Langsung ke konten utama

Ayah


Selamat malam ayah, dari kota ku yang sedang turun hujan
Apakah di kota mu pun sama.
Selamat malam ayah, dari aku yang baru saja makan martabak kacang kesukaanku
Apakah engkaupun makan dengan baik.

Ayah, kecilku sering buatmu khawatir
Besarku sering merepotkanmu
Ayah, kiniku khawatir
Apakah engkau baik-baik saja.

Ayah, aku ingin berlari saat ini juga.
Untuk menemuimu,  memastikanmu baik-baik saja.
Ayah, malaikatku berkata tak usah khawatir.
Ayah, tapi aku sungguh khawatir.

Ayah, ini begitu lucu bagaimana aku yang mengkhawatirkan justru mengkhawatirkan mu
Ayah, ini begitu menyiksa bagaimana dunia menempatkanku diposisi yang berat dan membingungkan
Ayah, aku harap engkau baik-baik saja.
Ayah, aku mohon,  tetaplah baik-baik saja.
Ayah, i'll be back soon. As soon as possible
Ayah, I Love You So Bad :')

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.