Langsung ke konten utama

Seandainya menyerah bukanlah pilihan

Hallo, kamu. Iya,  kamu
Mata teduh yang tidak pernah sanggup saya tatap
Mata yang dengannya saya sanggup menunduk
Mata yang mungkin malam ini sudah terpejam.
Penat, lelah, dan butuh istirahat.

Mas, aku mulai yakin.
Tapi bukan padamu
Yakin bahwa aku akan mundur.

Mas, aku mulai percaya
Bahwa berharap kamu bisa meneduhkan adalah semu
Bahwa kamu akan sanggup menanganiku sepertinya sangat melelahkan
Dan terus memendam rasanya begitu menyesakkan.

Saat aku tau aku tidak lebih baik dari siapapun
Tidak bisa dijadikan pilihan
Bahkan tidak bisa dijadikan cadangan
Aku,  terlalu hina untuk sampai diposisi menemanimu

Mas, aku jelas bukan Fatimah yang pandai menyimpan perasaan.
Bukan mas,  bukan. Aku menyesakkan dadaku yang selalu dalam godaan syaiton.
Rasa penasaran untuk menyelamimu lebih dalam,  mengenal lebih jauh. Uh Astaghfirullahh.
Betapa sulit semua ini. Sulit mas.

Mas, kamu tau wanita favoritku?
Ibunda Khadijah mas, istri Rasulullah.
Tapi cerita tentangnya sangat sedikit,  aku sulit menemukannya.
Menemukan kehebatannya,  jelas,  karena ilmuku yang masih rendah.
Aku begitu mengagumi beliau yang mendukung Rasulullah.
Orang yang rela bertaruh semuanya demi dakwah Rasulullah.

Akupun berharap sama,
Bisa menemani seseorang
Menaiki satu persatu tangga kehidupan
Untuk mendukung dia dalam kebaikan
Dan saling mengingatkan dalam keburukan.

Mas, maaf
Aku ingin menyerah
Aku akan mundur
Mas,  aku cukup tau diri.
Oh Allah, maafkan aku karena kali ini percaya
Bahwa 'ketidakmungkinan'  itu ada

Seandainya nanti aku pergi,
Kamu pun tidak akan menyadari
Tidak pula kehilangan
Mas, berbahagialah dengan yang menyenangkanmu
Mas,  ada banyak hal menyenangkan disini.
Hatiku senang,  hatiku bahagia
Tapi ada banyak alasan menyakitkan untuk pergi,
Mungkin salah satunya kamu.
Mas, bahagialah.

Komentar

  1. Balasan
    1. Ibu khadijah tak pernah menyebarkan isi perasaanya, kesedihan nya di sebuah surat yang Nantiny Bisa di Baca orang2

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.