Langsung ke konten utama

Cerita KKN (Kembali ke masa kecil)

[Puncak Teba Bunuk] 
Hari ke 25 kkn dan akan kembali dalam hitungan 2 minggu. Ngga kerasa 40 hari akan berputar sedemikian cepatnya. Awalnya,  semua kerasa berat. Saya sering nangis karena kangen teman-teman saya. Kadang juga tertekan karena saking gabutnya.
Perasaan bosen dan pengen pulang juga terus hadir. Ahh saya di satu minggu awal adalah sekonyol-konyolnya orang dalam kelompok karena sering nangis sendirian. Hehe

Dan waktu bergerak, semua berlalu cepat. Dan ngga kerasa progja kami satu persatu selesai. Hanya beberapa yang belum,  beberapa lagi cuma butuh follow up akhir. Ah menyenangkan rasanya melihat kalender dan tahu akan segera kembali. Yaa,  kkn memang menbawa banyak hal dalam hidup saya. Rasa bahagia,  rasa syukur, rasa menghargai, juga rasa senang karena beberapa hal.

Saya senang pada akhirnya saya bisa menghargai Lingsuh sebagai suatu tempat yang merubah saya menuju kebaikan. Saya paham betul gimana kehidupan saya sebelum di Lingsuh. Kacau, bebas, dan yaa sedikit kelabas aturan. Tinggal di Lingsuh juga membuat saya jadi lebih baik dari waktu ke waktu. Pada bagian ini saya akan berterimakasih (Jazakumullahu khoiro)  untuk semua pihak dan saya begitu bersyukur pada Allah karena mengirim saya kesana.

Saya juga senang karena di tempat kkn saya bisa mengulang masa kecil saya. Bicara dengan bahasa lampung, mandi di sungai,  main dengan anak-anak disini adalah kesenangan tersendiri. Karena saya takjub, di zaman millenial ini masih ada anak-anak yang dengan polosnya bermain, tanpa gadget, tanpa sosial media. Benar-benar terlihat seperti masa kecil saya dulu.
The boys on the river

Waktu mereka mandi di sungai,  saya jadi rindu mas-mas sepupu saya yang dulu selalu ngajakin saya kabur untuk mandi di sungai. Menikmati irigasi ala ala waterboom, atau sekedar bohongin ibu saya karena saya harusnya tetap ada di rumah. Yahh,  masa kecil saya dipenuhi oleh laki-laki yang membentuk jiwa saya jadi kurang feminim.  Saya tidak punya boneka barbie, saya juga tidak begitu senang masak-masakan karena yang saya ingat tentang itu adalah jari saya yang terpotong pisau lalu berdarah, oh saya sakit tiap melihat darah keluar dari tubuh saya. Saya juga tidak suka main make up seperti perempuan kecil pada umumnya. Ah, saya bahkan tidak cocok dipakaikan rok waktu kecil. Haha

Sebagai perempuan,  saya justru mengoleksi banyak permainan laki-laki. Gasing, kelereng, kartu, layangan, dan banyak hal lain yang harusnya mainan laki-laki.  Saya bahkan punya baju ala-ala spiderman yang mas-mas saya punya, ituloh, baju yang ada sayap di belakangnya. Sempat tenar tuh di zaman itu. Menurut sejarah,  saya bahkan menangis memintanya.

Begitu banyak kenangan masa kecil yang saya punya. Mulai dari yang indah, sedih,  sampai menyeramkan. Semuanya terangkum manis. Lengkap dengan mas-mas saya yang menemani, mengajak bermain,  dan juga melindungi. Hehe. Menyenangkan rasanya punya mas-mas yang bersedia lindungin kita, bisa diandalkan juga dapat dipercaya. Sekarang mereka semua di pulau jawa. Kerja. Ah,  saya?  Masih di Lampung dan kuliah. Harapannya semoga saya bisa segera kerja. Dan kalau Allah mengizinkan saya, saya ingin di dekat mereka. Kalau boleh. Doakan ya. Hihi

Hallo mas, salam rindu dari adik perempuan paling kecil dan satu-satunya dalam perkumpulan kalian. Terimakasih untuk masa kecil yang indah.
Love.

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.