Langsung ke konten utama

Review buku : Assalamualaikum calon imam

Tok tok tok
Assalamualaikum, mas
Assalamualaikum, calon imam.
Hehe.
(biarkan saya sedikit ngalay dengan intro yang tidak penting ini, but trust me,  review kali ini nggak alay kok)

Bermula dari saya yang hobi baca wattpad (dulu)  lalu suka dengan genre yang romance atau islami kemudian nemu satu judul yang menggelitik saya, Assalamualaikum calon imam, he? Ini judul? Pikir saya waktu itu. Saya jadi penasaran untuk baca ceritanya. Awalnya kaya novel pada umumnya, yang  beda menurut saya adalah tentang topik yang diambil yaitu,  Filopobia. Sebuah fobia yang gak banyak orang yang tau. Fobia jatuh cinta yang disebabkan pengalaman buruk masa lalu. Bisa karena pengalaman orang lain atau diri sendiri. Bisa pengaruh kecewa sama orang terdekat misalnya broken home, atau karena pengharapan terlalu tinggi terhadap cinta dan kemudian ditinggalin sama cintanya. Nah hal ini jarang banget dibahas di novel pada umumya.

Ditulis oleh Ima Madaniah (madani),  seorang perempuan yang lebih muda satu tahun dari saya. Ahh, gila. Anak seumur itu bisa imajinasi setinggi ini. Saya? Saya yang lebih tua malah cuma bisa sibuk koar-koar di blog. Yaah semoga kamu gak bosan ya, calon imam. Eehh!!!

Selain topik bahasannya, yang saya suka dari buku ini adalah cara penyampaiannya yang ringan dan mudah dicerna. Penggambaran dari setiap kejadian dapat kita tangkap jelas sebagai pembaca. Tapi minusnya mungkin kurang ada ilustrasi gambar, sehingga novelnya terkesan monoton dan menjenuhkan, karena yang dilihat cuma kata-kata. Yaa mungkin ini gak jadi masalah untuk yang biasa baca, cuma untuk yang sedikit kurang rajin membaca sih agak membosankan.

Diadaptasi dari wattpad justru bikin saya kurang puas sama hasil output buku ini. Kenapa? Karena versi di wattpad lebih jelas dan rinci, sedangkan pas dibuat buku kok kayanya ada yang kepotong-potong dan malah bikin bingung. Dan kabarnya buku ini udah di filmkan, hmm, jadi penasaran pengen nonton filmnya.  Semoga gak mengecewakan ya (smile).

Penceritaannya sendiri mengandung banyak pelajaran. Semacam misalnya memilih imam (suami)  karena orang tua atau mengikhlaskan orang yang kita sayangi untuk orang lain. Juga tentang kehidupan setiap manusia yang ngga mulus-mulus aja. Penempatan konflik tiap tokoh yang 'relate' sama banyak orang bikin cerita ini semakin mudah diimajinasikan. Paling penting adalah gimana caranya fight dari filofobia, karena fobia ini memang mengerikan dan mengganggu secara mental kalau tidak ditolong.

Yaah, overall bukunya bagus. Cuma mungkin karena topik bahasannya kurang menarget remaja jadi buku dan filmnya ngga terlalu viral. But doesn't matter.. Semoga penulisnya semakin lebih baik dan mampu menciptakan karya-karya hebat lainnya.

*Special thanks to my beloved friend, Novi Musfidah yang udah beliin buku ini. Ahh such a great gift. Saranghae (love) 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Diarra Queen SPA : SPA dengan konsep alam yang menenangkan

Kegiatan sehari-hari aku sebagai mahasiswa itu benar-benar padat. Belajar di kelas, ngerjain tugas, belajar kelompok, organisasi, dan beragam urusan lainnya masuk dalam rutinitas sehari-hari. Badan dan wajah kadang udah gak tau lagi deh bentuknya gimana. Minyak dimana-mana, bibit-bibit jerawat, komodo komedo udah menempel khas di wajah. Selain karena faktor polusi, ini juga karena hormon yang timbul karena stres. Apalagi di musim-musim Ujian Akhir Semester, masalahnya jadi tambah satu lagi, Mata Panda! Ewh!

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Kuatlah, Wahai Diri

Assalamualaikum, Aku

Sebuah jiwa yang diombang-ambing godaan syetan. Sebuah jiwa yang terbolak-balik hatinya. Sebuah jiwa yang naik-turun semangat nya.

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).