Langsung ke konten utama

Nikmatin aja rotasinya!


Boyok (a.k.a) punggung malam ini rasanya udah mau copot. Gimana engga? Satu minggu ini dihajar abis-abisan sama persiapan tes brevet pajak A dan B dengan tanpa mengurangi satu jadwal harian pun. Yah kalo mau diceritain,  jadwal harian ajatuh dah berat,  eh ditambah lagi sama padatnya jadwal brevet. Rasanya kaya, udah kecipratan air kotor ditambah lagi keujanan. Basah kuyup dah tuh!  Banjir banjir rasanya otak,  syukur ini ciptaan Allah, gatau deh kalo buatan manusia apalagi produk imitasi. Remuk redam tak bersisa paling udahan.  (ah elah alay amay yak).

Sedikit kesel juga hari ini karena gak bisa gabung sama teman-teman WBA untuk acara Bright Days Campus di kampus sendiri. Bukannya jadi tuan rumah yang baik, ini malah ninggalin aja. Yaa gimana dong, I was promise to myself to doing this (brevet)  seriously.

Hmm, mungkin pada bingung ya brevet ini apaan sih ay, dudududu. Yep, saya mungkin bakal bilang untuk "please searching". Tapi karena sedang berbaik hati, saya mau jelasin dulu apasih brevet ini. Jadi, brevet ini adalah ujian yang harus dilalui seseorang untuk dapat sertifikat tentang pemahaman pajak. Nah di dalamnya ada brevet A, B, C. Tapi yang kali ini sedang saya ambil hanya A dan B. Dan itu,  MasyaAllah, berat tiada terkira. Selain karena saya yang basicnya kurang tertarik sama pajak, juga karena materi yang terlalu banyak diwaktu singkat. Saya? Gumoh seketika. (gumoh?)

Saya sedikit pesimis untuk kali ini, karena asli. Materinya beneran susah,  tapi yaa lumayan tertolong karena mentornya sangat baik dan sabar. Jauh banget deh sama suasana belajar dikelas yang tegang. Di short course ini rasa cinta saya sama perpajakan sedikit mulai tumbuh.  (tenang aja mas, cintaku padamu ga akan berkurang kok) uhuk.

Udahan sama brevetnya, kali ini ada kabar gembira dari mba Dinda. Sedikit motivasi lah yaa daripada saya cuma sering nulis curhat disini,  sekali-kali bolehlah berbagi sesuatu yang (sedikit) bermanfaat.
Kominfight
Namanya Dinda Puji Lestari, aku suka manggilnya Mba Dinda. Dulu ketemu di BEM Unila sebagai sama-sama staff kominfo,  waktu jaman menterinya Mba nina rosita. Yah kapan-kapan aku ceritain deh jungkir balik aku di dunia perkominfoan (ahelah banyak gaya lu).
Mba dinda ini setingkat diatas aku, dan dia baru aja selesai S1 Administrasi Negara di kampus yang sama kaya aku. Kami juga pernah jadi Liaison Officer untuk acara Job Fair Campus (Begawi Karier) dengan menangani perusahaan yang berbeda. (Soon aku ceritain KeKominfoan lebih banyak ya,  hehe)

Usut punya usut,  Doi udah kerja di perusahaan yang dulu dia tanganin di Begawi Karier.  Yaa sama aja sih,  aku juga dapat kerja di wardah karena begawi karier. Terimakasih begawi karier (sambil lambaikan tangan) hahaha.

Alhamdulillah lagi,  bayaran mba dinda sudah diatas UMR.  Yaa lumayan lah untuk fresh graduate yang belum wisuda dan belum dapat ijazah. Sembari mengisi waktu luang,  daripada nganggur mending kerja kan? Hehe. Yaa semoga aku juga cepet lulus,  cepet wisuda, cepet dapet kerja,  dan doa paling deket sih,  semoga lolos brevet biar dapet sertifikat. Hihi. (Ketar ketir cuy soalnya standar lulus untuk tiap mata uji lumayan besar).   Ahh mas,  Jazakaullahu khoiro untuk mengingatkan bahwa "Intansurullah wayansurkum". Huh,  aku hampir aja lupa kalau Allah selalu menolong hambanya :).

Yang aku pengen bilang ditulisan kali ini adalah untuk jangan pernah berhenti mencoba. Jangan takut untuk mencicipi hal-hal positif diluar sana. Jangan pilih-pilih kesempatan,  dan jangan juga cepat bilang "ngga bisa". Karena sebetulnya,  batasan dirimu selalu kamu yang tentukan. Juga jangan sering jiper kalau ada yang jelekin,  tunjukin kalau kamu ngga seburuk yang dia bilang.

Ya, balas dendam terbaik itu selalu berbentuk dengan kesuksesan. Yaa walaupun mungkin terdengar buruk,  membalas orang jahat dengan kesuksesan adalah hal yang lebih baik daripada sibuk mengutuk diri sendiri apalagi malah menghujat orang yang menghina kita.
Bukankah menyenangkan mendengar cibiran hina itu berubah jadi ucapan selamat? Hehe.  

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Bicaralah, mungkin orang lain mengerti

Siang hari, 15 Agustus 2017

Siang ini saya baru saja menyelesaikan ujian susulan matek, yahh.. Matematika ekonomi. Ujian susulan karena kasus yang bener-bener memalukan kemaren. Di post sebelumnya saya udah ceritain kasusnya (kalo udah baca).