Langsung ke konten utama

Anak Manjanya Bapak

Source: Pinterest.com
Pagi ini aku masih bangun malas-malasan. Masih merasakan tulang belakang yang rasanya mau copot tiap kali bangun. Masih dengan suka ketiduran untuk bangun subuh,  masih sama, rutinitas sama,  dan terus berulang. Termasuk kuliah.
Hari ini kuliah mulai nggak jelas, mulai banyak jam tambahan yang disisipin dikit-dikit,  nyelip-nyelip kaya sisa daging di gigi, ga enak, nyiksa, dan ingin disingkirkan. Tapi apalah daya kita mahasiswa,  tetep aja pada akhirnya ngikutin arus, berenang bahkan hampir tenggelam.
Tapi minggu ini saya sedikit lega, karena setidaknya saya sudah pulang kampung 2 kali dalam 2 minggu berturut-turut. Sebuah kebanggaan karena biasanya 2 bulan sekali, kadang satu semester sekali. Padahal jarak rumah dan kampus nggak jauh-jauh amat. Dan Alhamdulillah, kepulangan yang kedua kemarin lebih berkesan. Bukan hanya karena satu sahabat saya menikah,  tapi juga karena banyak orang yang saya sayangi pulang kampung. Kakak dan mamas saya pada pulang juga. Oh senangnya, biasanya saya hanya bertemu mereka di Idul Fitri, itupun singkat. 

Malam hari kami punya waktu untuk ngobrol, bercerita, saling ledek, dan membahas masa lalu. Saya, mamak, kak ika, dan mas hendi berada dalam lingkar hangat di malam yang dingin. (tentang hendi: Disini)

Kami mulai meledek kak ika yang ketinggalan nikah dari teman-teman nya, mas hendi yang ditinggal selingkuh mantan, juga saya yang ceritanya ngga kalah sedih. Yaah semuanya dibahas sambil hahahihi,  oh Allah, betapa lamanya saya ngga ngerasain ini,  sibuk sama hiruk pikuk dunia masing-masing.
Ada satu sesi yang saya tersentuh kemarin,  yaitu tentang saya yang katanya manja,  yang katanya tukang ngadu,  bahkan saya sering menangis. Heuheu.  Saya sih masih ketawa-ketawa aja waktu cerita, sampai kemudian saya berpikie ulang dan yaa,  saya mengakui. Basicly,  saya memang manja dan tidak mandiri. Saya suka ngeluh ini dan itu ketika nyaman sama orang lain. Saya suka minta bantu abcdefgh sampe z ketika saya menemukan kenyamanan.  Bapak dan mas hendi adalah orang yang paling sering saya mintai tolong.

Jatuh dikit, ngadu. Dinakalin,  ngadu. Ada yang rusak, ngadu. Bahkan pas kecil,  kalau dimarah mamak,  saya selalu ngadu ke bapak kalau beliau pulang kerja. Dan itu saya masih ingat kok. Hihi. Hanya saja itu tidak berlangsung lama, waktu kecil bapak pergi untuk cari nafkah untuk kami,  jadi saya diasuh mamak sepenuhnya. Makanya saya jadi lebih kuat, lebih mandiri, walaupun dengan dasar yang manja.

Tapi tetep, waktu udah besar masih suka dimanjain. Kalau pulang kemalaman ditungguin bapak di rumah sampe pulang. Kalau ada butuh apapun langsung dipenuhin,  dari kecil nggak pernah dimarahin,  dan banyak lainnya dari hal remeh sampai hal besar. Bapak,  I Love You So Much,  semoga anakku nanti punya bapak yang sesayang ini juga sama anak-anak nya. Hihi,  (baca juga :Keluargaku)

Kuliah jauh dari keluarga, kerabat, bikin saya kapok. Saya pengen jadi anak manja lagi, yaa mungkin tidak di rumah. Mungkin tinggal dekat dengan mamas, di kota seberang. Cari kerja yang sama. Biar bisa repotin mamas aja,  ngga perlu orang lain. I'm just too tired to asking another person help me, but they don't. I wanna happy living with people who loved me just the way i'm. Oh Allah, semoga aku cepat lulus, Aamiin


Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.