Langsung ke konten utama

Cerita KKN (Saranghae Lingsuh)


Ditulis di hari ke 31 kkn,  masih di kamar sama, tidur berempat, lengkap dengan kamar yang sudah gelap karena sudah pada tidur. Saya kali ini mungkin tidak lagi bercerita tentang kkn kami, tapi tentang sesuatu yang akhir-akhir ini saya sadari menjadi 'lucky to have them'. Eaa.


Tidak lagi tentang kami,  7 orang yang berada di satu atap. Dengan beragam karakter yang berbeda,  juga dengan keinginan yang beragam. Saya justru dari jauh sini samar-samar merindukan teman-teman di Lingsuh. Yaa,  dari awal saya sudah rindu. Tapi kali ini,  ada kerinduan yang berbeda. Kerinduan yang bercampur penyesalan karena selama ini terlalu saya abaikan. Rindu yang berakhir dengan rasa syukur karena di kehidupan ini saya memiliki mereka. Ahh,  saya jadi ingin segera pulang dan tidak lagi menyia-nyiakan semuanya.

Saya rindu punya teman-teman yang selalu menasehati. Saya rindu ayuk yang tiap pagi berjuang untuk bangunin solat subuh. Rindu mbak dian yang selalu narik-narik saya ibadah. Rindu rajino's family yang selalu nawarin saya makan. Saya rindu adzan nya 'kriuk'  atau iqomahnya 'centong'  yang selalu buat saya gelabakan dan bangun dari ranjang. Saya kangen denger nasehat. Saya kangen anak-anak comel di Lingsuh yang bahkan tau kebiasaan buruk saya.

Saya juga bersyukur punya jajaran teman yang menyenangkan dan siap membantu. Mulai dari yang sedia delivery makan malam,  sedia nye-tep motor anywhere si dedek mogok,  (fyi dedek itu nama motor saya ya), atau yang diem-diem suka baca blog saya untuk naikin visitor, (haha) . Jajaran orang-orang yang tanpa perlu saya masak, tanpa perlu saya cuci piring buat dia,  mereka tetep baik sama saya. Oh mas-mas semuanya,  Ajzkh.

Saya jadi pengen hidup bareng salah satu dari mereka. Haha. Karena rasanya dunia luar sulit membentuk laki-laki semacam mereka. Rasanya saya terlalu takut untuk bertemu orang salah yang saya gak tau asal usul dan sifatnya. Rasanya saya ingin memaksa untuk dibersamakan,  tapi tetep aja yekan, saya harus banyak berkaca. Karena saya tau pasti,  saya bukan tipe-tipe idaman pria-pria baik nan sholeh ini,  jadi yaa.. Ini cuma khayalan saya. Nggak papa, ngga jadi temen hidup juga nanti InsyaAllah ketemu di surga. Iyakan?


Syukur besar saya untuk kalian semua
Warga Lingsuh Town.
Saranghae <3

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.