Langsung ke konten utama

Berdamai dengan nilai C


Hari ini hujan seharian, dan rasanya jadi mager mau kemana-mana. Selain karena cuaca, hari ini juga masih ngantuk karena semalam begadang bacain isi blog ini sambil ketawa-ketiwi. Iya, karena udah biasa tidur malem, jadi walaupun gak ada kerjaan tetep aja tidurnya larut. Hasilnya? susah bangun dipagi hari. Euh! Padahal ada deadline mini skripsi tapi kok mager banget nyentuh-nyentuhnya. Ah Aini, katanya mau cepat lulus. hm

Barusan banget selesai menghidupkan kembali si Inspiringgirl.com, setelah pemikiran berulang-ulang dan pertimbangan yang sudah sangat matang. Jadilah blog itu diaktifkan kembali. Yaa walapun harus nguras waktu lagi untuk menata ulang doi yang udah berantakan (se-berantakan hidupku sekarang gegara nilai yang jelek-jelekin siakad). Oh Allah, why this is so hard to graduate soon :(.

Tadinya ga pengen ngeluh, soalnya ini juga kan bukan masalah yang bikin mati gitu dan gak dibawa mati juga. Cuma karena masuk-masuk kedalam mimpi, sampah satu ini rasanya perlu banget dibuang pada tempatnya. heuheu.
Semua ini bermula saat kkn dan nilai semester lalu yang terpuruk separah-parahnya. Udah gak ngerti lagi, padahal udah sak poll nya dan ngerasa gak berbuat salah apa-apa, kok bisa-bisanya mimpi buruk ini keluar. Krs yang biasanya cuma numbalin satu nilai C, semester lalu malah bawa pulang tiga C. Bahkan orang yang sariawan aja gak segini membutuhkannya sama C. Jadilah kacau, makin gak niat kuliah, makin berasa useless dan cuapek. Rasanya pen udahan, bye!

Berulang kali juga pengen banget minta ke asdos ngomong ke dosen bersangkutan. Cuma kok kayanya gak berefek juga dan malah repotin orang lain. Okelah ya, buat audit, cukup tau salah karena sekali gak ikut pop quiz (a.k.a kuis dadakan) gara-gara kesiangan. Tapi untuk SIA dan AKL, yang dosennya sama, kuu tidak tau lagi kenapa bisa nilai akhirku dua-duanya 45. Sebuah kebetulan yang tidak bisa dianggap betul. Oke, I'm done with this ngeluh-ngeluh. Waktunya saya menceritakan bagian bersyukurnya.

Jadi semalam, Aku coba chat anak lingsuh yang notabenenya juga mahasiswa akhir. Anak fakultas sebelah yang kayaknya sih hidupnya gak niat-niat amat sama dunia. Doi sibuk banget ngapal Quran, oke.. inisih keren ya, keren banget malah.
Chat ngalor ngidul karena satu orientasi dunia nya tinggi (saya) dan pihak sana malah kebalikannya. Jadilah kalau chat orang ini saya suka susah nyambung. Sampai di suatu balasan dia bilang "segera ataupun ditunda seberapa pun semoga nda masalah (wisuda)". Dan saya cuma bisa bales "Aamin". karena udah gak ngerti lagi mau balas apa. Lhaa wong jelas, buat saya wisuda yaa harus segera dan nggak bisa santai-santai aja.

Sampai saya ingat sesuatu, bahwa apapun itu ada qodarnya masing-masing. Termasuk wisuda, termasuk nilai saya yang menurut saya buruk, termasuk jodoh, juga nikah, semua ada qodarnya.

Lha buktinya, saya yang berusaha ngapus C di siakad dengan ikut semeter pendek (waktu itu) untuk perbaiki nilai, dengan belajar saat ujian, ngerjain tugas segila-gilanya, eh taunya malah dikasih tambahan c lagi biar semangat ngulang. Faktanya, who cares? Allah tetap punya rencananya sendiri. Dan saya, harus lapang hati nerimanya.

Juga saya jadi teringat salah satu anak lingsuh, salah satu anak berprestasi di lingkungan kami, anak yang saya rasa doa dan usahanya nggak ada kurangnya, saat ini juga belum wisuda. Padahal saya tau kok kalau banyak temannya udah wisuda dan udah mulai naik ke tahap selanjutnya. Dia? kayaknya tabah-tabah aja tuh. Lah kok saya, siakad baru dikasih banyak (vitamin) C udah kaya mau di dropout kampus, udah kaya bakal telat wisuda. Udah kufur nikmat.
Astaghfirullah..
Dan buat mas nya, yang artikelnya nampang jadi popular post di blog ini.. Semoga segera wisuda, semoga segera tercapai impiannya, tetep kuat ya, Mas. hehe 
Jadi sekarang, saya mau berdamai. Saya mau bersyukur, saya mau semangat lagi. Dan mungkin saya mau ngulang lagi mata kuliah bernilai C itu di semester depan. Saya mau nyusun skripsi secepat mungkin, mau wisuda sesegera mungkin. Mau bawa orang tua di kampung ke kampus, di hari selasa karena anaknya yudisium dan mengumumkan ke dunia kalau anaknya udah berhasil menempuh strata satu dengan gelar S.Ak. Dan kalau bisa, mau cumlaude. (possible ga sih?) haha. Yaa, With the name of Allah, Impossible is nothing. right?

Semoga kita semua kuat, semoga kita semua semakin bisa nerima qodar baik dan buruk. Semakin sabar, semakin syukur, dan semakin mempeng ibadahnya, Aamiin.

Credit for: InspiringMen Lingsuh, Rajabasa.
Jazakumullahu khoiro, All.




Komentar

  1. Semua yang allah kasih itu cukup dan tepat waktu.kamu hanya perlu melihat dengan skur dan sabar

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAllah. Jazakaullahu khoiro akhi untuk nasehatnya 😊

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Diarra Queen SPA : SPA dengan konsep alam yang menenangkan

Kegiatan sehari-hari aku sebagai mahasiswa itu benar-benar padat. Belajar di kelas, ngerjain tugas, belajar kelompok, organisasi, dan beragam urusan lainnya masuk dalam rutinitas sehari-hari. Badan dan wajah kadang udah gak tau lagi deh bentuknya gimana. Minyak dimana-mana, bibit-bibit jerawat, komodo komedo udah menempel khas di wajah. Selain karena faktor polusi, ini juga karena hormon yang timbul karena stres. Apalagi di musim-musim Ujian Akhir Semester, masalahnya jadi tambah satu lagi, Mata Panda! Ewh!

Kuatlah, Wahai Diri

Assalamualaikum, Aku

Sebuah jiwa yang diombang-ambing godaan syetan. Sebuah jiwa yang terbolak-balik hatinya. Sebuah jiwa yang naik-turun semangat nya.

Memanfaatkan Momentum 11 November Untuk Self Reward

Sebagai makhluk hidup, terkadang kita bosan sama hidup yang gini-gini aja. Ngerasa gak ada perubahan atau bahkan stagnan di satu step yang membosankan. Jenuh, bosan, dan bahkan stres bisa melanda kita kapan saja. Yah, wajar dong. Kehidupan memang kadang menyeret kita ke hal-hal yang sulit. Itulah kenapa kita harus sayang sama diri kita sendiri, contohnya dengan sering memberi self reward pada diri kita ini.

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…