Langsung ke konten utama

Just a little thanks

Aku tanya padamu, 
Bagaimana bisa bisul membawa seseorang pada kematian
Lalu kamu menjawab, seolah kamu adalah seorang dokter
Padahal aku tau, kamu jauh dari hal itu. 
Aku tanya padamu, 
Apa benda berbentuk ini boleh kujadikan koleksi di kamarku
Kamu jawab tidak,  dan masih dengan sabarnya
Walaupun kamu tau, aku telah berkali-kali bertanya hal yang sama

Aku tanya padamu, 
Apakah aku harus melanjutkan les ku, 
Bertanya seolah kamu adalah penentu
Padahal kita semua tau, kamu bukan siapa-siapaku

Aku berdebat padamu, 
Soal aku yang pelupa
Katamu, itu hanya alasanku
Berkelit dibalik kemalasanku

Aku mandiri, tegar, dan sangat cuek
Namun bisa luluh lantah dan sedikit menurutimu
How it could happen? 
How can you do it? 

Bagaimana bisa, aku... 
Kembali percaya pada diriku
Kembali bisa berdiri lagi
Untuk mendukung seseorang
Tanpa rasa takut itu menghampiriku

Bagaimana bisa, 
Saat banyak yang silau oleh sampulku
Sedang kamu yang nampak menapikkan semuanya
Justru berhasil mengetahuiku sampai halaman akhir

Aku tidak mengerti.. 
Bagaimana caramu melakukannya

Bagaimana aku, 
Dengan sangat percaya diri mampu membagi kisahku padamu 
Halaman per halaman
Tanpa takut ditinggalkan, tanpa takut kehilangan. 

Bagaimana kamu, 
Menahan semua kesalmu
Mengumpulkan kesabaran dibalik lelahmu dalam keseharian
Tanpa ingin dianggap apa, tanpa minta disebut apa. 

Hanya tidak tau kapan pasti ini dimulai
Dan tidak tau kapan ini berakhir 
Setidaknya telah kukatakan berkali-kali 
Jika lelah, kamu boleh pergi

Satu yang pasti
Diperjalanan ini
Aku tersembuhkan
Aku menguat, aku tidak takut, dan aku mau percaya kenyataan

Aku menerima setiap takdir yang Allah tuliskan
Aku menjalani semua dengan penuh kesyukuran
Walaupun disana sini masih banyak keluhan
Kuharap kamu berwelas asih untuk mengingatkan.... 

Dalam perjalanan tanpa kepastian ini. 
Terimakasih untuk selalu menemani
Untuk selalu hadir disini
Tanpa seolah terbebani. 


Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.