Langsung ke konten utama

Bimbingan Teknis Penulisan Sejarah


Hari ini hujan deras dan saya baru saja sampai di kampus untuk ikut mata kuliah metodologi penelitian. Ituloh,  mata kuliah untuk anak-anak semester (hampir) akhir macam saya. Ah iya,  semua hampir akhir. Semoga hubungan kita (yang belum dimulai) ini juga tidak berakhir ya mas. Nah:(
Ikut mata kuliah ini jadi membuat saya ingat tentang beberapa acara kepenulisan yang permah saya ikuti. Acara yang selalu sarat dengan nulis, nyari ide, nulis lagi, bimbingan,  revisi,  nulis lagi,  begitu terus berulang. Saya jadi dewasa sebelum waktunya. Jadi terbiasa sama habit yang harusnya anak imut seumur saya belum jalanin. Oh Allah, i passed it:).
Selain menulis blog,  saya pernah menulis beberapa hal lain baik berupa online maupun cetak. Ilmiah dan non-ilmiah, resmi dan tidak resmi, yang jelas kesemuanya hanya membuahkan pengalaman. Yah, semoga suatu saat bisa jadi menang. Aamin. Tapi saya tidak mau ambil pusing, sebab yang terpenting adalah tentang keberanian mencoba dan nilai berharga dari sebuah pengalaman.

Bimbingan Time
Acara penulisan juga saya pernah ikut,  menulis blog bersama kawan-kawan blogger (yang dijadikan kopilasi buku),  ikutan lomba blogger,  lomba essay,  yaa walaupun tetap belum pernah menang,  yang penting saya pernah nyoba kan? Hehe. Saya pernah ikut acara ke Medan untuk workshop penulisan skenario (karena pertolongan Allah),  atau yang baru-baru ini workshop penulisan sejarah yang isinya orang berumur semua. Daa apa mas,  sekali lagi aku menjalani hal yang belum diumurku.

Setelah banyak hal yang tidak bisa dibanggakan diatas,  saya mau menulis tentang acara yang baru bulan lalu saya ikuti. Yaitu workshop penulisan sejarah,  let's we read...

Acara ini saya ketahui dari teman-teman blogger yang (pasti) lebih tua dari saya. Sebuah share flyer di grup menggugah saya yang gabut di bumi perkakaenan waktu itu. Sembari gabut (nganggur)  saya menyiapkan persyaratan nya satu persatu.  Dan ya,  saya masih ingat ketika terkendala umur waktu itu. Di persyaratan tertulis umur minimal adalah 21 tahun,  dan saya jelas belum 21.Tapi tetap,  bukan Aini kalau engga nekat hihi.

(waktu berlalu di kkn)

Setelah beberapa waktu,  teman saya di grup mengabari bahwa dia lolos. Dan saya sedih,  karena saya tidak dapat kabar. Usut punya usut,  ternyata email saya belum refresh dan pemanggilan saya belum masuk,  sampai kemudian saya dapat kabar saya lolos. Wah Alhamdulillah :)
They looks like my mom and dad
Acara ini berlangsung 5 hari di Yunna Hotel Lampung,  sebuah kebanggaan bisa bersama orang-orang hebat dibidang penulisan ini. Aku mah apa,  cuma kembang tebu yang ketiup angin aja hilang. Hahahaha. Senang bercampur sedih disana karena saya peserta termuda dengan tanpa pengalaman yang hanya bermodal nekat. Karena pesertanya rata-rata lulus S2 atau minimal sudah pernah mengerjalan skripsi. Saya?  Sudah pasti masih seumuran anak-anak mereka,  haha.

Misalnya mba peris dan mba mery,  dua orang yang menemani saya selama disana karena yaa umurnya yang masih bisa saya tolerir. Setidaknya masih nyambung kalau diajak bicara,  hihi. Saya juga bertemu dengan Kak Dafriansyah,  awak padang yang waktu itu juga menjadi teman sekelas penulisan skenario di Medan,  wah ternyata kalau hobinya sama Pulau Sumatera yang luas jadi tetap kecil saja. Nih foto bersama kami disana, beliau mah 3 besar peserta terbaik yang katanya juga suka stalking blog ini. Ah jadi seneng.


Saya juga bertemu dengan bu Diah,  teman sekamar saya yang memberikan saya banyak motivasi. Sayangnya saya tidak sempat berfoto dengan beliau. Maklum, agak canggung memang berhadapan dengan orang tua yang penuh prestasi seperti beliau. Bu Diah keren, beliau pernah ke Eropa untuk sebuah acara di bidang sejarah, Oh lagi-lagi saya cuma jadi kembang tebu yang tertiup angin (alias ga berarti).
Ini salah satu alasan kenapa saya suka gabung sama orang tua,  yaa karena alasan pengalaman mereka yang luar biasa dan tidak terbayar ini.  Yaa walaupun saya harus full meninggalkan kuliah demi acara ini,  at least saya senang bisa ikutan acara ini. Semoga Allah mengizinkan saya lagi untuk ikut acara semacam ini dikemudian hari. Amiiin.

Salah satu favorit saya minap gratis di hotel adalah sarapan yang selalu bemacam-macam. Sehari-hari saya jarang sekali makan pagi, apalagi makan nasi di pagi hari,  sebab itu kalau di hotel saya bahagia. Karena yang tersedia bukan hanya nasi dan lauk. Tapi juga sereal, bubur ayam,  dan beragam makanan favorit saya lainnya. Ahh senangnya
Definisi sarapan pagi
Oh Allah, Alhamdulillah untuk semua hal yang tercapai dibalik segala ketidakmungkinan. Sungguh benar bahwa semua hal di dunia ini adalah berkat pertolongan mu, dan segala keberhasilan atas izinmu. Oh Allah, I'm Grateful :)

Read also :

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.