal-hal kaya gitu justru ngga ada magic nya lagi. Saya yang ngantukan misalnya,  gak bisa lagi nutupin kebiasaan jelek ini. Muka saya suka 'nyeplak'  ke tempat-tempat yang saya tidurin. Dan well,  ini cuma satu kejelekan yang masih normal. Masih banyak kejelekan lainnya. 

Ketiadaan pura-pura ini bikin saya mikir,  saya bersedia dengan salah satu dari mereka. Saya sadar ini ketika saya ditawari seseorang yang hidupnya benar-benar selesai. Tapi saya tidak tergiur. Saya rasanya tidak ingin menghabiskan hidup dengan seseorang yang bahkan tidak tau baik-buruknya saya. Ia, mungkin dalam pertemuan satu dua dan tiga,  saya tidak akan terlihat buruk. Tapi di long term, oh no!  I'm just being scary anytime. Hehe.  Dan saya tidak ingin punya orang baik tapi tidak menyenangkan. Dia harus baik, dan menyenangkan. Hehe
Kok banyak minta nya ya-.-

Itu lingsuh, small town yang menyenangkan. Yaa bikez dikit. Haha. Semoga terus menyenangkan yah. Sampai akhir,  sampai nanti jadi alumni,  sampai bisa reuni di dunia juga di surga <3

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.