Langsung ke konten utama

Jika kamu datang

Jika kamu datang,
Datanglah dengan penuh kesungguhan
Jika kamu datang,
Datanglah dengan penuh kemantapan.


Kenali aku dalam keseharian
Temui aku dalam keheningan
Minta aku dalam tiap sujud malam
Agar kita selalu dalam kebaikan

Jika kamu datang,
Ku harap ini bukan permainan
Jika kamu datang,
Ku harap ini lebih dari segenggam harapan..

Asa ku bukanlah permainan
Perasaanku bukanlah sebuah bahan
Tidakkah kita bosan berputar pada kesalahan
Bukankah kita lelah dengan setumpuk penantian?

Jika kamu datang
Ku harap tawamu adalah hal yang menyenangkan
Jika kamu datang
Ku harap sedihmu adalah keniscayaan

Marahmu adalah tangisku
Teriakmu adalah diamku
Tatapmu adalah bahagiaku
Senyummu adalah ibadahku

Jika kamu datang,
Ku harap kamu tidak akan memberiku penghianatan
Jika kamu datang,
Ku harap datang mu membawa kedamaian

Sungguh,
Batinku rapuh untuk ini
Rapuh untuk mendengar amarahmu
Rapuh untuk tau bentakanmu

Sungguh,
Harapku kamu penuh kasih
Harapku kamu penuh kelembutan
Harapku kamu hanya mengenal ketulusan...

Jika kamu datang, Maka datanglah diwaktu yang tepat
Jika kamu datang, maka datanglah disaat yang tepat
Jika kamu datang, maka datanglah dengan perasaan yang tepat
Agar perasaan kita, tidak pernah salah tempat

Tidak tau kapan kamu datang,
Tapi ku yakinkan kamu bahwa sibukku hanyalah waktu
Waktu untuk mengisi masa luangku
Waktu untuk menunggumu

Jika kamu datang, ku harap sambutanku membuatmu senang. 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Sebuah Tujuan: Almost End

Assalamualaikum

Ku tulis ini di kamar Asih, seorang teman setengah perjalanan ku yang akan jadi teman berjalan selanjutnya. Kutulis di kamarnya karena secara resmi aku sudah tidak punya kosan lagi terhitung sudah sepuluh hari, Fufufuuuu. Ku tulis ini dengan radang, batuk, pilek, dan asam lambung ku yang baru saja naik tadi pagi. Kesemuanya akhirnya menyerangku di waktu yang sangat krusial. Tapi tidak apa-apa, ini sudah sangat cukup baik ketika virus-virus ini hanya menyerang sekarang dan cukup diam selama dua bulan terakhir, Alhamdulillah. . .

Ku tulis ini pasca debut ku semalam, debut untuk bisa tertulis di jadwal semalam. Hehe, berasa artis koriya aja ya pake debut segala.

Di penghujung bulan ini, aku telah melalui banyak hal. Melewati berbagai proses yang tidak bisa dibilang mudah. Menjalani 2 minggu saringan sendirian, dan dua minggu yang juga kadang sendirian. Melewati kesulitan, kesusahan, kebodohan, dan berbagai hal lain yang harus kuiringi dengan air mata. Bagiku, ini adalah …

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Sebuah Tujuan: Maafkan aku

Kutulis ini untuk aku, diriku sendiri
Sebuah jiwa yang nampaknya mulai lelah
Maaf ya, kali ini perjalanan menyeret kita pada kesulitan yang bertubi-tubi