Langsung ke konten utama

Perasaan tanpa nama

Aku tidak tau aku harus menyebut ini apa.
Pertemuanku denganmu beberapa tahun lalu adalah satu dari sekian peristiwa kita.
Mengeja namamu ditengah kesulitanku mengingat.
Memelankan suaraku ditengah tangga nada yang tinggi.

Kadang aku berpikir tentang kekaguman.  Ya hanya sebatas itu.
Kadang juga aku berpikir masa depan. Ya sampai sejauh itu
Diam diam, kurapal namamu dalam doa
Berharap semesta mendengarkan,  dan Sang Maha Kuasa mengabulkan.

Kamu baik, maaf,  terlalu baik maksudku
Aku kadang ingin mengetahui sedikit lebih jauh
Tapi segini saja rasaku runtuh.

Bagaimana aku, dengan segala hiruk pikuk keramaian dunia
Bisa menemukan ketenangan itu di jiwa mu.
Bagaimana aku,  dengan semua gaya lincahku
Bisa mati kutu dan menikmati kepatunganku dihadapmu

Bagaimana hatiku rasanya begitu bahagia,
Memasang instastory hanya untuk kamu tau
Bagaimana hatiku bisa begitu senang
Melihat status "online"  whatssapp mu.

Aku mau terus mendoakanmu
Tapi aku malu,  malu pada kapasitas diriku
Yang telampau jauh
Yang tidak akan mampu

Ah,  aku ini pengecut
Aku juga berdosa tidak percaya kuasa-Nya
Aku sungguh ingin mendoakanmu
Tapi aku tau, aku harusnya tau diri

Seandainya aku bisa memaksa.
Oh Allah, aku hanya ingin dia.
Seandainya aku boleh meminta
Aku tidak ingin selain dia.

Pemilik semesta telah menunjukkanku begitu banyak ketidakmungkinan
Dia pun telah mengajariku bahwa tidak ada yang tidak mungkin
Aku harusnya tau, bahwa semesta pun akan menunjukkan jalanmu
Sebab aku, sudah jatuh.

Tidak,  aku tidak jatuh.
Pertahananku hanya sedikit runtuh.
Tidak, bukan sedikit
Ini lebih dari sedikit runtuh


Komentar

  1. Aiii, I wish I fell in love so I can eloquently write something this soulful, poetic, and dramatic. Hihihihi.

    Nice writing anyway.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi. Jazakillahu khoiro mba iim. Jadi malu gini puisi abal abalnya dibaca mba iim 😂😂

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Teruntuk seseorang yang namanya Tertulis di lauhil mahfuz

Ku tulis ini di Metro, Rumah sahabat ku yang kini sedang tertidur di sampingku. Sembari memeluk guling -seperti yang selalu ku lakukan, aku ingin menuliskan apa yang telah mengganggu ku belakang ini.

Garisan Qodar

Tulisan ini aku buat untuk diriku sendiri dimasa depan. Takut kalau suatu hari nanti aku patah. Takut kalau suatu hari nanti ekspektasi ku justru membuahkan masalah karena berbanding terbalik dengan realita.

Kuatlah, Wahai Diri

Assalamualaikum, Aku

Sebuah jiwa yang diombang-ambing godaan syetan. Sebuah jiwa yang terbolak-balik hatinya. Sebuah jiwa yang naik-turun semangat nya.

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).