Langsung ke konten utama

Kalau masih suka susah syukur, sama yang lain aja sana

Tulisan ini disponsori oleh sahur bareng keluarga cendana. Jazakumullahu khoiro untuk makan sahurnya. Lumayan buat saya yang selama di kosan nggak pernah sahur nasi. Hihi.  Akhirnya ada melek yang didepan saya nasi dan banyak orang makan sama saya. I'm so happy for that. Karena sebenernya aku tuh gak suka makan sendirian, apalagi makan sahur. Better to take some cookies to eat and lanjut bobok. Oh,  I love bobok so much.

Tadi waktu sahur bareng,  ada kejadian yang bikin saya sedikit kesel. Oke, sepele sih. Masalah komentar makanan doang, tapi kok buat saya ini bikin risih ya. Jadilah saya mau nulisin sampah satu ini biar terhempas dari pikiran.

Mungkin karena terbiasa sama bapak yang adem ayem, gak pernah komentar, nggak muji, tapi juga gak pernah reseh soal makanan,  saya jadi risih kalau ada laki-laki yang begitu comel untuk komentar masakan kurang ini kurang itu, kok begini kok begitu. Juga tentang hal lain sih, gak mesti makanan. Ahh, sesuatu yang menurut saya gak perlu dilakukan. Kalau mau ya makan, engga ya udah to. Nabi juga gak ngajarin kita untuk mencaci makanan kan. Okelah,  saya sensitif dan (sedikit) ngambekan, but seriously,  i can't tolerance it.

Sebagian perempuan tuh mungkin diem aja yaa kalau misalnya ada laki-laki atau siapapun komentar. Tapi buat saya, hal ini menyakiti dan saya susah menerima. Jadi kalau ada yang komentar soal pemberian orang lain,  saya biasanya nyeletuk pedas ala-ala perempuan galak, atau saya diemin aja pertanda ngambek. Bahkan untuk kondisi lebih parah, saya bisa nggak pernah ngasih apapun lagi untuk orang yang bersangkutan. Saya, Trauma dan kesel.

Saya sih gak perlu pujian berlebihan, atau sampe di update di sosmed tanda terimakasih. Seriously gak perlu. Cukup lah bilang terimakasih, dan terlihat senang sama pemberian. Itu udah lebih dari cukup. Pura-pura nyenengin orang juga gapapa kan? Appreciate orang lain dengan bilang terimakasih juga gak bayar. So guess what? Apa susahnya ngehargain orang lain dengan gak protes, dan gak nyakitin. Belajarlah buat hargain gimana dia berusaha untuk itu. Walaupun hasilnya mungkin nggak sebagus orang lain. Kamu juga pasti pengen diperlakuin sama baiknya kan.

Saya rasa, gak ada perempuan yang baik-baik aja setelah dapat komentar-komentar gak ngenakin. Gak ada dia yang hatinya legowo. Yang ada cuma perempuan yang miih diem walaupun udah berusaha sebaik mungkin. Jadi please, for anyone who read this. Please be appreciated. Cukup senyum, bilang makasih dan selesai.
Bukannya dalam agama juga dibilangin,  tidak dikatakan bersyukur jika tidak bersyukur pada manusia (lupa dalil pas nya gimana, intinya gitu). Kan?

Jadi mas, stop protes. Banyakin terimakasih.
Orang berkembang lebih baik dengan apresiasi kok. Daripada tumbuh karena hinaan.
Dari aku, yang masih belajar bertumbuh. Semoga tumbuhku selalu mengarah pada kebaikan. 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.