Langsung ke konten utama

Tidak ada tempat senyaman rumah

Malam ini  dingin, mungkin sedikit sejuk. Entah suasana rumah yang begini, atau karena produk baru di wajah yang ada aloe veranya ini yang bikin makin adem, eh apasih. Makin damai dengan suara saxophone dari youtube yang akhir-akhir ini jadi favorit gara-gara kalo acara WBD suka denger ginian dari bintang tamu kayanya,hihi. Masih di kamar saya yang cat biru nya mulai pudar tanda gadak yang aware lagi sama warna nih kamar, huhu sedihnya.

Masih dengan keluarga saya yang hangat dan orang tua yang nggak suka tidur larut dan saya yang hobinya begadang. Oh, sungguh aneh ya saya (semoga kamu bisa terima,mas). Masih dengan perasaan terngiang bapak yang bilang " adekmu udah mulai kehilangan, mulai kangen" dan mamak nambahin "dia juga suka nanya kapan mbak pulang". Duh, saya kok melow dengernya. Ternyata bocil itu sayang sama saya.

Memang sih, dari awal kuliah saya jarang banget pulang. Dulu bahkan bisa dua bulan sekali. Padahal jarak rumah dan kampus cuma 100 menit naik motor. Bukan jarak yang jauh buat sering pulang. Bahkan si Azka (temen aku) pernah bilang "kalau aku jadi kamu, tiap minggu aku pulang". Ahh saya mah apa atuh, banyak durhakanya, banyak lalai nya, sama orang tua aja nyepelein. Nyepelein rasa rindu mereka, ahh apalah yaa kok jadi makin ngerasa berdosa.

Buruknya dari jadi aktif diluar adalah saya jadi ga punya banyak waktu untuk keluarga, saya jadi abnormal gak kaya perempuan lain yang bantuin ibunya masak. Saya malah menuhin jadwal pulang sekolah dengan les, rapat, latihan drumband, latian debat, ahh begitu fullnya hari-hari saya kala itu. Dan ajaibnya, orang tua saya dukung sepenuhnya, selama itu baik, selama saya suka, saya didukung sepenuhnya. Walaupun saya suka nyeleneh kalau dibanding yang lain. Oh Allah, begitu syukur saya telah engkau beri keluarga semacam ini. 

Di kuliah, saya sama nyelenehnya. 5 semester saya habiskan untuk sesuatu yang bernama soft skill, untuk pengalaman organisasi, untuk nyoba ini dan itu. Sampai kemudian di semester enam ini saya putusin buat udahan nyoba-nyoba, putusin buat serius sama hobby. Cuma nyisain kuliah, ngaji, kerja, dan ngeblog. Dan well, itupun ga buat saya jadi anak yang sering pulang. Pardon me, Mak Pak.. Mengira bahwa kalian yang engga pernah bertanya adalah bentuk tidak peduli. Nyatanya kalian hanya menahan rindu, hanya agar akademikku tidak terganggu. Oh really, forgive me.
My Lil Brother
(Aslinya ga segendut itu, ich)
Keluarga saya punya adat yang bagus sekali untuk dicontoh, yaitu ngobrol bareng di teras malam hari. Sharing seharian ngapain aja, ada masalah apa, ada kejadian lucu apa, dan ini hampir dilakukan setiap malam. Kunci keluarga kami bukan keharmonisan dan keromantisan tiada tara. Tapi komunikasi. Membuat kami saling mengerti, saling kokoh, dan saling tau satu sama lain.

Sampai penyebab kenapa mbak nggak pandai masak sepinter anak lain, tentang mbak kenapa jomblo mulu, tentang adek yang suka sama temen kelas karena dia putih (dan adek item), tentang cerita masa kecil mamak bapak, tentang target masing-masing (juga target nikah mbak), semuanya kami ceritain. Tidak ada rahasia, tidak bohong, tidak nutup-nutupi, dan saya.benar-benar suka pola ini. (nanti kita begini juga ya, Kang Mas).
Bekas ngobrol
Engga ada hening kesepian saya di kotak pink yang ada tumblr, ada akuarium ikan, dan beragam makanan kecil saya tapi tetep bikin saya kesepian. Ngga ada main hp banyak-banyak karena pasti mamake negur "seng mbok delok neng hp ki opo? Opo yo gak bosen". Jadi yaudah banyakin ngobrol, quality time, masak buat orang tua, buatin bapak kopi, atau sekedar dengerin jokes receh si adek yang mau lulus sd. Atau bahas kamu juga, Mas. Mas-mas idola mamake yang poinnya udah diatas level rata-rata, yang bahkan cowok ter-keren versi saya pun ga bisa ngalahin pesona kamu. Ahh mas, kok poinmu ini banyak bener. Jangan suka saya ya mas, saya banyak hinanya :(

Nanti, akan ada kita berlima. Aku, Azis, mamak, bapak, dan kamu yang akan nikmatin hangatnya keluarga. Isinya aneh-aneh semua mas, kecuali bapak yang emang kalem dari sononya. Semoga kamu juga seru ya mas. Hehe. Kalem juga gapapa deng, tetep syukaaaak sama pilihan Allah. Hehe
Udah dulu ya mas, katanya kos kami (yang pink itu) lagi di incar maling. Doain baik-baik aja ya. Amiin..

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.