Langsung ke konten utama

Rajabasa Changes Me


Tulisan malam ini terinspirasi dari saya, mba dian, dan teman-teman lain yang khawatir. Tulisan kali ini bukan tentang sosok-sosok Lingsuh yang menginspirasi, bukan juga menceritakan kegiatan kami seperti yang ada pada seri 'Story Of Lingsuh Town'. Tulisan kali ini akan bercerita tentang saya, orang baru yang berubah setelah masuk ke keluarga rajabasa.
Saya masih ingat betul pertama kali saya kuliah. Gaya pakaian, cara bergaul, juga bagaimana cara saya beribadah. Saya masih ingat saya yang notabene nya anak ekonomi tergerus dengan aliran trend mode kala itu. Gaya berpakaian dan cara beribadah yang tidak kalah buruknya. Yaa Allah, ampuni aku.

Begitu banyak aib yang tidak mungkin saya ceritakan disini, terlalu privasi dan terlalu buruk untuk diceritakan. Yang pasti adalah, Rajabasa merubah saya jadi orang yang lebih baik. (dengan asumsi variabel lain dalam kondisi Ceteris Paribus) atau dalam artian aspek lain yang mendukung tidak saya bahas kali ini.

Saya masih ingat betul, kala itu Maret 2016 saat pertama kali saya dapat kendaraan dengan atas nama milik saya sendiri. Begitu bahagia karena lumayan sulit meminta ke orang tua kala itu, namun lantaran ibadah dan ridho Allah, jadilah motor merah itu milik saya. Untuk pergi kuliah, pergi mengaji, dan banyak hal lainnya.

Dulu saya tidak tinggal di Lingsuh, sehingga saya lumayan jauh untuk mengaji. Pergi sendirian tanpa teman, dan pulang sendirian. Begitu terus berulang. Saya juga seringkali diantar mas-mas yang baik hati, mengantar saya, memastikan saya selamat sampai tujuan. Oh Allah, I Miss This! Mas-mas disini yang (dulu) begitu peka bahwa sangat berbahaya untuk saya dan teman-teman lainnya pulang tanpa kawalan.

Dulu saya juga sering dapat teguran ketika mulai jarang keliatan, saya sering diingatkan tentang jadwal ini dan itu. Sering dapat sms dari "Rojul" yang sampai detik ini saya tidak tau siapa. Jazakaullahukhoiro mas, untuk setiap sms nya kala itu.

Di Rajabasa juga saya mulai memperbaiki cara berpakaian. Saya melihat banyak sekali role model yang bisa saya jadikan acuan, Cantik namun tidak melanggar aturan Allah. Mulai dari merubah jeans menjadi rok, merubah jilbab 'saringan tahu' saya menjadi jilbab yang lebih pantas,  dan lainnya. Sebuah perubahan yang tidak pernah saya bayangkan.

Seiring waktu berlalu, saya pindah ke Lingsuh, yang semakin merubah saya. Salah satunya adalah cara bicara saya jadi lebih baik. Saya bahkan punya role model yang baik dalam menuntut ilmu, contohnya dua orang ini. Saya punya berbagai guru yang sampai saat ini saya syukuri ilmunya, Sending A lot of syukur to them, Read More


Tapi mas-mas, let me tell you something...
Mas, kalau aku berubah lebih baik disini, tapi kenapa kini semua hal rasanya tidak semenyenangkan dulu. Kenapa aku rasanya tidak se-semangat dulu, kenapa rasanya aku mundur-mundur dan terus mundur. Kenapa aku rasanya hanya menanggalkan kewajiban dan ingin segera pergi dari sini. Dan masalahnya, bukan hanya aku yang begitu.

Rasanya kini berbeda, rasanya kita semua menjauhi lingkaran positif ini. Terlalu banyak yang hilang. Akrab, kompak, dan saling peduli rasanya mulai luntur diantara kita. Tidakkah kamu merasakan yang sama? atau hanya aku yang merasakan semuanya sendirian?.

Aku tau bahwa kamu mungkin sibuk, dan aku pun sama. Tapi bukankah dulu juga kita lebih sibuk? bukankah kita pernah punya waktu untuk rela tidak pulang kampung demi kebersamaan? bukankah dulu kalian yang begitu bersemangat antar jemput? Lalu kemana hilangnya mas?
Oh Allah, bring them back. I miss a lot of kind person in Lingsuh. Oh Allah, I'm Beg....


Komentar

  1. Sedih:( semoga hal-hal baik kembali. Semoga semangat lagi. Gapapa walau revover-nya lama..

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Iya, gatau kenapa ini mas mas acue. Sedih akutu

      Hapus
  3. Mas mas nya udah osan...

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Bicaralah, mungkin orang lain mengerti

Siang hari, 15 Agustus 2017

Siang ini saya baru saja menyelesaikan ujian susulan matek, yahh.. Matematika ekonomi. Ujian susulan karena kasus yang bener-bener memalukan kemaren. Di post sebelumnya saya udah ceritain kasusnya (kalo udah baca).