Langsung ke konten utama

Keputrian Rajabasa Tentang Membicarakan dia dengan Dia


Hari ini adalah satu lagi dari hari positif kami di Rajabasa, Pastinya di Masjid Baitusshodiq, Lingsuh Rajabasa. Kalau biasanya kami bikin acara kolaborasi antara laki-laki dan perempuan, hari ini kami membuat acara khusus perempuan, atau yang biasa kami sebut Keputrian. Dengan tema utama Peran Istri dalam Fii Sabilillah. Kenapa istri? karena peserta nya adalah istri-istri dari bapak-bapak hebat dan calon istri yang akan menghebatkanmu mas, iya kamu. Hehe
Dengan tagline utama "Together We Achieve More", acara ini memang dibuat untuk para perempuan bersama-sama membagi ilmunya. Terutama kaum ibu-ibu yang sudah sarat akan kehidupan membagi beragam pengalamannya kepada kami semua. Selain itu, saya yang pada kesempatan kali ini diminta sebagai moderator merasa sangat bahagia karena lagi dan lagi saya satu panggung bersama orang-orang hebat (Nak, baca ini suatu saat nanti haha).

Dengan pemateri pertama Ibu Endarwati selaku istri dari Pak Suharno yang merupakan seorang laki-laki pandai yang telah kami ketahui bersama, Ibu dari saudara danang yang tampan  beserta 8 anak lainnya ini berbagi cerita yang luar biasa. Tentang bagaimana menjadi seorang ibu yang sesungguhnya. Ibu rumha tangga yang selama ini kami anggap mudah ternyata cukup rumit dan butuh banyak kesiapan. Tentang masak, tentang mengurus anak sendirian karena mendukung pendidikan suami, juga tentang hal-hal sederhana yang ternyata membuat orang tua bahagia. Ahh, setiap orang memang punya cerita yang luar biasa ya.

You Future Bunda, Bu Harno, Bunda Ridwan
Pemateri Kedua adalah Bunda Tanti Darwati (istri Bapak Ridwan), seorang wanita tangguh yang telah melancarkan banyak pernikahan bersama sang suami. Berbagi tentang cinta, tentang menjaga hati dan mengelola perasaan, tentang cerita-cerita lucu para mas-mas diluar sana yang juga khawatir soal jodoh (Jangan khawatir mas,aku menunggumu. Eh). Juga tentang bagaimana menanggapi mas-mas diluar sana yang terlihat serius atau main-main. 

Selain itu, bunda juga mengajari kami untuk tetap menyimpan perasaan sepenuhnya sebelum menikah, tidak menjatuhkan hati 100% pada satu pilihan yang belum halal. Bunda juga menyebutkan tentang doa-doa kita yang ibarat tabungan, harus disiapkan dari jauh, agar ketika saatnya tiba, Allah pilihkan yang terbaik untuk kita (saya jadi tau saya harus mendoakanmu, mas). Bunda juga bilang bahwa mencintai karena Allah adalah tentang sebuah keihklasan, tentang meminta kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat semata tanpa ada unsur hawa nafsu yang bisa merusak esensi cinta itu sendiri.

Selain kedua pemateri, ada juga beberapa ibu yang berbagi pada kami tentang banyak hal. Tentang resiko dan kesiapan menjadi IRT dan wanita karir, tentang membagi waktu antara pekerjaan dan rumah, tentang konsekuensi yang akan kami dapatkan, juga tentang kolaborasi antara suami dan istri. Duh mas, kita bisa buat kolaborasi yang hebat tidak ya? hehe.

Menjahit baju, merajut cinta. Ea
Pesertanya acara ini lumayan ramai, antusias, dan seru. Kami juga belajar menjahit dan melipat baju langsung dari para ahlinya mas. Saya jadi tau bagaimana meipat pakaian hari-harimu, agar kamu lebih rapih, lebih bergaya dan lebih merasa dicintai. Karena saya pernah baca quotes mas, Laki-laki yang tidak rapih pakaiannya adalah laki-laki yang tidak dicintai istrinya. Duh mas, aku tidak mau kamu terlihat tidak dicintai, tidak mas:( 
Belajar Melipat Baju
 Selain itu, kami juga memilih satu queen yang akan membuat progja dan menjadi maskot keputrian untuk dua bulan kedepan. Alhamdulillah, saudari Ina Rohmawati dipilih sebagai Queen Of The Month kali ini. Pemakaian mahkota dilakukan oleh Bu Yuli selaku ketua keputrian kami yang akan membimbing kami, beliau juga memiliki wakil dari kaum anak muda untuk berkoordinasi yaitu Monica Salisa. Barakallah semuanya :), semoga aku juga bisa seperti kalian, bisa jadi Queen of Month Yours, Forever Till Jannah. Aamiin.


Kesimpulan yang akan saya ambil dari kegiatan hari ini adalah:
Hakikatnya cinta itu luas, tidak terbatas pada manusia tapi juga pada Allah dan pada benda. Dan setiap orang wajar memiliki cinta. Hanya kadang, ketika kita jatuh cinta pada Makhluk-Nya kita menjadi over protektif dan berlebihan, padahal harusnya kita hanya perlu mempersiapkan diri dan berdoa hanya pada Yang Maha Mendengar. Perasaan kita perlu dikelola dengan baik agar tidak jatuh kedalam kubangan dosa. 

Queen Of Yours, Soon to be

Terakhir tentang cinta, 
Hadapi dengan wajar
Jalani dengan benar
dan ceritakanlah hanya pada Allah Yang Maha Mendengar.

Salam dari saya,
Queen Of Yours. Mas :)

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.