Langsung ke konten utama

Thanks, DAFAA

Dinda-Aini-Annisa-Amelia-Fidya
Malam ini dengan soundtrack krik krik jangkrik ala kampung, saya akan menuliskan ungkapan terimakasih ku untuk beberapa orang yang menemaniku tumbuh. Beberapa orang yang ada saat aku masih suka mengepal rambut ala Tinkerbell, juga masih suka nanya "cowok yang ganteng itu yang gimana", dan orang-orang yang menemaniku survive ditengah belajar kami yang padat. Maka biarkan aku memberitahumu bahwa kami bernama DAFAA.

Sebuah nama singkatan dari inisial nama depan kami, Dinda Sefta Firguna, Amelia Anantizar, Fidya Aryudanti, Aini Kolbiana, Annisa Rosmalia. Kelima anak kecil yang bersatu di kelas delapan satu SMP Negeri 1 Kalianda tahun 2010. Anak-anak yang entah darimana bisa bergabung dan bersatu. Bisa makan bareng, kumpul bareng, sampai lulus, sampai sekolah menengah atas, dan sampai sekarang kuliah. Hihi, Been a long time together ya girls!

Udah banyak waktu-waktu yang kita lewati, dan kata-kata apapun gak akan cukup untuk menjelaskan semuanya. Aku kenal kalian, begitu juga kalian. Kita mungkin bukan lagi anak kecil yang setiap hari makan bersama di kantin, bukan anak-anak yang sukanya duduk dibawah pohon rindang di depan kelas, bukan anak yang senang sekali makanan ringan buatan mamah Fidya, sayangnya, kita bukan lagi. Sekarang bertemu setahun sekali saja rasanya sudah lebih dari cukup. Untuk mengecek keadaan satu sama lain, untuk berbagi cerita, untuk sekedar tertawa, dan untuk ingat bahwa Kalianda masih punya orang untuk ditemui.

Dinda yang gemuk tapi paling kepo, Amel yang cempreng tapi penuh pemikiran, Fidya yang diam-diam tapi banyak pertimbangan, dan Annisa yang pintar tapi juga kekanakan. Terimakasih, Karena sudah mengizinkan saya jadi bagian dari kalian. Terimakasih untuk masa demi masa yang kita lewati bersama. Maaf apabila selama ini masih banyak perbuatan salah, masih belum bisa jadi sahabat yang baik, masih sering mengabaikan kalian, masih suka menyimpan rahasia, dan banyak lainnya.

Terimakasih untuk penerimaannya. Kesetiaannya. Kebersamaannya. Juga banyak traktirannya. Terimakasih telah menjadi bagian perjalanan yang menakjubkan. Mengajarkan bahwa hubungan tetap bertahan walaupun tanpa kedekatan yang terus-menerus. Terimakasih untuk terus bertanya, terus ingin tahu, terus peduli, terus menyemangati dan tetap terus ada.

Semoga, hubungan kita tidak sebatas ini, tidak sebatas terputus jarak, terputus status, juga pemutus lainnya.
Ingat bahwa ada mamahnya Fidya yang akan selalu menyuruh kita makan tiap kumpul, Ada mamahnya Dinda yang sulit memberi izin, Ada Annisa dari pelosok gayam yang selalu mengupayakan pertemuan, juga ada aku, yang senang bertemu kalian.
Thanks a lot, DAFAA....
Terakhir, ini video kita ditahun 2018.
semoga harapan kita terwujud ya, Amiin


Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.