Langsung ke konten utama

Sebuah sajak rindu

Hallo, selamat malam.
Dari saya yang baru saja makan ayam bakar, lalu siap nyemil roti gabus. Tapi tetap saja kurus
Hai,
Apa kabar?  Kamu yang senyumnya manis dan tulus.
Kata dilan, rindu itu berat ya.

Dan ya, kali ini aku sedang merasa keberatan.
Hallo,
Dari perbukitan desa yang panas
Hatiku rasanya juga mulai pengap
Bukan karena cuaca,.
Mungkin karena aku tidak lagi melihat cahaya
Iya,  cahaya wajahmu itu.

Tapi kali ini,  boleh saya mengajukan permintaan?
Untuk sekedar kamu mampir di mimpi
Sekedar tersenyum boleh, jika lebih juga menyenangkan.
Tidak repotkan?

Atau saya jujur
Hati saya rasanya mulai melebur
Tidak sampai jadi bubur,
Mungkin hanya butuh penghibur

Hallo,
Dari saya yang rindu
Tapi tidak juga berani berkabar
Dari saya yang ingin melihat
Tapi malu malu menundukkan wajah.

Hallo,  mata yang menyejukkan.
Semoga kali ini, saya bukan lagi pribadi sibuk ya
Biar punya banyak waktu mengamati
Biar makin berani menerima kenyataan nanti.
Sampai jumpa lagi.


KKN Days 27
Dari aku,  yang suka minum teh madu
Tapi gak suka nahan rindu

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.