Langsung ke konten utama

Bibit Bibit Atheis

"Find Allah and Happiness will find you."

Malam ini suara gemercik air akuarium nemenin proses nulis, juga satu playlist lagu Can't Take My Eyes Of You yang kini jadi satu dari tiga lagu di playlist hp. Yaa, playlistnya emang ngga banyak-banyak supaya memori handphone gak penuh dan kuping gak penuh dengan lagu aja. Yaa, walaupun di laptop, radio atau media lain tetap bisa dengerin lagu sih ya, hihi.

Kali ini, walaupun udah dilarang seseorang untuk gak lagi curhat di blog. Aku rasa perlu banget nulis ini untuk reminder diri sendiri. Soalnya yang ngelarang juga gak pernah antusias sama cerita harian aku kalo diomongin langsung, jadi yaa mending ditulis di blog, toh bukan aib juga. Lagian siapa sih yang lebih suka curhat di dunia maya kalau di dunia nyata dia punya teman curhat yang lebih nyata? hmm bhay banget gak sih malah menumpahkan amarah disini. Oke then, aku gapapa, ga marah. But better to keep quite if you don't give better solution, itu aja sih.

Back to topic,
Jadi tuh kan, aku orangnya suka ngayal-ngayal gitu. Mulai dari khayalan jadi babunya justin bieber pas SMP, jadi istri pilot, sampe ngayal pengen s3 ditemenin sama suami kaya ibu aisyah, Ah ampun dah ya S1 aja belum kelar. Pliss lah udahan ini hayal.

Karena kebanyakan ngayal gitu, termasuk pas suka sama seseorang. Ah jadi ingin OOT, soal doi ini juga suka mancing kemarahan, soal lambe-lambe yang kepo banget siapa orangnya. Miris adalah pengen taunya bukan karena peduli, tapi karena pengen nyebar gosip, Hm Astaghfirullah. Padahal dicari juga belum tentu ketemu, wong belum tentu kenal juga haha. Jadi dengan stalking blog bisa menemukan? adududuuuuu.. You just dunno how much I meet people. Stop to find him. Mas, tetap bersembunyi dalam keramaian ya. HAHA (pake capslock biar keliatan ngakak)

Kadang suka banget bayangin pas lirik lagunya sampai di:
You just to good to be true
can't take my eyes of you
Pardon the way that I stare
that's nothing else to compare~
Kadang pengen bilang, kamu kebagusan, kenapa terlalu bagus, terlalu ga mungkin. Hmm. akutuu ga sanggup lagi akutu.  Tapi mba dian selalu bilang di doain aja, doain aja. Tapi akutu mulai takut gitu ketika mulai merapal doa. Rasanya udah jiper duluan (jiper=minder=gak PD). Padahal yaa udah menyaksikan sendiri kalau kekuatan doa tuh nyata. Ah ampun dah, untuk masalah ini rasanya ga yakin ga yakin ga yakin (sampediucap 3 kali). Rasanya kaya Allah ga bakal dengerin doa aku. Lebih tepatnya karena sadar diri ajasih ya, gue siapa. dududud
Padahal percaya banget sih kalo Allah tuh Maha Segala-galanya, dan sama Allah semua hal jadi mungkin. Termasuk, mungkin ga sama dia.

Misalnya aja malem ini, pas lagi laper. Mulut minta nyemil cuma kok mager banget keluar kosan. Tiba-tiba tetangga kosan ngetuk pintu kamar dan kasih beberapa cemilan. Ah, Nikmat Tuhan Mana lagi yang kamu dustakan. Duh..

Setelah sering banget kufur nikmat, kali ini malah ga percaya kekuatan doa. Padahal berkali-kali ditegor sama Allah kalau "Impossible is nothing" tuh beneran ada. Ah please lah..
Aku ga bakal menyentuh hidupmu, engga bahkan hanya dasarnya. Ceile haha. Iya iya, ngaku disini pun kamu ga akan baca kok. Feel free to write anything yekan?
Kalau jodoh itu cerminan diri, maka aku yakin kamu ga akan terlambat. Karena akupun ga suka telat. Ya kan? ya kan?
Kamu cuma ga baca kan? bukan ga akan datang kan? (tuh kan, ngarep begini ini yang bikin sakit)


Aku,
Yang bukan siapa-siapamu mas 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…