Langsung ke konten utama

Saya (tidak) Sekuat Dulu

Source: Pinterest.com
Tadi sore saya sangat lelah habis dihajar mata kuliah metodologi penelitian yang berlangsung 3.5 jam. Bayangin aja ujian satu jam dan sisanya denger materi yang mbuh apa saya juga gak ngerti lagi. Bzz tiap hari kok rasanya makin bodoh dan bodoh.
Setelah selesai kami sekelas langsung berhamburan (kaya burung aja) keluar kelas,  saya dan beberapa teman memutuskan untuk makan di fakultas sebelah, yaa fakultas teknik, tempatnya cowok-cowok berkumpul, lumayan buat cuci mata. Hihi

Saya harus segera pulang karena saya lupa membawa materi bimbel, oh iya, Alhamdulillah saya dapat les bahasa inggris dari fakultas. Syukur yang luar biasa karena sudah kuliah gratis, ini dapet tambahan les gratis. Jadi nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan? Alhamdulillah...

Setiba di kosan, ibu saya menelpon. Saya pikir hanya telpon biasa, karena kami memang biasa telponan hampir setiap hari. Sampai pada suatu detik dia bilang "bapak jatuh dari tangga". Disitu hati saya runtuh, se runtuh-runtuhnya. Saya ingin lari sesegera mungkin pulang ke rumah. Hanya saja, saya masih punya jadwal ujian dan ibu saya juga bilang tidak perlu khawatir. Tapi tetap, hal ini meruntuhkan saya berkali-kali. Saya, menangis:)

Tidak masalahkan untuk terlihat lemah, saya tidak perlu bersikap sok kuat dan dewasa terus kan. Pada akhirnya saya juga cuma manusia yang punya hati. Oh Allah, semoga beliau baik-baik saja. Oh Allah lindungi mereka. Oh Allah, aku sayang mereka.
Saya jadi ingat percakapan saya dengan mba upi kemarin malam. Saya yang sudah membulatkan tekad untuk pergi dari Lampung setelah lulus.  Saya yang takut untuk ekspektasi saya, takut tidak tercapai, memilih pergi dari sini untuk mendamai bersama waktu. Kemarin, saya masih bulat tekad. Lulus, kerja, dan pergi sejauh mungkin. Masalah kamu mas? Kamu saja tidak tau perasaan saya. Apalagi yang saya harapkan hahaha.

Tapi kabar ini menapar saya. Kabar ini mengingatkan saya. Saya tidak boleh egois. Saya harus ingat saya tidak bisa lagi berlari sejauh yang saya mau. Saya nyatanya tidak lagi sekuat dulu yang masih mampu berpikir rasional. Hati saya tidak lagi keras, dan saya menjadi lebih lembut, lebih bisa menangis untuk orang lain. Saya jadi memikirkan ulang tentang keputusan saya. Saya jadi harus mempertimbangkan banyak hal. Saya harus mencari jalan lain untuk mendamai seandainya di masa depan saya masih disini tapi kamu tidak datang atau malah mendatangi orang lain. Tapi semoga tidak, semoga :)

Toh seandainya aku, kamu, akan menjadi kita. Kita akan tetap kita kan. Tidak peduli saya pergi atau saya bertahan disini.

Selamat malam, semoga kamu tidur tenang, Mas.
Jangan lupa hapalan Ar-Rahman ya,
Impian saya adalah dibacakan Ar-Rahman sebelum tidur.
Saat saya insomnia, saat saya sedih, atau saat keduanya bercampur seperti sekarang.





Komentar

  1. Aiiii, semoga keluargamu selalu dalam keadaan baik dan sehat. Iya banget Ai. Dulu banget aku semangat pengen ini itu tetapi sekarang keluarga jadi prioritas banget. Akan ada masa kaya gitu emang--ketika semuanya bakal nggak berarti kalau harus banyak ngorbanin keluarga.

    PS: Ya Allah, iya banget soal Ar Rahman. Dibacain Ar Rahman itu impian banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mba eem :). Semoga keluarga mba iim juga selalu baik dan sehat. Sekarang kayanya aku men-dewasa mba hihi.
      Iya, bacain Ar-Rahman mas. Bacain:(

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.