Langsung ke konten utama

Aku mau lari-larian dulu ya


Malam ini, punggungku rasanya sakit. Yaa sakit biasa, cuma pegal karena harus mengerjakan ujian brevet dari pukul 08.30 pagi sampai 17.00, dengan jarak jeda yang sebentar. Dan hoah! aku yang nekat tancap gas tanpa persiapan matang. Gila ya aku, yaahh gimana, otakku bisa meledak kalau ku paksa. Syukur ini ciptaan Allah, kalau buatan manusia mungkin sudah berasap atau meledak. Yah, bahkan kalkulator kesayanganku pun sudah mulai kehilangan sedikit kesadarannya. Yah semoga dia masih kuat. Sekuat aku menahan godaan cowok-cowok diluar sana mas (haha apasih)

Malam ini aku tidak ingin mengeluh, tidak juga curhat soal kesulitan-kesulitan hidup. Karena ya, sekarang aku menyadari bahwa semua kesulitan ini adalah inginku, yaa inginku agar lebih mudah dimasa depan.

Seperti tulisanku sebelumnya, aku sedang menjalani tes brevet pajak A dan B. Menguras pikiran, tenaga, bahkan kantong karena akuuttuuu kalo stres pengen jajan mulu. Gak stres aja aku jajan, apalagi stres kan ya. Dear mamak dan bapak, Maafkeun karena beberapa minggu ini jadi sangat boros sekali. Maafin akuu :D

Kali ini, aku mau bilang ke kamu. Mas, aku lari-larian dulu ya. Aku mau kejer mimpi-mimpiku dulu. Aku mau jadi akuntan yang beneran mendalami keilmuan ini, Beneran jadi perempuan yang punya kapabilitas (ampun tinggi sekali bahasa) di bidang ini. Aku ingin mampu, ingin paham, dan bukan sekedar bisa. Hehe. Doain aku ya, mas.

Aku juga berharap kamu juga lagi lari diluar sana (yang entah dimana). Berlari mengejar impian ya, bukan lari sama perempuan lain, Plis jangan Plisssss.

Aku mau kamu memahami bahwa kemunduranku dalam memasak, ke tidaknormal an ku dibanding perempuan lain adalah karena aku bersiap di hal lain. Bukan karena malas, bukan karena bersantai, apalagi aku yang tidak mau belajar. Bukan mas, bukan!. Aku mau kamu tau, bahwa ke gaul an ku bersama beragam jenis orang adalah bentuk sosialisasi dan bukan bentuk ke-lenjeh-an ku sebagai perempuan. Aku ingin kamu tau, bahwa suatu saat ketika aku memilihmu, itu karena aku yakin. Karena aku tau kamu yang paling baik diantara yang baik.

Aku juga ingin mengungkapkan keresahanku, yang mungkin jadi keresahanmu juga. Tentang pendapat mereka, tentang katanya aku yang begini, begitu. Tentang aku yang banyak negatifnya. Tentang aku yang banyak tidak bisanya. Percayalah bahwa kamu harus mengenalku, dan tidak peduli kata mereka. Sebab lebih ku belum tentu benar, pun dengan kurangku.

Mas, Jangan terlalu santai dalam hidup. Jangan saling melukai jika kita dipertemukan. Jangan jadi orang yang mengecewakan. Ya, walaupun aku tau kamu mungkin tidak akan mengecewakan sebab kamu adalah pilihan Allah. Dan satu lagi mas, jangan datang terlambat.
Mas, aku mau lari-larian dengan mimpiku dulu ya, aku besok ujian aplikasi mas. Doain aku mampu menghadapi 7 jenis aplikasi ini. Kamu juga harus kuat. Mas!

Semoga kita bertemu di persimpangan jalan itu ya. Saat semua sudah tepat. Aku tunggu, Aku tunggu.

Regards, Tulang rusukmu yang (super) bengkok.

Komentar

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.