Langsung ke konten utama

Hari Bahagiamu

Selasa, 6 Februari 2018. Dari depan masjid daerahmu (iya kamu).  Dari saya yang baru selesai makan pisang goreng ditambah semangkuk bakso yang mie kuningnya ngga sanggup saya habiskan. Dari saya yang kemarin 3 kali minum antimo karena takut mabuk, dari saya yang tidak tau diri ikutan rombongan keluarga besan. Nebeng naik mobil, nebeng makan. Haha, iya. Mental gratisan.


Pagi ini saya di Bengkulu, kota mu lahir, kota yang membesarkanmu, kota yang selalu kamu sebut sebagai rumah. Saya bersama rombongan telah melewati perjalanan jauh lengkap dengan jalan yang berkelok-kelok. Ah, jauh sekali ya untukmu pulang. Pantas saja mengulur rindu terasa begitu berat buat mu.

Hari ini kamu di persunting seseorang, hari ini hati saya begitu haru. Sedih, sekaligus bahagia. Hari ini saya bebas, sekaligus terpenjara. Saya tidak perlu lagi merasakan dinginnya malam untuk menemanimu pergi memenuhi panggilan operasi dari rumah sakit, saya tidak perlu lagi jadi objek yang mencoba masakanmu, tidak perlu lagi merawatmu, perawat yang sering dirawat.  Saya juga tidak perlu lagi mewujudkan segala bentuk kode mu, saya bebas.

Pagi hari nanti,  saat biasanya kamu bilang 'bangun Ai'  sudah bukan lagi berarti untuk Aini. Tapi Ayang. Hehe.  Tidak ada lagi saya yang nendang tembok kamarmu hanya untuk memecah keheningan. Kamu tidak perlu lagi sibuk diganggu saya yang suka minta ini itu. Tidak perlu lagi berdebat perihal kecil dan perihal besar. Saya ngga perlu lagi nemenin kamu nongkrong di weekend, atau sekedar membagi informasi supaya kamu ga kudet-kudet amat. Saya kali ini sendirian, no matter what, i'm still happy to see you happy.

Aku berusaha menulis part ini sesingkat mungkin. Walaupun cerita kita tidak singkat, yaa maklum. Blog ini berbayar sih ya hahaha. Udah ah, nanti di buat part 2 aja. Dibikin satu part ternyata gak muat.
Selamat berbahagia, ayuk
Kawan debat aku yang menyembunyikan berita bahagia nya
Yang kabar nikahnya dadakan
Engga saranghae

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.